Cara Efektif Mengalihkan Perhatian Anak Dari Layar

Photo by Pexels

Topik teknologi sering kali menjadi headline di sekitar kamu, benar kan? Bagaimana tidak, memang terbukti bahwa kehidupan sehari-hari manusia memang dipagari oleh kecanggihan teknologi. Sebut saja smartphone, laptop, wireless earphone, smart TV, electronic money, smart car, dan masih banyak lagi.

Semua itu dibuat dan selalu diperbarui guna mempermudah aktivitas kamu untuk hari ini, esok, dan seterusnya. Bukan cuma kamu yang menikmatinya lho, tapi juga hingga anak, cucu, dan cicit.

Perhatikan di sekeliling kamu, pasti kamu sering melihat balita yang sedang menonton di tablet ataupun handphone kan? Namun ada kalanya kita mengistirahatkan mata dari layar, dan menggunakannya untuk hal lain. Enhance your other senses too!

Untuk kamu yang menggunakan alat bantu penglihatan seperti kacamata atau contact lens, pasti tau dong gimana lelahnya mata apabila terus-terusan menatap layar? Coba kamu bayangin kalau si kecil yang terus menerus seperti itu? Apalagi mereka masih tumbuh dan berkembang. Bukan berarti dilarang, namun ada baiknya bila diberi jeda dari waktu ke waktu untuk bermain gadget.

Banyak hal yang dapat menggantikan keberadaan teknologi, seperti menghadiri acara musikal Pinkfong Baby Shark Live Musical. Selain pasti sudah mengenal lagu-lagu beserta karakter di dalamnya, kamu juga tidak perlu susah payah mencari tiket konser musikal ini. Tinggal beli di Blibli.com!

Tidak cuma itu, berikut cara ampuh lainnya untuk mengalihkan perhatian anak dari kecanggihan teknologi.

Ciptakan kebiasaan baru

Photo by Pexels

Seperti pepatah, apple doesn’t fall far from the tree, begitu juga dengan kelakuan anak. Pada setiap tingkah laku anak, pasti terdapat pengaruh dari sekitarnya, mulai dari orang tua, babysitter, guru, teman, hingga apapun yang ia tonton di televisi dan internet.

Ciptaan kebiasaan baru dengan tidak menggunakan smart gadget apapun ketika berada di sekitar si kecil. Coba ganti aktivitas bermain hp dengan membaca buku bersama, jangan lupa menceritakan setiap cerita dengan gaya kamu sendiri ya!

MULAI KEMBALI AKTIVITAS DONGENG DENGAN BUKU CERITA RAKYAT NUSANTARA!

Hilangkan benda elektronik di tempat tertentu

Photo by Pexels

Bukan diganti sepenuhnya, namun jangan memberi contoh seperti memegang handphone di tempat yang memang tidak seharusnya, seperti meja makan, bioskop, hingga saat mengemudi.

Apabila kamu sedang berada dalam satu kendaraan bersama anak-anak, coba pasang radio khusus anak-anak atau pasangkan lagu-lagu yang usianya sepantaran.

PASANGKAN LAGU FAVORIT SI KECIL KETIKA BERADA DI DALAM MOBIL DENGAN KABEL AUX TAHAN BANTING INI!


Bawa keluar rumah

Photo by Pexels

Apabila kamu tinggal di kompleks perumahan, ajaklah sang buah hati keluar rumah untuk aktivitas jalan-jalan sore. Selain refreshing, kamu dan si kecil juga dapat kesempatan untuk menghirup udara segar, olahraga, berkenalan dengan tetangga, bahkan hingga membentuk playdate sendiri lho!

LINDUNGI KULIT SI KECIL DARI TERIK MATAHARI DENGAN SUNSCREEN AMPUH INI!


Hindari shopping mall

Perbanyak sensory experience si kecil! Selain melatih dan menajamkan kelima indranya, ia juga dapat melatih people skill-nya yang akan terus ia kembangkan hingga dewasa nanti.Hal ini dapat kamu lakukan dengan perbanyak aktivitas yang melibatkan warna, bentuk, audio, pergerakan, aroma, hingga rasa.

AJAK ANAK KAMU NONTON LIVE MUSICAL PINKFONG BABY SHARK DI GBK JAKARTA!


Set up playdates

Photo by Pexels

Tanpa harus merogoh kantong terlalu dalam, kamu bisa menjadikan proses pembuatan sensory board atau cue cards si kecil sebagai bonding time antara ayah dan anaknya! Terkesan susah, tapi kamu bisa lho mencari tahu tentang semua ini di buku-buku DIY.

Selain board, kartu, kamu juga bisa membuat buku lho! Tapi sebelum kamu sampai di tengah proses, coba pelajari dulu deh apa saja yang kamu perlukan untuk menciptakan sensory book ini.

PELAJARI BAGAIMANA CARA MEMBUAT SENSORY BOOK DENGAN MEMPELAJARI BUKU INI!


Tidak perlu langsung grand gesture, ketergantungan pada hal elektronik itu bisa hilang dengan perlahan dengan adanya kontinuitas.

Selamat mencoba!

Ruth

Happy mommy of twin, living in Jakarta and working for a digital media company. That's why I like to do some research and asking for some opinion to my friends via social media, messenger apps, or even small gathering at a cafe.

I’m living in a daily activity filled with innovative books about parenting and interior that come bundled with extra hot chocolate marshmallow and home-made cake.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY