Dilema Bubu, Menjadi Ibu Bekerja atau Menjadi Ibu Rumah Tangga?

Photo via freepik.com

Perbedaan peran untuk menjadi ibu bekerja atau menjadi ibu rumah tangga seringkali menjadi pertimbangan Bubu ketika menikah dan memiliki anak. Dilema bisa terjadi ketika Bubu ingin memiliki waktu dan kedekatan fisik bersama si Kecil dan mengurus segala perintilan rumah tangga tetapi di satu sisi juga memiliki kebutuhan untuk membantu Pak Suami menambah pemasukan keluarga. Saat ini, masihkah Bubu memiliki dilema ini?

Perdebatan tentang peran mana yang dipilih untuk Bubu jalani sepertinya tidak akan ada habisnya ya. Namun, Bubu perlu meyakini bahwa setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda dalam hidupnya. Mungkin menjadi ibu bekerja dapat membuat Bubu bahagia tapi belum tentu memenuhi kebutuhan keluarga saat ini dan begitu pula sebaliknya ketika memutuskan menjadi ibu rumah tangga. Masing-masing peran memiliki kepentingan yang sama untuk keluarga sehingga pada akhirnya Bubu perlu lebih fleksibel melihat kebutuhannya saat ini.

Yang terpenting saat ini adalah Bubu dapat menikmati apapun keputusan yang telah Bubu tetapkan dan sudah didiskusikan dengan Pak Suami di rumah. Nah, semoga hal-hal berikut ini dapat membuat Bubu menikmati peran Bubu pilih:

  1. Menerima pilihan Bubu adalah pilihan yang terbaik

Hanya Bubu dan Pak Suami yang mengetahui apa yang terbaik untuk keluarga saat ini. Lihatlah keputusan yang diambil sebagai sebuah kesempatan bagi Bubu untuk berkembang menjadi sosok yang lebih baik. Jika dulu tidak pernah kepikiran untuk handal memasak di rumah, ternyata saat ini Bubu menjadi koki terbaik keluarga atau Bubu selalu kepikiran untuk bisa makan siang di rumah bersama si Kecil ketika bekerja, ternyata saat ini bisa Bubu lakukan dengan video jarak jauh bersama-sama.

  1. Fokus pada pilihan Bubu

Ketika memiliki anak maka banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan sosial Bubu, misalnya jam pacaran Bubu sekarang jadi berkurang dengan Pak Suami, perlu membagi waktu dengan pekerjaan yang dijalani, atau ritual ngobrol dengan teman jadi tidak seintens dulu. Tidak ada yang menuntut Bubu menjadi seorang superhero kok! Jadi lakukan satu per satu terlebih dahulu, hal apa yang menjadi prioritas dalam keluarga dan diri Bubu. Bubu boleh gunakan checklist mengenai hal-hal apa yang ingin dicapai pada diri Bubu dalam setahun ke depan. Ingat ya perlu lebih spefisik dan dapat dicapai.

  1. Asah kemampuan Bubu

Kira-kira kemampuan apa yang mendukung keberhasilan peran Bubu? Misalnya ikut seminar yang dapat meningkatkan kemampuan mengelola keuangan keluarga? Mengikuti kelas Sahabat Ibu Pintar supaya variasi makanan bertambah untuk si Kecil? Atau bergabung kelas online untuk membuat kegiatan bermain setelah pulang kerja? Semakin Bubu banyak belajar untuk mengasah kemampuan Bubu, maka kepercayaan diri Bubu akan meningkat. Yuk dicoba!

  1. Pahami bahwa Bubu tidak sendiri

Jangan pernah takut Bubu, karena tidak hanya Bubu yang mengalami dilema ini. Banyak Bubu di luar sana yang merasakan hal yang sama kok. Nikmati proses perubahan di rumah, cari tahu lebih lanjut apa yang Bubu butuhkan untuk diri Bubu dan keluarga, fokus terhadap pilihan Bubu, dan nikmati peran yang Bubu pilih.

Nikmatilah peran apapun yang Bubu pilih. Bubu yang bahagia akan berdampak pula dengan kebahagiaan Pak Suami dan si Kecil di rumah. Love yourself then you can love others, Bubu.

Oleh : Carmelia Riyadhni, S.Psi – Expert Sahabat Ibu Pintar
Sumber: https://www.verywellfamily.com/finding-balance-as-a-working-mom-4780377
Dillaway, Heather & Pare, Elizabeth. 2008. Locating MothersHow Cultural Debates About Stay-at-Home Versus Working Mothers Define Women and Home
https://www.researchgate.net/publication/249708533_Locating_MothersHow_Cultural_Debates_About_Stay-at-Home_Versus_Working_Mothers_Define_Women_and_Home
Grose, Jessica. 2019. Working Moms and Stay at Home Moms are not a War. Article: https://www.nytimes.com/2019/05/21/parenting/stay-at-home-moms-working.html

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY