Apakah moms memiliki bayi yang sering menangis dan sulit ditenangkan? Banyak cara yang sudah dicoba, namun moms tetap kebingungan harus bagaimana? Jangan frustasi dulu, moms tidak sendiri.

Ingat, menangis adalah satu-satunya cara bayi untuk berkomunikasi pada moms mengenai keresahannya. Jadi moms harus memahami dan berusaha mencari tahu arti dari tangisan si kecil. Apakah dia lapar? Atau dia mengantuk? Yuk ikuti beberapa panduan ini untuk memahami tangisannya.

1. Kenali suara “Neh”, “Eh”, “Owh”, “Eaihr”, dan“Eh”

suara bayi

Via Huffington Post

Menurut Pricilla Dunstan, seorang ibu asal Australia yang memiliki kemampuan lebih pada pendengarannya, semua bayi memiliki suara tangisan khas dengan arti yang berbeda-beda pada bulan-bulan awal kelahiran (0-3 bulan), yaitu:

  1. Neh – “Aku lapaaar! Minta makaaan”
  2. Eh – “Aku mau bersendawa! Angkat aku!”
  3. Eairh – “Aku mau kentut! Tolong aku!”
  4. Owh – “Aku ngantuk! Mau bobo!”
  5. Heh -”Aku tidak nyaman! Tolong periksa pampersku” “Kipas aku, aku kepanasan” “ Aku kedinginan, selimuti akuuu”

Suara-suara ini biasanya muncul sebelum ia menangis kencang, jadi moms harus lebih peka dengan keluhannya sebelum tangisannya semakin sulit dimengerti.

Karena suara “Neh”, “Heh” dan “Eh” agak sulit dibedakan akibat pelafalannya yang mirip, lebih baik moms fokus memperhatikan awalan dari tangisannya itu. Carilah suara huruf N untuk “Neh”, suara huruf H pada “Heh” dan suara huruf E pada “Eh”.

Lalu untuk suara “Owh”, perhatikan bentuk mulutnya saat menangis. Jika ia terus membulatkan bibirnya, berarti ia sedang mengantuk. Kemudian untuk suara “Eairh”, moms bisa fokus untuk mencari suara ‘R’ pada suara tangisnya. Dengan terus berlatih, moms pasti bisa membedakannya.

Tapi, kalau moms masih sulit membedakan tangisannya, lebih baik moms gunakan saja baby crying analyzer yang ada di Blibli.com ini. Tidak perlu kebingungan lagi deh untuk mengerti tangisan si kecil. Mumpung lagi promo!

2. Selain suara, perhatikan juga bahasa tubuhnya

bayi

Via Huggies

Selain dari suara, moms juga bisa memahami tangisan si kecil lewat gerak geriknya. Biasanya, bayi akan selalu menggerakkan badannya ketika menangis. Moms perlu tahu bahwa gerakan mereka selalu berbeda tergantung keluhan mereka.

Inilah beberapa panduan yang bisa moms ikuti untuk mengerti gerak-gerik tangisan si kecil dari Eva Benmeleh Roditi, psikolog anak.

  • Gerakan saat lapar melanda

Jika moms melihat si kecil menangis sambil menggigit tangan, mendekati bagian dada moms, atau mengemut dotnya dengan keras, maka itu pertanda kalau ia sedang lapar. Perhatikan gerakan mulutnya yang bergerak lebih cepat dan agresif seakan mau memasukkan makanan ke dalamnya.

  • Gerakan waktu si kecil mulai mengantuk

Saat moms melihat si kecil menangis sambil mengucek-ngucek matanya, itu pertanda kalau ia lelah dan butuh tidur. Ini saatnya moms menenangkan si kecil dan mulai mempersiapkannya untuk tidur.

  • Gerakan waktu terlalu banyak stimulus di sekitarnya

Pernahkah moms melihat si kecil menangis sambil menoleh dan menghindar ketika melihat barang-barang asing atau bertemu dengan orang baru?

Nah, gerakan ini berarti si kecil merasa gelisah dengan banyaknya stimulus baru tersebut. Lebih baik moms segera membawanya ke tempat yang lebih sepi untuk bisa menenangkannya. Mungkin ada sesuatu yang tidak ia sukai dari benda atau orang baru itu.

  • Gerakan saat ketakutan

Pada saat sedang merasa takut, si kecil akan menangis dengan suara yang melengking sambil memasang tampang kaget. Pastinya moms bisa langsung mengenali gerak gerik ini!

  • Gerakan saat perutnya penuh gas

Jika si kecil menangis sambil: mengangkat lututnya mendekati perut dengan posisi punggung melengkung ke belakang, berarti dalam perut si kecil sedang banyak gas. Apalagi ketika ia mengepalkan tangannya dengan gelisah, berarti ia ingin kentut.

Kalau seperti ini sebaiknya moms coba bantu dia mengeluarkan gas tersebut dengan memijat perutnya secara perlahan atau menggerakkan kakinya dengan gerakan mengayuh sepeda. Jika gas belum berhasil dikeluarkan, moms bisa mencoba menidurkannya dengan posisi telungkup.

  • Gerakan saat si kecil ingin manja dengan moms

Nah, jika si kecil menangis dengan pelan tanpa menunjukkan gerak gerik seperti sebelumnya, maka kemungkinan besar ia sedang merindukan pelukan dari moms. Jadi, segeralah peluk ia dengan erat dan tenangkan.

Selain 6 gerakan tersebut, Elizabeth Pantley, ahli dalam parenting juga memberikan satu gerak gerik yang penting untuk moms kenali.

Menurutnya, saat si kecil menangis sambil menggeliat dan melengkungkan punggungnya ketika digendong seperti sedang menjauhi sesuatu, hal ini berarti dia merasa tidak nyaman. Entah karena pampers penuh, udara yang terlalu panas ataupun dingin. Moms sendiri yang harus mencari tahu.


BACA JUGA Bayi Tidak Suka dengan Baju Barunya? Sst… Ini 7 Kode Bahasa untuk Memahaminya


3. Kenapa sih moms harus mengenal tangisan si kecil?

tangisan bayi

Via Secrets of Baby Behavior

Mungkin sekarang moms sudah tau bagaimana cara mengerti tangisan si kecil. Tapi selain cara-caranya, moms juga harus benar-benar mengerti alasan pentingnya mengenal tangisan si kecil.

Sekali lagi moms harus ingat, kalau para bayi hanya bisa menangis untuk berkomunikasi mengenai kebutuhannya pada moms. Mereka belum bisa mengurus dirinya sendiri sehingga mereka butuh bantuan moms sebagai orang tua untuk menghilangkan hal yang membuatnya tidak nyaman seperti rasa lapar, kantuk, dan sebagainya.

Jika moms tidak mengerti arti dari tangisan si kecil, maka moms akan mengalami kesulitan Apa moms tahu bahwa respon yang lambat pada kebutuhan untuk membuat tangisannya berhenti. Bukannya berhenti menangis saat digendong, ia malah bisa menangis semakin kencang karena kebutuhannya masih belum terpenuhi.

Bayi bisa menyebabkan dampak buruk bagi masa depannya? Menurut penelitian yang ada, bayi yang mendapat respon lambat untuk kebutuhannya cenderung tumbuh agresif dan memiliki kepercayaan diri yang rendah saat dewasa.

Berbeda dengan mereka, bayi yang mendapat respon cepat untuk kebutuhannya cenderung bersikap lebih dewasa dan bisa berinteraksi lebih mudah dengan orang lain. Selain itu, mereka juga memiliki kemampuan problem solving yang bagus, pintar dalam berbahasa, dan juga lebih memiliki hati nurani yang baik.

Jadi, jika moms ingin memiliki anak yang sehat perkembangan jiwa raganya, maka lebih baik moms kenali dulu arti dari tangisannya dan segera penuhi kebutuhannya.

Selain berdampak positif bagi si kecil, mengerti tangisan si kecil juga bisa membuat moms tidak mudah stres dan letih, karena bisa dengan lebih mudah menenangkan si kecil. Jadi, sudah siapkah moms menjadi ahli penerjemah tangisan bayi?

Ruth

Happy mommy of twin 3yo, living in Jakarta and working for digital media company.

That's why I like to doing some research and asking for some opinion to my friends via social media, messenger apps, or even small gathering at cafe.

I’m living in a daily activity filled with innovative books about parenting and interior that come bundled with extra hot chocolate marshmallow and home-made cake.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY