Kalau mendengar kata “retro”, apa sih yang terpikir dalam benakmu? “Jadul” alias jaman dulu mungkin jadi salah satu hal yang terlintas. Kalau mengkobok-kobok lemari, mungkin kamu juga bisa menemukan beberapa barang jadulmu.

Seiring dengan perkembangan waktu, ada benda-benda yang mulai ketinggalan zaman dan kehilangan popularitas. Karena jarang diminati, barang-barang ini pun nggak lagi diproduksi secara massal dan menjadi langka.

Dari ribuan barang retro yang sudah ‘punah’, ada beberapa yang sangat ikonik melambangkan kejadulan yang abadi. Yuk, kita bernostalgia sedikit mengenang barang-barang berikut.

1. Kamera film

kamera tustel

Meskipun nggak secanggih kamera zaman sekarang, inilah cara orang-orang eksis dulunya. Kamera ini menggunakan negatif film yang bisa dicetak menjadi foto.

Nggak seperti kamera digital yang memiliki memori di dalamnya, kamera kuno ini menggunakan roll film untuk menyimpan hasil potret, yang kemudian harus ‘dicuci’ terlebih dahulu.

Jadi, selain nggak bisa asal ‘delete’ foto, jumlah foto yang bisa diambil juga tergantung dengan roll film yang dibawa.

Memang, kamera SLR ini lebih ribet untuk digunakan. Namun, banyak momen-momen tak tergantikan dari masa kecil dan masa muda tersimpan dalam tabung-tabung film tersebut.

2. Kaset tape

kaset tape

Kalau kamu mau mendengarkan lagu, kamu tinggal buka smartphone dan pasang earphone. Namun, bagi anak-anak kelahiran sebelum 90-an, pasti nggak aneh sama yang namanya memutar pita kaset seusai mendengarkan lagu.

Kamu pasti juga sudah tahu bahwa kaset memiliki sisi A dan sisi B. Tinggal memutar posisi kaset, kamu bisa mendengarkan lagu yang berbeda. Tinggal masukin ke boombox, duduk santai, dan biar kan rodanya berputar.

3. Televisi tabung

televisi tabung

Menonton TV tuh salah satu kegiatan santai untuk istirahat sejenak dari sibuknya rutinitas keseharian. Kalau kamu biasa menonton dengan TV  berlayar datar dan memiliki tubuh yang tipis, zaman dulu bentuk TV malah kebalikannya.

TV dari zaman si Doel masih sekolah memiliki layar cembung dan tubuh yang gemuk. TV zaman dulu juga memakan tenaga yang cukup besar dan lebih boros listrik, bila dibandingkan dengan TV model baru.

Bahkan, bagi yang masih memiliki TV jadul, bisa merasakan listrik statis yang berkeliaran di permukaan layarnya. Untuk anak-anak biasanya dijadikan mainan untuk digesek-gesek agar rambutnya berdiri.

4. Mesin jahit

mesin jahit

Kalau kamu punya ibu ataupun nenek yang hobi menjahit, kayaknya kamu nggak bakal asing sama benda satu ini. Ya, benda ini adalah mesin jahit.

Mesin jahit yang berjalan dengan pijakan kaki ini merupakan salah satu benda retro yang masih bertahan di zaman sekarang, walau semakin sedikit. Untuk mengoperaiskannya cukup kompleks, sama sekali nggak terotomatisasi.

Bayangkan, untuk menjahit kisut lingkar pinggang saja, harus memutar roda, memasukkan jarum, atur tingkat kecepatan menjahit, dan mengatur benang di bawah mesin yang beratnya belasan kilo tersebut.

5. Mesin tik

mesin tik

Kalau kamu pernah merasakan yang namanya bikin laporan menggunakan mesin tik, itu artinya kamu mungkin sudah cukup berumur.

Mesin ketik atau biasa disebut mesin tik ini memiliki fungsi untuk mencetak huruf-huruf di kertas dengan menggunakan tungkai besi yang memiliki cetakan tinta di kepalanya.

Kalau kamu salah tekan tombol, mesin tik nggak punya tombol backspace seperti laptop zaman sekarang. Kalau sampe salah ketik, kamu harus mengulang lagi dari awal!

6. Radio

radio

Zaman sekarang radio memang masih digunakan, tapi kemungkinan besar hanya di dalam mobil untuk mendengarkan lagu ataupun laporan lalu lintas.

Nah, zaman dulu orang-orang nggak cuma mendengarkan radio kalau lagi bepergian. Sering loh orang berkumpul di sekeliling radio, terutama ketika Presiden Soekarno masih suka berpidato melalui media radio.

Nggak heran kalau radio menjadi salah satu objek retro yang memiliki nilai sentimental tinggi. Mungkin sebagian dari kamu merasa kangen dengan masa-masa keemasan radio seperti zaman dulu. Untuk itu Blibli.com menyediakan radio retro! yang bisa mengobati rasa kangenmu itu.

Meskipun kuno, barang retro memiliki nilai tersendiri, terutama bagi seorang kolektor. Apalagi, mengutip kata si Effie dari film The Hunger Games, “apapun yang lama bisa dibuat baru kembali”, yang cukup menjelaskan bangkitnya tema gaya hidup retro di sekitar kita belakangan ini. Long live retro!

Rio

Rio

Digital agency’s worker, amateur internet scholar, professional gamer also very in love to running in a field and swimming. A community person who loves touring with bike or motorcycle.
Rio

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY