Tak ada gading yang retak.

Frasa itu terasa tepat untuk menggambarkan dunia digital saat ini, terutama media sosial. Dengan semakin banyaknya orang yang “berkumpul” di sana, hal yang baik dan buruk akan bisa terjadi. Salah satu contohnya adalah Facebook. Media sosial terbesar di dunia ini terus memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk berbagi konten dengan cepat.

Namun ternyata cukup banyak pihak yang memanfaatkan popularitas Facebook untuk menyebarkan hoax dan berita palsu, demi kepentingan mereka masing-masing. Sayangnya, banyak pengguna Facebook yang mungkin belum terlalu akrab dengan dunia digital yang kemudian mempercayai berita bohong tersebut dan ikut membagikannya ke jaringan pertemanan mereka. Hasilnya, penyebaran berita bohong berjalan sangat cepat dan semakin luas.

Facebook tidak tinggal diam dan berkomitmen untuk melakukan beberapa pembaruan yang sedang diuji coba dan mulai untuk diluncurkan. Usaha Facebook dalam mengatasi berita palsu, berpusat dalam empat area yang merupakan bagian dari beberapa langkah awal yang Facebook ambil untuk memperbaiki pengalaman orang-orang di Facebook.

1. Pelaporan yang lebih mudahcara-blokir-hoax-di-facebook-1

Facebook siap mempermudah pelaporan berita bohong yang dilihat oleh pengguna. Caranya mudah. Kamu tinggal mengklik sudut kanan atas sebuah postingan atau artikel. Setelah dilaporkan, pihak Facebook akan menilai apakah konten tersebut melanggar ketentuan atau tidak.

Facebook akan sangat bergantung pada pengguna untuk menyaring berita, sehingga diperlukan partisipasi yang aktif dari pengguna Facebook yang mengetahui bahwa suatu berita bohong.

2. Memperingatkan Hal-hal yang Diperdebatkanfacebook

Facebook telah memulai sebuah program kerjasama dengan organisasi International Fact Checking Code of Principles di Poynter untuk memeriksa fakta dari berbagai konten yang ada di Facebook. Nantinya laporan dari komunitas akan dikirimkan ke organisasi tersebut.

Jika mereka mengidentifikasi sebuah berita palsu, maka akan terdapat tanda dan tautan ke artikel dengan penjelasan yang benar. Artikel yang diperdebatkan akan muncul lebih sedikit di News Feed. Tentu cerita ini masih bisa dibagikan, tetapi kamu akan melihat tanda peringatan bahwa artikel tersebut telah diperdebatkan kebenarannya ketika dibagikan.

Artikel yang sudah ditandai tidak akan bisa dijadikan iklan dan dipromosikan.


BACA JUGA Lindungi Anak dari Cyber Bullying di Facebook dengan Facebook Parents Portal


3. Memutus Insentif Finansial bagi Penyebar Berita Palsu

Salah satu alasan kuat munculnya sebuah berita palsu atau bohong adalah alasan finansial. Sebuah berita bohong yang dikemas sedemikian rupa agar dapat membangkitkan emosi pembacanya biasanya akan lebih sering dibagikan. Tentunya imbas bagi sumber berita tersebut adalah trafik pengunjung yang semakin banyak  dan bisa dimonetisasi.

Bahkan ada juga penyebar berita palsu yang menyarukan diri dengan nama yang mirip seperti media terkenal, namun dengan mengusung berita bohong dan tidak berimbang. Pembaca yang berminat dan mengunjungi situs mereka biasanya akan mendapati banyak iklan yang bertebaran di situs tersebut.

Maka Facebook terus melakukan berbagai hal untuk mengurangi insentif finansial ini dengan meniadakan opsi pembelian iklan bagi domain yang dicurigai menyebarkan berita bohong. Selain itu, Facebook juga menganalisa situs penerbit untuk mendeteksi tindakan penegakan kebijakan yang mungkin dibutuhkan.

Tentunya satu hal penting lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan tetap waspada dan cermat saat ingin membagikan sebuah link atau artikel di media sosial seperti Facebook.

Agar kamu lebih mudah mengakses Facebook kamu bisa akses melalui smartphonemu Friends. Pilih smartphone yang memiliki memori besar dan kapasitas baterai yang besar. Kamu bisa cek berbagai smarphone di Blibli.com Friends. Jangan lupa manfaatkan cicilan 0% dari Blibli.com ya!

Jarvis

Addicted to gadget and tech. My main gig is writing clear, concise, and compelling web copy that demands attention. I love playing with my son, indoor or outdoor at the weekend.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY