Indahnya Alat Musik Gambus di Indonesia

alat musik gambus

Alat Musik Gambus adalah alat musik yang berasal dari Timur Tengah. Musik ini merupakan alat musik petik. Sebuah Gambus biasanya memiliki paling sedikit 3 buah senar dan paling banyak 12 senar. Biasanya Gambus dimainkan dalam sebuah kelompok musik atau orkes. Gambus dimainkan bersama alat musik pukul seperti gendang. 

Lagu yang dimainkan alat musik ini biasanya untuk mengiringi tari Zapin, tarian Melayu yang ditarikan oleh pria. Irama musiknya pada umumnya bergaya Timur Tengah dengan lirik yang bertema keagamaan. DI Indonesia, Gambus pernah ada di Sumatera dan Kalimantan. Tapi sekarang alat musik ini telah dianggap sebagai milik masyarakat Betawi.


Baca juga: Jangan Ngaku Pecinta Musik Kalau Kamu Belum Punya 5 Item Ini!

Masuknya Alat Musik Gambus ke Indonesia

alat musik gambus
Image Source: mekongarzz.net

Dipercaya alat musik ini dibawa oleh para pedagang Timur Tengah yang masuk ke perairan Nusantara di sekitar abad ke-7 sampai abad ke-15. Seperti yang banyak diceritakan oleh sejarah, para pedagang ini tidak hanya datang untuk menjual barang dagangannya saja. Mereka juga berdakwah dan beberapa justru menetap di daerah pesisir Tanah Air. 

Ada yang menetap untuk sementara saja dan ada juga yang menghabiskan sisa hidupnya, bahkan menikah dan memiliki keturunan di Tanah Air. Sedikit banyak kebudayaan Timur Tengah pun dibawa ke masyarakat pribumi. Salah satunya adalah Gambus. Di Sumatera, Gambus mulai masuk di masyarakat Melayu Riau. Nggak hanya di Sumatera, Gambus juga masuk ke Kalimantan. Berbeda dari Sumatera, di Kalimantan Gambus dibawa dari Brunei Darussalam yang tinggal di Desa Mengkiang yang berada di salah satu alur anak Sungai Kapuas. 

Keunikan alat musik petik Gambus ini membuat masyarakat sekitar terpesona dan mulai tertarik mempelajarinya. Sementara di Betawi, gambus baru masuk pada awal abad ke-19. Saat itu, banyak imigran yang berasal dari Yaman Selatan dan Gujarat datang ke Betawi. Kemudian Gambus menjadi populer di tahun 1940-an, terutama pada acara pernikahan.

Pergeseran Alat Musik Gambus dari Solo Menjadi Kelompok

alat musik gambus
Image Source: dailysia.com

Pada awalnya, Gambus dimainkan untuk hiburan pribadi saja. Pemain Gambus akan memainkan alat musik sambil melantunkan syair yang bertemakan Islami. Selain tema Islami, biasanya juga mereka melantunkan lagu yang bertema asmara atau kehidupan sehari-hari. Contohnya bagaimana kehidupan para nelayan. Seperti halnya di masa kini saat orang bermain musik untuk hiburan pribadi, mereka bermain Gambus begitu saja tanpa persiapan khusus. 

Selain untuk hiburan bagi diri sendiri, Gambus dimainkan dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Saat ini, Gambus sudah sangat jarang dimainkan sendiri. Biasanya alat musik ini dimainkan secara berkelompok. 

Dikenal sebagai pengiring tari Zapin, Gambus juga berfungsi untuk mengiringi marawis. Gambus bisa ditemui pada acara seperti resepsi pernikahan, menyambut tamu, dan perayaan adat lainnya. Pada kesempatan ini, lagu yang dibawakan biasanya bertema umum. Sementara untuk acara perayaan khatam Al-Qur’an, khitanan, dan lain-lain lagu yang dibawakan tetap yang mengandung makna Islami. 


Baca juga: Asah Kecerdasan Musikal Anak Sejak Dini

Walau pernah menjadi alat musik yang populer di tahun 1940-an, saat ini Gambus sudah semakin jarang ditemukan. Tidak banyak anak muda yang mau mempelajari alat musik ini. Gambus adalah alat musik yang sangat indah dengan sejarah menarik. Sebagai generasi muda, kita bisa melestarikannya dengan mendapatkan alat musik Gambus di Blibli. Jangan biarkan alat musik ini hilang dari Tanah Air. Yuk, ikut serta melestarikannya.

Temukan Berbagai Alat Musik Lainnya Hanya di Sini!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY