Pada saat membeli produk makanan atau minuman untuk si kecil, Moms pasti mau dong menyajikan sajian yang mengandung nilai gizi yang tinggi. Tapi, apakah Moms yakin kalau produk tersebut mengandung zat gizi yang pas dengan jumlah asupan harian si kecil? Nah untuk mengetahuinya Moms harus membaca label kemasan produk dengan cermat. Yuk simak beberapa cara yang perlu Moms pahami pada saat membaca kemasan produk :

1. Komposisi Gizi

Menurut David  A. Bender (dalam bukunya:Introduction to Nutrition and Metabolism (2014)) ada dua jenis gizi yang ada didalam produk makanan dan minuman, yaitu zat gizi makro dan zat gizi mikro. Zat gizi makro terdiri dari karbohidrat, lemak protein, dan serat. Sedangkan zat gizi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, seperti yang ada pada berbagai jenis vitamin dan mineral.

Yuk, simak kebutuhan gizi si Kecil pada usia 1-5 tahun menurut Lewis A. Barnerss ( dalam bukunya: Pediatric Nutrition Handbook 3rd Edition) berikut ini:

  • Protein yang fungsinya membangun jaringan dan sel.
  • Kalsium untuk mengisi massa tulang.
  • Zinc sebagai bahan dasar untuk hormonal, termasuk hormon pertumbuhan.
  • Selenium, yang membantu tubuh menciptakan enzim antioksidan yang menyehatkan sel-sel tubuh.
  • Zat besi, kompenon penting dari hemoglobin, bagian dari sel-sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Nah Moms, menurut ahli gizi Dr. (c) Rita Ramayulis, DCN, MKes:”zat gizi yang ada di atas adalah zat gizi yang wajib ada dalam pertumbuhan fisik si Kecil. Pada tahap perkembangan si Kecil termasuk kecerdasan, yaitu asam amino membangun jaringan otak, asam lemak esensial, yang terdiri atas alpha linolenate acid atau omega 3, omega 6 atau linoleate acid, serta minyak ikan untuk membantu pertumbuhan otak si Kecil.”

2. Penamaan Zat Gizi

Menurut Rita, setiap produk bisa saja menggunakan istilah yang berbeda-beda, tapi sebenarnya mempunyai kandungan yang sama dengan produk yang lain. Misalnya gula, bisa saja diberi nama fruktosa, sukrosa, laktosa, maltose, sorbitol, atau sirup jagung. Ada juga garam, yang kadang-kadang disebut natrium, mono sodium glutamat, natrium nitrit, natrium benzoate, atau natrium klorida, juga sodium atau sodium benzoate.

Jadi pada saat Moms ingin memilih produk dengan kadar gula rendah dan produk yang dibeli tidak mencantumkan gula pada labelnya, tidak berarti produk tersebut tidak mengandung gula loh, Moms. Jadi Moms harus cermat melihat apakah ada istilah-istilah lain seperti fruktosa, brown sugar, atau gula jagung pada label kemasannya.

3. Ukuran saji dan jumlah sajian per kemasan

Nah yang dimaksud ukuran saji atau serving size adalah berapa nilai energi yang terdapat dalam satu sajian makanan atau minuman. Ukuran saji ini distandardisasi agar lebih mudah dibandingkan dengan produk maknan yang serupa, dan biasanya ditunjukkan dalam jumlah gram, jumlah sendok takar, atau beberapa cangkir.

Berikut adalah contoh pada produk susu pertumbuhan:

Takaran saji 3 sendok makan (35 gr)
Jumlah sajian per kemasan 20 kali saji

 

4. Cek Angka Kecukupan Gizi

Menurut Permenkes Angka Kecukupan Gizi (AKG) adalah Kecukupan rata-rata zat gizi dalam sehari bagi hampir semua orang sehat (97,5%) menurut golongan umur, jenis kelamin, ukuran tubuh, aktivitas fisik, genetik, dan kedaan fisiologis untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal.

Dalam label kemasan, biasanya daftar vitamin dan mineral diberi keterangan “%AKG” pada bagian atasnya. Kemudian, setiap jenis nutrisi atau vitamin diberi keterangan presentasenya.

Contoh 1:

Umur Protein dalam  Susu AKG Kecukupan Pemenuhan Protein dalam Susu/ Hari
 

4 tahun

 

17%

 

35 gram/Hari

 

17% x 35 gram = 5,95 gram

 

Catatan: Jadi dengan mengonsumsi satu gelas susu, si Kecil sudah mencukupi 17% dari kebutuhan protein dalam sehari.

Contoh 2 :

Umur Natrium dalam  Susu AKG Pemenuhan Natrium

dalam Susu/ Hari

4-6 tahun 70 mg 1200 mg/Hari 70 :  1200 mg = 5,8%

 

5. Yang harus dibatasi

Nah ini dia Moms hal yang perlu dibatasi untuk asupan si kecil. Pertama gula (laktosa atau sukrosa), karena dapat meningkatkan obesitas, gula darah tinggi, hingga penyakit jantung. Sama seperti karbohidrat, karena karbohidrat bisa berbentuk gula. Selain itu, kelebihan karbohidrat dapat meningkatkan resiko obesitas dan penyakit metabolik. Kedua, lemak total, karena si kecil lebih membutuhkan lemak esensial daripada lemak jenuh.

6. Mengonversi Gram dalam takaran sendok

Seringkali memperkirakan jumlah takaran dalam gram menjadi sendok sangat membingungkan. Nah Moms, berikut ini merupakan contohnya :

Jenis bahan makanan Kandungan dalam bahan makanan Takaran dalam sendok
Garam 5 gram 1 sendok the
Gula 20 gram 2 sendok makan
Lemak 10 gram 1 sendok makan

 

Nah Moms, tidak sulit kan membaca label kemasan pada produk makanan dan minuman? Intinya, Moms perlu mengetahui komposisi gizi dan standar kecukupan gizi harian yang sudah ditetapkan AKG. Maka Moms sudah dapat menemukan produk makanan atau minuman terbaik sesuai kebutuhan si Kecil.

Jangan bingung kalau Moms mau beli DANCOW untuk si kecil karena DANCOW bisa Moms dapatkan di Blibli.com! Blibli.com punya Anchor Store Nestle yang bisa jadi salah satu toko tujuan di Blibli.com dengan berbagai keuntungan yang bisa Moms dapatkan mulai dari cicilan 0%, beragam cara pembayaran, gratis ongkir*, dan kualitasnya yang terjamin.

Artikel ini merupakan hasil kerjasama Blibli.com dan DANCOW.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY