Kekayaan Seni dan Alat Musik Sunda 

alat musik sunda

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Bicara mengenai seni musik saja, ada banyak sekali jenisnya. Salah satu yang paling dikenal adalah alat musik Sunda. Jawa Barat menyumbang kekayaan seni musik yang cukup beragam dalam budaya seni di Indonesia. 

Salah satu yang paling dikenal adalah Angklung. Bahkan kepopuleran Angklung nggak cuma di dalam negeri saja, melainkan sudah mendunia. Meski Angklung adalah yang paling populer, tapi Jawa Barat masih punya alat musik lainnya yang tak kalah menarik. Yuk, simak 3 di antaranya.


Baca juga: Saung Angklung Udjo yang Legendaris

Angklung dan Sejarah Panjangnya

angklung bambu
Image Source: hanyaberbagi.com

Angklung sudah digunakan sejak masa kerajaan, bahkan sebelum Tanah Air dikuasai oleh penjajah dari Barat. Saat agama Hindu berkembang, Angklung digunakan sebagai pengganti bel oleh pendeta agama Hindu, pedanda. Selain digunakan untuk ritual dan upacara keagamaan, Angklung juga digunakan untuk acara tradisional yang berkaitan dengan padi dan pertanian. Uniknya, Angklung juga pernah digunakan dalam perang. 

Untuk apa? Di masa Kerajaan Pajajaran, terutama saat pecah Perang Bubat, angklung digunakan oleh tentara Kerajaan Pajajaran untuk membangkitkan semangat tempur. Walau saat ini sulit dibayangkan, tapi hal ini benar-benar terjadi di masa nenek moyang. Terbuat dari bambu, Angklung sebenarnya terdiri dari beberapa jenis. 

Pada dasarnya, Angklung terbagi menjadi 2, yaitu Angklung tradisional yang menghasilkan nada pentatonis, dan Angklung modern yang menghasilkan nada diatonis. Angklung tradisional terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu Angklung Badeng, Kanekes, Gubrag, Buncis, dan Dogdog Lojor. Angklung modern punya ukuran yang berbeda-beda. Penggunaan Angklung yang besar atau kecil biasanya tergantung dari usia pemainnya. 

Calung, Perkusi dari Bambu

alat musik sunda - calung
Image Source: sipaku.disparbud.garutkab.go.id

Kalau dilihat dari bentuknya, Calung terlihat seperti Angklung. Ini karena kedua alat musik ini sama-sama terbuat dari bambu. Tetapi sebenarnya kedua alat musik ini sangat berbeda. Kalau Angklung dimainkan dengan cara digoyangkan, Calung dimainkan dengan cara dipukul. 

Bambu yang digunakan untuk Calung bukan sembarang bambu, melainkan bambu jenis tertentu. Tepatnya bambu putih atau dalam bahasa Sundanya adalah awi teman, atau bambu hitam atau awi wulung. Sebenarnya Calung terdiri dari 2 jenis, yaitu Calung Jinjing dan Calung Rantay. Namun yang lebih sering digunakan dan lebih populer adalah Calung Jinjing. 

Kecapi, Alat Musik Petik Asal Sunda

alat musik kecapi
Image Source: silontong.com

Kecapi dipercaya berasal dari Kuningan, Jawa Barat. Terbuat dari kayu tanaman sentul, Kecapi adalah alat musik utama dalam tembang Sunda Mamaos atau Cianjuran. Di masa lalu, Kecapi tentu saja hanya digunakan untuk mengiringi lagu-lagu tradisional Jawa Barat. Tapi dalam perkembangannya, Kecapi juga digunakan untuk mengiringi lagu dari berbagai genre yang lebih modern seperti dangdut dan pop. 

Berdasarkan dari bentuknya, Kecapi terbagi menjadi 2 yaitu Kecapi Parahu dan Kecapi Siter. Sesuai namanya, Kecapi Parahu bentuknya menyerupai perahu. Untuk membuat 1 Kecapi Parahu butuh waktu sekitar 3 bulan. 

Sebaliknya, Kecapi Siter pembuatannya lebih sederhana. Bentuknya seperti trapesium, biasanya Kecapi ini dimainkan beriringan dengan suling Sunda. Paduan keduanya mampu menghasilkan alunan musik yang merdu.


Baca juga: Perbedaan Tangga Nada Diatonis dan Pentatonis

Karena termasuk seni budaya yang cukup populer di Indonesia, seni musik Sunda masih cukup diminati. Meskipun nggak sebanyak penggemar alat musik modern, tapi kelompok musik tradisional Sunda masih lebih mudah ditemukan dibandingkan dari daerah lainnya, lho. Mari ikut melestarikan alat musik Sunda dan temukan berbagai alat musik lainnya di Blibli. Kamu juga akan mendapatkan berbagai pilihan dan promo menarik di setiap transaksinya.

Dapatkan Beragam Alat Musik Lainnya Hanya di Sini!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY