Tom Fishburne, ahli marketing dari Amerika, menyatakan bahwa marketing terbaik tidak akan terasa seperti marketing. Padahal biasanya marketing atau pemasaran terkadang dianggap bujuk rayu yang memaksa konsumen untuk membeli sebuah produk atau jasa. Bagi Tom Fishburne, marketing yang baik seharusnya tidak membuat konsumen merasa terpaksa utuk membeli sesuatu.

Jadi, bisakah memasarkan sesuatu tapi tidak terasa seperti menawarkan sesuatu? Jawabnya tentu saja bisa. Sebagai contoh kamu akan memasarkan sebuah produk suplemen makanan. Jika mendatangi calon konsumen dan langsung berpromosi bahwa suplemen yang dijual super bagus, kemungkinan konsumen akan mengabaikan. Kenapa? Karena baru pertama bertemu langsung menawarkan produk tanpa basa-basi.

Berbeda bila kamu datang kepada calon konsumen, mengajak ngobrol mengenai masalah kesehatan dan pentingnya vitamin bagi tubuh. Mungkin dia akan tertarik untuk berinteraksi. Setelah itu kamu jelaskan pentingnya vitamin yang terkandung dalam suplemen yang akan kamu jual. Ketika dia semakin tertarik, baru kamu katakan bahwa ada suplemen yang bisa memenuhi kebutuhan vitamin bagi tubuh. Ditambah lagi kamu pun sudah jadi “bukti” nyata keampuhan produk itu. Cara ini mungkin akan lebih menarik bagi konsumen.

Untuk menjadi jago marketing, kamu perlu banyak belajar. Mulai dari membaca buku hingga belajar dari masternya langsung. Membaca buku akan memperkuat teori marketing dan metode dalam menjalankan marketing. Sementara belajar dari ahli marketing akan membuka wawasan baru yang mungkin saja tidak kamu dapat dalam buku.

Bila kamu ingin belajar marketing dari para maestro, sekarang saatnya. Kamu bisa ikut ASEAN Marketing Summit 2016 di The Kasablanka, Kota Kasablanka Mall pada 15 September 2016. Ada banyak ahli marketing kelas dunia di acara ini. Kamu bisa mendapatkan tiket acaranya di Blibli.com yang bisa kamu bayar dengan sistem multipayment.

Siapa saja para mastah yang akan berbagi di acara itu? Inilah beberapa di antaranya:

Moran Cerf

moran cerf

Via Cloudfront.net

Profesor neuroscience and business di Kellog School of Management ini tak perlu diragukan kemampuannya. Sebagai pembicara utama, dia akan berbagi tips mengenai perilaku, emosi konsumen, dan bagaimana membuat keputusan yang tepat dalam pemasaran.

Tan Kee Giap

tan ke geep

Via nikkei.com

 Ahli marketing dari Singapura ini merupakan Profesor & Co-Director di Asia Competitiveness Institute and Chair. Direktur independen dari BreadTalk Group ini punya pengalaman panjang dan berharga untuk dibagikan tentang perjalanan karier dan bisnis yang dijalaninya.

Cheryl Goh

cherly goah

Via techinasia

 Dunia marketing digital adalah dunia marketing paling menarik saat ini. Cheryl Goh, Vice President of Marketing di Grab, tentu saja punya banyak strategi yang bisa dibagi dan tentu saja bermanfaat untuk mengembangkan bisnis di era digital sekarang ini.

Erik Meijer

erik meijer

Via liputan6

 Nama ini sudah sangat akrab dengan dunia telekomunikasi di Indonesia. Berkarier selama 23 tahun di Indonesia, khususnya bidang telekomunikasi, membuat lelaki kelahiran Belanda ini punya banyak sudut pandang mengenai dunia marketing, khususnya di industri telekomunikasi yang terus bergerak maju.

Hermawan Kertajaya

hermawan kertajaya

Via marketeers.com

Pendiri MarkPlus ini adalah salah satu guru terhebat bidang marketing di Indonesia. Dia juga salah satu pendiri the Asia Marketing Federation. Salah satu bukunya, Marketing 3.0 yang ditulis bersama Philip Kotler, telah diterjemahkan ke dalam 23 bahasa.

 

Rio

Rio

Digital agency’s worker, amateur internet scholar, professional gamer also very in love to running in a field and swimming. A community person who loves touring with bike or motorcycle.
Rio

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY