Cara Tahu Kegunaan Oli dan Jenis-jenisnya untuk Mobil

Photo by Pixabay

Sudah waktunya ganti oli mesin mobil? Namun, oli yang cocok yang mana, ya? Nah, satu yang mesti kamu tahu dari oli atau pelumas mesin adalah fungsinya yang bikin kerja mesin jadi lancar.

Gambarannya begini. Mesin itu kan terdiri dari part-part logam. Ada part logam diam dan yang bergerak-gerak. Kalau enggak ada oli, part-part logam di dalamnya saling bergesekan langsung. Benda keras ketemu benda keras. Rusak deh jadinya.

Lalu, oli juga ada umur pakainya. Kenapa? Partikel-partikel enggak terhindarkan masuk ke mesin, begitu juga kondisi panas terus-menerus, dan proses kimia lainnya. Oli lama-lama kotor.

Oli yang sudah kotor pasti berpengaruh sama kinerja mesin, apalagi kalau dibiarin begitu terus.

Sering jadi cerita, oli kotor itu lama-lama jadi kayak lumpur. Mesin bakal nyangkut dan stop kerja. Ngeri. sudah mesin rusak, mesti bongkar mesin buat membersihkannya, dan biayanya bikin meringis.

Makanya, bener banget kalau sekarang kamu cari tahu soal ganti oli buat perawatan mobil. Tapi seluk-beluk oli ada macam-macam loh. Simak beberapa hal di antaranya di bawah ini.

1. Arti Kode-Kode di Botol Oli

Engine Block, Engine Oil, Oil, Deco, Workshop
Photo by Pixabay

Botol oli ada kode-kodenya. Tapi sebelum ngomongin kode-kode, coba bayangin dulu bedanya air sama minyak. Air lebih cepat mengalir dibanding minyak. Artinya makin kental cairan, makin lambat geraknya. Soalnya, cairan minyak lebih menempel pada bidangnya.

Kekentalan ini diistilahkan “vikositas”. Kalau dia kental atau vikositasnya tinggi, dia akan lebih nempel, tapi gerakannya enggak seenteng yang lebih cair.

Bahas soal kode di botol oli, salah satu yang paling kelihatan adalah angka dan huruf semacam 10W40, 15W40, atau 0W20. Angka di depan kayak “10”, “15”, dan “0” adalah level vikositas oli waktu mesin mobil baru dinyalain atau baru start.

Huruf “W” artinya “winter” alias level kekentalan oli waktu dalam kondisi mesin dingin saat di-start.

Terus, angka “20” atau “40” di belakang adalah level kekentalan oli waktu kondisi temperatur tinggi, misalnya waktu mobil kejebak macet.

Kalau “SAE”, ini adalah singkatan dari Society of Automotive Engineers, asosiasi profesional berbasis di Amerika Serikat yang sekaligus jadi standar bagi para profesional untuk pengembangan rancang bidang teknik. Sementara, “API” adalah American Petrolium Institute dan jadi kode standar penentu kualitas oli.

API biasanya diikuti kode “SN” atau “CH”. Huruf belakang “N” berarti level kualitas tebaru. Makin dekat ke huruf Z, artinya makin baru. Nah, huruf depan “S” artinya buat mesin bensin, dan “C” buat diesel. Ada juga sih yang satu botol bisa dua-duanya.

Kode lainnya kayak MB-Approval 229.5, VW 502 00/505 00, VW 503 01, Porsche A40. Huruf-huruf di depannya adalah brand mobil Eropa yang ibarat bilang “oke” kalau oli ini masuk ke mesin mereka.

Satu lagi adalah “synthetic” dan yang enggak ada keterangan soal synthetic. Yang enggak ada keterangan synthetic berarti olinya berbahan dasar minyak mineral. Sedangkan, yang synthetic berbahan sintetis dan ini cenderung bersih dan encer. Namun, jangan dianggap salah satunya paling bagus. Yang tepat adalah oli yang paling cocok buat mobil kamu.

Produsen oli juga menambahkan aditif. Zat ini cenderung spesial dan membuat oli bekerja lebih maksimal lagi karena bisa terus menempel dan bersih dalam kondisi suhu mesin sering panas, sering kena macet, dan dalam waktu lama.

LIHAT PILIHAN KUALITAS OLI DI SINI

2. Jenis Oli yang Cocok Buat Mobil Kamu

Car Engine, Engine, Motor, Car, Vehicle, Auto
Photo by Pixabay

Oke. Kalau sudah tahu kode-kode di oli, sekarang mana ya yang cocok sama mobil kamu. Prinsipnya sih kamu ikuti buku petunjuk perawatan. Mesin-mesin mobil era modern biasanya pakai yang kekentalan saat start-nya cenderung di bawah angka 10. Encer.

Soalnya, mesin-mesin era sekarang punya susunan part-part logam yang rapat, jadinya olinya cenderung encer.

Beda halnya kalau kamu lebih suka mobil era 20 tahun lebih yang lalu. Misalnya mobil retro. Part-part logam sudah lebih banyak gesekan jadinya celahnya lebih lebar. Basic-nya aja di buku perawatan mobil retro, oli yang digunakan bisa 10W40, 15W40, bahkan 20W50. Artinya, pakai oli yang saat start punya kekentalan tinggi.

Sisanya sesuaikan lagi sama huruf-huruf API SN/CH dan lolos uji per merek mobil tadi. Kalau mobil kamu kayak Toyota atau Daihatsu, olinya bahkan sudah ada yang khusus. Kalau mobil kamu Mercedes, BMW, atau VW modern, ini juga sudah ada oli yang berstatus lolos untuk mesin-mesin tersebut.

CARI OLI YANG COCOK SAMA MOBIL KAMU DI SINI

3. Mesti Rutin dan Waspada Sama Gejala-Gejalanya

Oil, Changing The Oil, Maintenance, Mechanic, Motor
Photo by Pixabay

Oli itu bisa habis masa pakainya saat mesin mobil sudah dipakai sampai kilometer tertentu. Kalau kena macet, mesin tetap menyala, sementara kilometer enggak bertambah, bagaimana?

Jadi salah satu cara cek selain hitung kilometer adalah angkat batang cek oli atau dipstick. Ujung batangnya kayak cicin. Kalau batang itu terangkat, nanti di batangnya kamu bisa lihat warna oli dan level ketinggian yang diharuskan.

Kalau warnanya cenderung hitam, mendingan ganti oli. Kalau level ketinggian kurang, berarti oli mesti ditambah. Ini bisa jadi ada kebocoran di mesin atau memang olinya terbakar dan berkurang. Kalau bingung, langsung kontak mekanik, ya.

Standar ganti oli sendiri bisa 5.000-10.000 km. Beberapa brand oli malahan klaim bisa sampai di atas itu. Tadi sudah dibahas, aditif pada oli bisa bikin masa pakai oli lebih lama. Harganya pasti menyesuaikan. Meski begitu, coba lirik juga promo-promo oli yang cocok sama mobil kamu.

DAFTAR OLI-OLI YANG DISKON

Pastikan oli yang pas buat mobil kamu. Silakan baca kode-kodenya dan cari harga yang sip. Kamu bisa beli oli-oli dengan harga diskon di Blibli.com.

Rio

Digital agency’s worker, amateur internet scholar, professional gamer also very in love of running in a field and swimming. A community person who loves touring with bike or motorcycle.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY