Waspada Penipuan Phishing, Friends!

Pelaku kejahatan di dunia maya tak pernah kehabisan cara untuk menyelinap ke dalam sistem dan melaksanakan aksinya. Salah satu modus tindak kejahatan yang masih marak terjadi saat ini adalah pencurian data alias phishing. Modus ini pun masih memakan korban. Phishing ini umumnya dilakukan dengan cara mencuri data penting orang lain meliputi data pribadi (nama, alamat, email, nomor ponsel, dan lainnya).

Lantas bagaimana sih data kita bisa dicuri? Pencurian dalam dunia digital berbeda dengan tindak kejahatan sejenis di dunia nyata. Dalam dunia digital, pelaku tidak meminta data rahasia dengan kekerasan atau diam-diam tanpa sepengetahuan kamu.

Namun pencurian data kerapkali tidak disadari para pemilik data. Terkadang korban dijebak dan malah memberikan data pribadinya secara sukarela. Jadi sangat penting lho berjaga-jaga dan menambah wawasan soal modus phishing apa saja yang bisa merugikanmu.

Sebenarnya kamu bisa mendeteksi adanya upaya tindak kejahatan pencurian data dengan melihat ciri-cirinya. Namun ya itu tadi, saking lihainya pelaku melakukan penipuan, korban tetap saja berjatuhan.

Pelaku kejahatan ini terbilang profesional. Dalam menjalankan bisnis ilegalnya, mereka punya jaringan yang lengkap mulai dari pencari data, pengolah data, bahkan sampai eksekutor data untuk transaksi ilegal.

Beberapa modus jebakan phishing yang biasa digunakan pelaku dan perlu kamu ketahui antara lain melalui:

  1. Telepon atau Email

Umumnya mereka akan menelepon kamu. Pelaku mengatakan akan membantu kamu meng-update data mu, misalnya data perbankan (termasuk kartu kredit) pribadi tanpa harus ke bank. Nah, kamu patut curiga di sini.

Jangan langsung percaya, sebab asal tahu saja, bank biasanya selalu menyarankan kamu untuk datang langsung ke cabang untuk melakukan pembaruan data. Kalaupun tidak, kamu sendirilah yang harus melakukan sendiri, tanpa ada campur tangan pihak bank.

  1. Permintaan Mengisi Survei

Cara ini bisa melalui internet, email, atau telepon. Lantaran permintaan survei adalah hal wajar, justru inilah yang kerapkali diabaikan banyak orang.

Kamu perlu waspada bila ada pertanyaan yang sudah menyangkut hal-hal sensitif terkait data keuangan (pin atau nomor rekening). Jadi jika ada permintaan survei yang mengatasnamakan bank, pastikan dulu apakah informasinya benar atau tidak dengan menelepon langsung ke call center.

  1. Melalui Transaksi Online

Transaksi online saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup baru di zaman modern. Modus phishing melalui transaksi online beragam, ada yang dijalankan melalui penawaran produk murah atau promo-promo lainnya dan juga ada yang minta kamu melakukan verifikasi data atas transaksi online yang kamu lakukan.

Waspadalah selalu jika kami diberikan Link / form yang perlu di isi dengan alasan apapun meskipun mereka mengataskan Lembaga / e-commerce tertentu.

Selalu ingat bahwa Blibli.com tidak pernah meminta data Pribadi kamu seperti (Password Akun, OTP, dan PIN) dengan cara apapun.

Blibli.com tidak pernah memberikan Link Verifikasi Transaksi kepada Customer nya. Sehingga jika kamu mendapatkan link mencurigakan jangan pernah isi data kamu meski ada logo Blibli.com di dalam website tersebut ya.

Berikut contoh website yang kamu TIDAK BOLEH isi data kamu :

Pastikan selalu hanya bertransaksi dan login di website (https://www.blibli.com) / aplikasi resmi Blibli.com

Itulah tadi 3 modus yang kerap dilakukan pelaku kejahatan phishing selama ini. Maka dari itu, tingkatkanlah kewaspadaan kamu ya. Jangan ragu untuk konfirmasi ke Customer Service Blibli.com jika ada pihak mencurigakan menghubungi kamu mengatasnamakan Blibli.com 😊

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY