Bucini, Produk Kulit Lokal Kelas Internasional

Nama Bucini terdengar ke-italia-italiaan. Nyatanya, merek tersebut produk lokal Sleman, DIY, namun kualitasnya nyata-nyata merambah dunia internasional.

Rico Yudiasmoro, pemilik kerajinan kulit Bucini, mengaku memulai usaha keluarga ini pada 1997. Awalnya, usaha yang berlokasi di Klodangan, Sendangtirto, Berbah, Sleman, memproduksi dompet kulit dan dipasarkan sendiri. Setelah berjalan, Bucini memproduksi sarung tangan olahraga. Baru pada 2011, Rico dan Bucini berekspansi memproduksi tas dan sepatu.

Perkembangan pesat Bucini membuat Rico memindahkan tempat produksi dari Rejowinangun, Kotagede, Kota Yogyakarta ke Berbah, Sleman, DIY.

BUCINI Ade Large Dark Brown Backpack
BUCINI Ade Large Dark Brown Backpack

“Saat ini kami memiliki 160 karyawan,” tandas Rico kepada Koran Sindo, setahun lalu.

BUCINI Sribit Large Backpack
BUCINI Sribit Large Backpack

Selain dalam negeri, produk-produk Bucini menjadi konsumsi pasar luar negeri. Untuk pemasaran di Eropa, Rico memanfaatkan agen dari Belanda. Penjualan per bulan fantastis, mencapai rata-rata 4.500 tas. Harga tas Bucini bervariasi antara Rp 600.000 – Rp 2 juta, tergantung dari ukuran.

Kalau tas sudah merambah pasar mancanegara, sepatu Bucini masih untuk konsumsi lokal. Kesamaannya, kualitas pasti pada tingkatan yang sama dengan bahan kulit didatangkan dari Magetan, Jawa Timur.

Dengan kualitas begitu bagus plus bahan lokal yang terbukti berkualitas, Bucini membuktikan diri sebagai produk UMKM yang sejajar dengan merek-merek internasional. Temukan koleksi Bucini di Galeri Indonesia, Blibli.com dengan mengeklik tautan ini.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY