Seperti yang sama-sama kita ketahui, penumpukan limbah memang sudah menjadi masalah tersendiri. Nggak bisa dipandang sebelah mata, limbah yang sulit untuk diolah jumlahnya terus bertambah setiap hari. Mengurangi penggunaan plastik supaya nggak menambah limbah pun sepertinya juga nggak banyak membantu.

Nah, kalau sudah begini, berarti limbah memang perlu diolah dan nggak bisa didiamkan begitu saja. Diberi nama Dongadinonga yang dalam bahasa Jawa berarti ‘saling mendoakan’, Saryono memulai usahanya untuk mengolah limbah di sekitarnya menjadi produk kerajinan super unik! Penasaran dengan kisahnya yang berhasil sampai ke 20 besar finalis The Big Start Season 3? Simak terus artikelnya, ya!

KLIK DI SINI UNTUK CERITA LENGKAP 20 BESAR FINALIS TBS SEASON 3

Berawal dari limbah sekitar

dongadinonga

Banyaknya limbah di daerah Cilacap, Jawa Tengah, berhasil menggelitik perasaan Pak Saryono. “Dari problem sampah, ya,” ungkap pria yang akrab disapa Yono saat ditanya tentang bagaimana awalnya melahirkan Dongadinonga. Mulai dari plastik, botol, sampai kayu, limbah rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya terlihat menumpuk begitu saja. Lingkungan menjadi kotor, tidak asri, dan sarang penyakit pun bertambah. Nggak ingin berdiam diri, pria berumur 38 tahun ini mendedikasikan dirinya untuk mengumpulkan limbah rumah tangga yang ada.

Perlahan tapi pasti, Pak Yono mulai memilah limbah tersebut. Mengolahnya menjadi sesuatu yang baru, Dongadionga menawarkan berbagai produk hasil olahan limbah sekitar.

SIAPA SIH FINALIS TBS SEASON 3 YANG PALING MENGINSPIRASI?

Menyulap limbah bersama Dongadinonga

dongadinonga

Memiliki hobi yang bisa mendukungnya mengolah limbah, Pak Yono memproduksi berbagai produk Dongadinonga dari tangannya sendiri. “Iya, hobinya melukis,” ungkap Pak Yono. Bermodal kemampuan melukis yang mumpuni, Pak Yono berhasil menyulap limbah menjadi berbagai kerajinan unik hiasan, jam dinding, tatakan gelas, juga berbagai model vas.

Ya, di tangan Pak Yono, botol kaca sisa kecap atau sirup dilukis menggunakan cat akrilik dan berubah menjadi sebuah vas bunga. Sedangkan untuk sisa tutup kaleng cat atau tutup ember, Pak Yono menyulapnya menjadi sebuah hiasan gantung lukis. Banyak diminati orang dan menjadi salah satu produk favorit Dongadinonga, Pak Yono juga mengembangkan hiasan gantung lukisnya menjadi jam dinding yang vintage sekaligus artsy!

BERUSAHA MENJADI YANG TERBAIK, SIMAK PERJUANGAN MEREKA DI TBS SEASON 3

Dongadinonga ikutan The Big Start Season 3

dongadinonga

Ditanya soal awal keikutsertaannya di The Big Start Season 3, Pak Yono menjawabnya dengan bersemangat. “Dari iklan, ya,” jawabnya singkat. Nggak ketinggalan, Pak Yono juga mengungkapkan bahwa istrinya lah yang rajin mencari informasi seputar event ini. Nah, berhasil menjadi salah satu dari 20 besar finalis, Pak Yono berharap bisa menjadi juara The Big Start Season 3 dan membanggakan istri dan keluarganya.

Begitu menang nanti, Pak Yono sudah memiliki rencana untuk mengembangkan bisnisnya. Melalui Dongadinonga yang makin berkembang, Pak Yono berharap bisa terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengolah limbah. Selain itu, dengan makin banyaknya produk yang terjual, makin bertambah juga jumlah limbah yang bisa diolah. Lingkungan semakin asri dan bersih deh!

MELALUI PROSES KARANTINA, BEGINI CERITA PARA FINALIS TBS SEASON 3


Menjadi salah satu usaha untuk mengurangi limbah, langkah Dongadinonga berhasil sampai ke putaran 20 besar finalis The Big Start Season 3. Selain Dongadinonga, kisah perjuangan para finalis lain juga nggak kalah menarik, loh. Buat yang belum sempat baca, langsung klik di sini, ya. Siapa tau, setelah membaca kisah mereka, kamu terinspirasi untuk memulai usaha yang baik dan bisa bermanfaat untuk banyak orang.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY