Couvade Syndrome: Saat Pak Suami Ikut “Hamil”

Suami ikut hamil, memangnya bisa?

Tentu tidak, tetapi ada kalanya seorang suami dapat merasakan gejala-gejala serupa dengan yang istrinya rasakan saat hamil. Beberapa gejala seperti mual, sembelit, perut kembung, serta emosi yang fluktuatif dirasakan oleh suami yang mengalami couvade syndrome atau kehamilan simpatik. Biasanya gejala ini muncul ketika sang istri sedang hamil.

Couvade syndrome secara harfiah bisa diartikan sebagai sindrom mengerami – kata “couvade” berasal dari kata “couver” yang berarti “mengerami” dalam bahasa Perancis. Sifat dari mengerami – yaitu menjaga sesuatu agar tetap aman – diambil untuk menggambarkan posisi suami saat mengalami sindrom ini. . Proses transisi menjadi seorang ayah memang tidak mudah, terkadang perasaan cemas yang berlebihan bisa berubah menjadi stres jika tidak diatasi dengan baik.

Stres Bisa Menjadi Pemicu Utama Couvade Syndrome

Menurut Dr. Norman Duerbeck, MD., seorang dokter kandungan dan ginekolog dari San Diego, California, ada dua kemungkinan penyebab couvade syndrome yaitu stres dan empati. Stres melepaskan zat kimia dalam tubuh yang dapat mengakibatkan gejala mirip dengan kehamilan trimester pertama. Tetapi tidak semua bentuk stress akan menyebabkan couvade syndrome, biasanya gejala ini hanya dialami oleh para ayah yang memiliki kecemasan (anxiety) yang intens terkait kehamilan sang istri. Selain itu, keinginan untuk berempati dengan kehamilan istri juga seringkali mempengaruhi kemunculan couvade syndrome.

Mengatasi Gejala Couvade Syndrome

Kabar baiknya, couvade syndrome biasanya hanya bersifat sementara dan tidak berbahaya. Untuk mengatasinya, para ayah harus mengenali hal yang membuatnya merasa cemas. Jika Pak Suami mengalami gejala couvade syndrome, Bubu bisa membantu dengan mengajak Pak Suami berdiskusi  mengenai hal-hal yang membuatnya cemas, lalu saling berbagi informasi terkait menjadi orangtua dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menyambut si Kecil. Untuk mengurangi gejala seperti mual, kembung, dan gejala lain yang dirasakan, cobalah mengkonsumsi makanan lebih sedikit, minum air jahe atau air hangat, dan istirahat yang cukup. Dengan bersama-sama mempersiapkan diri, Bubu dan Pak Suami bisa lebih siap menerima tanggung jawab menjadi orang tua.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY