Hari ini adalah HUT Republik Indonesia ke-71. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, HUT RI selalu meriah dengan berbagai lomba di mana-mana. Semua demi merayakan kemerdekaan Indonesia. Kemeriahan itu sebagai wujud syukur atas terbebasnya Indonesia dari penjajah.

Uniknya, untuk merayakan ulang tahun Indonesia itu di berbagai daerah hampir selalu diadakan lomba-lomba unik dan lucu. Bukan semata seru-seruan. Tapi ternyata, berbagai lomba yang terkesan sepele itu punya banyak makna lho. Apa saja?

1. Lomba makan kerupuk

Manfaat Lomba 17an_2

Masih ingat lomba cepat-cepatan menghabiskan kerupuk yang digantung ini? Posisi pemain tak boleh menggunakan tangan untuk menghabiskan kerupuk. Jika diperhatikan, posisi ini ibarat orang yang sedang dikekang atau dijajah. Di sisi lain, di tengah keterbatasan tak bisa menggunakan tangan, pemain harus menghabiskan kerupuk. Inilah pembelajaran bahwa meski dengan banyak keterbatasan—termasuk terbatasnya pangan saat zaman penjajahan—orang diminta tidak gampang menyerah pada keadaan. Yes…, terus berjuang!

2. Lari kelereng

Manfaat Lomba 17an_3

via kejaraurora.wordpress.com

Sepertinya sederhana ya? Lari kelereng adalah lomba di mana seseorang harus berlari dengan menggigit sendok yang ujungnya sudah ditaruh kelereng. Filosofi permainan ini adalah soal menjaga keseimbangan. Orang yang paling bisa menjaga keseimbangan adalah orang yang mampu menjaga fokus dalam kehidupan. Yak, siapa yang dulu paling jagoan lari kelereng, coba tes, fokus tidak di karier dan kehidupannya?

3. Panjat pinang

Manfaat Lomba 17an_4

via bumnhadiruntuknegeri.com

Ini olahraga yang paling seru dan sering jadi bahan candaan. Pinang yang sudah diolesi oli, minyak, atau pelicin adalah tantangan utama yang harus ditaklukkan untuk meraih hadiah yang diletakkan di puncak pinang. Di sini butuh kerja sama tim untuk bisa jadi pemenang. Filosofinya adalah bagaimana menaklukkan tantangan dengan kerja sama tim dan berusaha untuk tidak saling menyalahkan.

4. Balap karung

Manfaat Lomba 17an_1

via paras129.wordpress.com

Dulu karung biasa dijadikan baju karena kain di zaman penjajahan mahal harganya. Dengan permainan ini, masyarakat seakan diingatkan tentang sulitnya masa penjajahan. Di sisi lain, di tengah kesulitan itu, ternyata masih ada banyak kesenangan dan kegembiraan yang bisa dibagikan bersama dalam permainan balap karung ini. Dan memang kalau diingat-ingat, sekarang kalau beli fashion begitu gampang ya. Tinggal pilih, klik, bayar, barang diantar langsung, banyak diskon lagi. Apalagi seperti saat HUT RI seperti sekarang. Bersyukurnya kita yang hidup di zaman kemerdakaan ini ya Friends.

5. Tarik tambang

Manfaat Lomba 17an_6

via webblogkkn.unsyiah.ac.id

Ini adalah pertandingan dua kelompok untuk adu kuat. Siapa yang berhasil menarik paling kuat, dialah yang jadi pemenang. Secara tidak langsung, ini mengajarkan perjuangan dan kerja sama agar jadi juara. Selain itu, ada pula taktik yang bisa jadi pembelajaran. Misalnya siapa yang ditaruh posisi paling belakang—biasanya yang paling kuat, dan siapa pula yang paling depan.

6. Balap Bakiak

 

Manfaat Lomba 17an_7

via aktual.com

Ini adalah balap bersama orang-orang dengan menggunakan bakiak yang sama. Siapa cepat dan kompak, mereka juaranya. Filosofinya adalah bagaimana tiap orang bisa bekerja sama dan saling percaya satu sama lain. Hanya dengan kerja sama yang kompak, kelompok itu akan jadi juara.

7. Pertandingan pukul bantal

Manfaat Lomba 17an_8

via safiraprameswari.wordpress.com

Ini biasanya ada dua orang yang diadu di atas sebalok bambu yang ditaruh di atas sungai atau lumpur. Masing-masing saling adu pukul untuk menjatuhkan lawan dari balok bambu itu. Siapa yang bisa bertahan, dia jadi juaranya. Di sini tiap orang diajarkan untuk mampu menjaga keseimbangan dan di sisi lain bisa mengantisipasi datangnya serangan lawan. Yang juara biasanya justru bukan yang paling kuat, tapi siapa yang paling konsentrasi menjaga keseimbangan tubuh.

8. Lomba memindahkan belut ke dalam botol

Manfaat Lomba 17an_9

 

Ini adalah lomba unik yang sepertinya sepele tapi sulit dilakukan. Butuh ketelatenan untuk menangkap belut yang licin dan sekaligus butuh kehati-hatian untuk memasukkannya ke dalam botol. Ini mengajarkan peserta untuk tekun karena tantangan makin licin untuk dikalahkan. Di sisi lain, saat sudah menangkap peluang—diibaratkan belut yang sudah berhasil ditangkap—sebaiknya harus bisa diperlakukan dengan hati-hati agar bisa sukses meraih tujuan.

Seru ya, ternyata banyak makna mendalam di balik lomba 17-an. Nah, agar makin berkesan, berikan juga hadiah istimewa bagi para pemenangnya. Banyak kok hadiah menarik di Blibli  yang bisa diberikan kepada para pemenang.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-71!

Raya

Raya

Crafts and cultures enthusiast who lives in Kota Gede, DIY.

I love to travelling around Indonesia, because this country is more adventurous, unique, and interesting than any other.

When i stay in the city, I usually going to spa, jogging in the city park, and of course, gathering with my friends :)
Raya

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY