Alat Musik Tanjidor, Orkes Betawi dan Sejarah Panjangnya

alat musik tanjidor

Alat Musik Tanjidor – Bagi yang tinggal di wilayah Jakarta dan sekitarnya mungkin udah pernah mendengar tentang Tanjidor. Ini merupakan alat musik satu ini menjadi salah satu ciri khas dari masyarakat Betawi, nih, kelompok masyarakat yang merupakan penduduk asli Jakarta. 

Tapi ternyata nggak semua orang Indonesia mengenal alat musik Tanjidor, terutama karena saat ini alat musik ini udah jarang banget digunakan. Sangat unik dan menarik, yuk cari tahu lebih detail tentang Tanjidor.


Baca juga: Mudah Dibuat! Intip Resep Soto Betawi

Asal Mula Alat Musik Tanjidor di Betawi

alat musik tanjidor
Image Source: suara.com

Tanjidor identik dengan sebuah kelompok musik di Betawi. Bentuk kelompok musik ini seperti orkes yang membawakan beberapa alat musik berbeda. Seni musik ini mulai berkembang di betawi pada abad ke-18. Dipercaya, alat musik ini merupakan pengaruh yang dibawa oleh orang Portugis yang tinggal di Betawi. 

Kata Tanjidor sendiri diambil dari kata dalam bahasa Portugis ‘tangedor’ yang berarti alat musik berdawai. Tapi Tanjidor yang ada di Betawi kebanyakan merupakan alat musik tiup dan pukul seperti saksofon, klarinet, trombon, drum, tambur, dan simbal. Sementara tangedor yang ada di Portugis lebih identik dengan alat musik berdawai.

Jadi meski terinspirasi oleh kesenian Portugis, di Betawi perkembangannya mengalami perubahan. Di masa lalu, orkes tersebut dimainkan oleh para budak untuk menghibur tuannya. Mereka biasanya memainkan musik untuk dansa bagi para tuan Eropa. 

Di tahun 1860, perbudakan di Tanah Air akhirnya dihapuskan. Para budak yang tadinya bekerja sebagai pemain musik untuk masyarakat Eropa kalangan atas ini akhirnya membentuk orkes sendiri dan mencari penghidupan dengan cara mengamen. Karena lebih banyak bermain untuk masyarakat pribumi, akhirnya musik yang dimainkan pun mengalami pergeseran. Dari musik ala Eropa menjadi musik yang lebih dekat dengan masyarakat Betawi. 

Jenis Alat Musik Tanjidor dan Penggunaannya di Masa Modern

musik tanjidor
Image Source: sudinpusarjakpus.jakarta.go.id

Orkes ini biasanya dimainkan oleh 7 sampai 10 orang. Sebuah orkes Tanjidor yang lengkap menggunakan alat musik berupa Trompet, Tuba Eufonium, Vibraphone, Mellophone, Sousaphone, Xylophone, Snare Drum, Drum Bass, Marimba, Quarto, Simbal, Cabasa, dan Maracas. 

Sayangnya, nih, saat ini udah lumayan sulit menemukan kelompok musik yang memainkan Tanjidor. Biasanya orkes ini bisa ditemukan di perayaan Cap Gomeh di kalangan keturunan China Betawi, acara pernikahan masyarakat Betawi, dan acara tradisional Betawi lainnya seperti ulang tahun DKI Jakarta, dan lain-lain. Orkes Tanjidor juga biasanya terlihat di acara pemerintahan DKI Jakarta. 

Lagu yang dimainkan saat ini ada yang masih bergaya Belanda tapi menggunakan bahasa Betawi. Beberapa contoh lagu bergaya Belanda yang biasa dibawakan orkes Tanjidor adalah Was Tak-Tak dan Batalion. Sementara lagu Betawi yang sering dimainkan adalah Jali-Jali, Kicir-Kicir, dan Sirih Kuning. 

Kalau kamu pernah nonton sinetron Si Doel, pasti tahu adegan si Atun yang terjebak di dalam alat musik, kan? Ini adalah salah satu jenis alat musik yang dimainkan hingga kini dalam satu grup Tanjidor. Nah, ini nih cuplikan episode Atun yang terjebak dalam alat masuk tanjidor. 

Buat kamu yang penasaran dengan bunyi musik tanjidor, yuk simak video ini!


Baca juga: Ketahui Yuk Alat Musik Ritmis dan Fungsinya

Tertarik untuk mempelajari seni musik Tanjidor? Kamu bisa membantu melestarikan seni musik yang merupakan bagian dari budaya Betawi ini dengan mempelajari cara memainkan Tanjidor. Jika generasi muda tertarik dan mempelajarinya, maka kesenian ini tidak akan menghilang. Dapatkan alat musik Tanjidor dan alat musik lainnya di Blibli. Yuk lestarikan seni musik tradisional yang indah ini.

Temukan Berbagai Alat Musik Lainnya Hanya di Sini!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY