Monstore bukan pemain baru di scene streetwear Indonesia. Makin dewasa dan matang, para co-founder justru menjadikan usia sebagai tantangan. Bagi mereka, desain Monstore harus terus berevolusi dan sesuai dengan kebutuhan anak muda masa kini. Selain itu, aspek bisnis dan perkembangan teknologi akan selalu jadi perhatian. Semua itu harus berangkat dari semangat dan ideologi yang sama kala Monstore lahir: kesukaan dan kecintaan pendirinya terhadap art.

Monstore muncul dari kata “monster”. Bagi brand ini, monster justru bisa menunjukkan satu sisi manusia. Manusia selalu ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Akhirnya, konsep-konsep itu dituangkan dalam bentuk seni di atas t-shirt. Bagi mereka, t-shirt adalah medium untuk berekspresi. Art tetap jadi poros utama mereka.

Berawal dari Persahabatan

WhatsApp Image 2016-09-15 at 10.33.03 AM
Nicholas, Michael, dan Carolina, sudah bersahabat sejak SMA, kini berbisnis bersama.

Brand ini lahir atas gagasan tiga orang yang sudah lama bersahabat: Nicholas Yudha, Michael Chrisyanto, dan Agatha Carolina. Jauh sebelum ide untuk berbisnis muncul, mereka sudah terbiasa menjalani kegiatan bersama. Mereka suka musik yang sama, mereka juga suka hal-hal yang menarik dan nyentrik, selain itu, mereka juga terbiasa untuk travelling bersama.

“Kalau ada istilah indie spirit, kita punya kesamaan di situ. Jadi, saat kita create Monstore, gampang banget buat relate each other. Saat bikin Monstore kita sama-sama tahu kalau this is gonna be big” ujar Nicholas saat ditemui Tim BBF.

Mereka memanfaatkan potensi yang dimiliki. Michael menjadi creative director yang membuat semua materi kreatif Monstore. Carolina berperan sebagai marketing sehingga ia bertemu lebih banyak orang dan merancang strategi pemasarannya. Nicholas sendiri menjadi managing director yang bertanggung jawab terhadap arah bisnis Monstore.

Monstore Shop 3
Situasi di Monstore Shop, Jalan Gunawarman No. 21, Jakarta Selatan

Inspirasi untuk mengembangkan ide menjadi bisnis juga rupanya muncul dari sebuah buku berjudul “It’s Not How Good You Are, It’s How Good You Want to Be” karya Paul Arden. Buku tersebut membuat mereka berpikir untuk terus mengembangkan ide yang ada dan membagikannya pada orang lain dengan berbagai cara.

Lebih dari Sekadar Fashion

Monstore adalah gagasan. Itulah yang dijadikan landasan para kreatornya dalam menciptakan sebuah produk. Jadi, jika dilihat lagi, pasti ada kisah di balik setiap lini koleksi. Misalnya untuk koleksi bernama Space Baby. Menurut Nicholas, Space Baby adalah representasi manusia di semesta ini.

“Space Baby artinya adalah kalau di sini, kita suka ngerasa gede. Padahal, kalo dibandingin sama space, kita tuh kecil banget. Kita, manusia, selalu menganggap bisa ini dan itu, coba deh bandingin sama space dan lihat sekecil apa kita,” jelasnya.

Konsep seperti itu kemudian dibahas bersama tim untuk diwujudkan bersama. Mereka juga mengajak artist non-Monstore untuk ikut berkolaborasi. Konsep yang tadinya ada di awang-awang itu kemudian mewujud, bisa dikenakan dalam bentuk pakaian.

Monstore Shop

Konsep kerjasama seperti itu jugalah yang kini Monstore konsisten lakukan. Mereka ingin jadi lebih dari sekadar fashion. Mereka ingin jadi lifestyle. Gagasan itu kemudian muncul dalam koleksi bernama Scene Stealers. Scene Stealers adalah wadah untuk anak muda yang bisa berkarya namun belum tahu alat penyebaran karyanya. Puncaknya adalah art exhibition yang dilakukan tahun lalu.

“Mungkin anak-anak yang let’s says, mungkin kayak Michael dulu, cuma bisa ngedesain tapi nggak tau mau ditaro di mana dan bakal jadi apa. Kalau desain di sini bakal ada exhibition-nya, diikutin sama artist muda, bahkan sampe ada yang kejual,” papar Nicholas.

Perlahan, mereka akhirnya bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan hal itu. Koleksi bernama Superior MOB 23 bersama Blibli.com jadi salah satu contohnya. Monstore ingin mendekatkan diri dengan man fashion enthusiast yang kini sudah jadi salah satu komunitas.

Processed with VSCO with hb2 preset

 

Bangga Jadi Indonesia

Nicholas dengan bangga berkata bahwa Monstore sangat bangga bisa jadi produk Indonesia. Menurutnya, kualitas Indonesia mulai dari kain, printing, dan desain tidak kalah dengan seniman luar negeri. Teknik produksi yang digunakan juga ternyata sama dengan brand luar negeri.

Monstore Shop 10

“Kita ngerasa kita gak perlu malu. Udah ada stigma kalau barang Amerika bagus because they claimed it. Padahal, we have same quality loh. Makanya, kita harus proud lah. This is time for us, to claim, our local product is good, or even better,” tegasnya.

“Kalo kita mungkin gak bikin karya batik, tapi kita bisa bikin karya local gitu. Kita bisa ngomong ini Indonesian People yang bikin.” – Nicholas Yudha

Industri fashion di Indonesia sudah sangat berkembang pesat. Pemerintah kini sudah memberikan dukungan dalam berbagai hal. Misalnya acara Indonesia Fashion Forward yang diselenggarakan tahun lalu. Acara seperti itulah yang dibutuhkan dan harus terus digelar, sehingga brand lokal akhirnya bisa menembus pasar luar negeri dengan tetap membawa citra Indonesia yang dimiliki.

Monstore Shop 5

Indonesia not always have to be batik, Indonesia could be anything. Sometimes beberapa brand tried to hide that thing karena ngerasa Jepang bagus, I want make more Japanese. Kalo kita mungkin gak bikin karya batik, tapi kita bisa bikin karya local gitu. Kita bisa ngomong ini Indonesian People yang bikin,” begitulah pendapat Nicholas mengenai ciri khas karya yang bisa jadi ciri Indonesia.

Next Plan: Menggabungkan Fashion dan Teknologi

Nicholas belum bisa berkata banyak mengenai rencana yang akan mereka wujudkan ke depannya. Katanya, semua masih dirahasiakan. Tapi, Monstore akan memberikan sentuhan teknologi dalam pengalaman berbelanja. Jadi, ketika orang berbelanja, mereka bisa langsung merasakan produk fisik yang terkoneksi dengan dunia digital.

Hmm, apa ya rencana mereka berikutnya? Jadi gak sabar nungguin nih!

Buat kamu suka dan mendukung banget semua inisiatif anak Indonesa, bisa banget nih langsung cek koleksi Superior MOB 23 Monstore x Blibli.com di Blibli.com. Sst, kamu juga bisa download wallpaper handphone koleksi ini di sini!


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY