Sejarah Budaya Cafe Racer Kini Menjadi Tren!

Hello Otofriends, saat ini trend sepeda motor café racer sangat diminati oleh masyarakat Indonesia dengan banyaknya motor custom dengan style café racer, nah sejarahnya seperti apa ya? yuk kita simak sejarah budaya cafe racer, tren budaya cafe racer terus berkembang hingga saat ini. Hebatnya café racer ini sudah ada sejak sekitar tahun 1950 dan 1960an. Seperti yang dilansir oleh hicunsumption.com budaya ini berasal dari Amerika yang kemudian berkembang pesat di Inggris.

Yang uniknya lagi, pengguna motor café racer ini biasanya berpenampilan casual, jaket kulit, celana jeans, dan sepatu kulit. Dan mereka banyak nongkrong di café – café dengan style rambut slick yang rapih dekat dengan budaya greaser di Amerika.

via: wikipedia

Setelah perang dunia kedua berakhir, lapangan pekerjaan di Inggris banyak bermunculan dan banyak pemuda yang berpenghasilan dan mengubah secara pendapatannya. Dan untuk mengubah lifestyle mereka merasa perlu memiliki kendaraan, karena  sepeda motor ini lekat dengan gengsi dan salah satu ciri khas kendaraan orang kaya di Inggris sebelum perang dunia kedua.

Kini budaya café racer telah menjadi budaya popular di kalangan pecinta sepeda motor. Lebih dari sekedar berkendara tetapi juga style dan karakter dari sang penunggang motor yang ditunjukan melalui sepeda motor café racer.

Saat ini di Indonesia beredar motor retro / classic style dari custom hingga yang baru, nah yang baru saat ini ada Kawasaki W175 Café, ini salah satu desain baru dari produsen Kawasaki.

Kawasaki W175 Cafe yang bermesin sama dengan saudaranya – Kawasaki W175 – yakni 177cc satu silnder SOHC. Di Indonesia disuguhkan dalam tiga varian warna, yakni metallic flat greystone, candy fire red dan pearl brilliant.

Kawasaki W175 CAFE
Kawasaki W175 CAFE

Dan inilah perbedaanya W175 Café  dengan yang tipe standarnya.

Perbedaan pertama W175 Cafe dan W175, dari bagian depan W175 Cafe punya headlamp yang memiliki visor. Headlamp bulat sama dengan W175 namun ada mini visor di atasnya untuk versi Cafe. Visor ini menyembunyikan konsol speedometer jika dilihat dari depan

Jok

Perbedaan kedua W175 Cafe dan W175 adalah pada jok. Jok W175 Cafe terutama bagian belakang nampak lebih tebal dibanding W175. Alih-alih membuat W175 Cafe jok buntung, justru spon di bagian belakang ditambah sehingga nampak lebih tinggi dan meliuk ke atas. Nampaknya Kawasaki ingin boncenger lebih nyaman di atas Cafe.

Spakbor Belakang

Perbedaan ketiga W175 Cafe dan W175 biasa adalah spatbor belakang yang lebih pendek. Ya, W175 Cafe punya spatbor belakang lebih pendek dari versi biasa. Namun, entah apa maksudnya dengan spatbor pendek, Kawasaki justru menambahkan spakbor plastik sebagai tambahan sehingga tetap terlihat lebih panjang.

Knalpot

Perbedaan keempat antara W175 Cafe dan W175 biasa adalah tambahan garnish chrome pada knalpot. W175 SE dan standar dibekali knalpot warna hitam polos, sedangkan versi Cafe ini Kawasaki memberikan sentuhan warna chrome untuk mempermanis tampilan. Dan, memang hanya sekedar mempermanis tampilan saja, tak ada fungsi lain dari penambahan garnish, namanya saja garnish.

Selain 4 perbedaan utama itu, perbedaan W175 Cafe dan W175 biasa hanya di seputaran pilihan warna dan aksen grafis lainnya. Selebihnya untuk spesifikasi mesin masih sama, bahkan Kawasaki tidak melakukan upgrade mesin menjadi injeksi misalnya. W175 Cafe masih setia mengusung mesin karbu.

YUK TEMUKAN MOTOR RETRO YANG COCOK BUAT STYLE KAMU DISINI !

Nah itu sejarah singkat sepeda motor café racer, bisa jadi pilihan jenis motormu untuk berkendara keliling kota aman dan nyaman pastinya. Dapatkan produk sepeda motor berkualitas tersebut dengan klik #bliblisekarang Otomotif tanpa perlu menunggu lama lagi, gas yuk..!

 

Fransiskus Prakoso

internet, camera & automotive enthusiast, sometimes sunday morning ride. 🙂

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY