Perkembangan ilmu kedokteran dan kesehatan yang maju menyebabkan jangka dan harapan hidup manusia semakin meningkat. Usia kronologis (usia yang tertera di KTP) dan biologis (usia fungsi biologis tubuh) pun sudah nggak begitu relevan.

Beberapa puluh tahun sebelumnya, semakin tua usia seseorang maka semakin mudah pula ia sakit-sakitan. Namun, sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan orang tua untuk tetap berbadan bugar dan berjiwa muda, bahkan ketika umur sudah sangat lanjut sekalipun.

Contohnya, kenalan dulu dengan Carmen Dell’Orifice  dan Wang Deshun. Keduanya berprofesi sebagai model dan sudah biasa menjadi halaman depan majalah Vogue! Dengan wajah dan bentuk badan seperti itu, siapa sangka umur mereka sudah 80-an!

model

Via Wang Deshun dan Reacho.in

Bagaimana dengan mbah Ernestine Sheperd? Nenek satu ini punya otot lengan dan perut yang lebih berisi dari kebanyakan anak muda zaman sekarang. Lihat saja sendiri!

model

Via shminhe.com

Ketiga lansia di atas menjadi contoh nyata bahwa orang tua bisa tetap stay young di usia lanjut! Kalau kamu punya orang tua di rumah yang sedang menapak kaki di usia lanjut, jangan lupa memastikan mereka untuk melakukan hal-hal berikut biar awet muda!

1. Dua aturan ketika makan

aturan-makan

Hal yang paling utama untuk stay young adalah makanan! Setidaknya ada 2 aturan utama yang harus dipatuhi di sini. Pertama, hindari gula, garam, dan lemak hewani yang berlebihan.

Hindari makanan manis bertepung seperti kue, donat, dan es krim. Kuah bakso, mi, ataupun kaldu daging yang terlalu asin juga dikurangi. Apalagi bagi orang tua pecinta goreng-gorengan, kerupuk, dan daging panggang, sebaiknya beralih ke makanan yang lebih sehat, ya.

Aturan kedua, perbanyak konsumsi makanan yang mengandung anti-oksidan, protein, dan karbohidrat berserat. Semua orang tua di dunia yang ingin awet muda perlu belajar dari penduduk lansia di Okinawa. Para opa dan oma di sini bisa hidup lebih dari usia 100 tahun!

Menu utama makanan penduduk Okinawa adalah ubi jalar atau ketela. Kandungan serat dan karbohidrat kompleks di dalamnya bisa membantu proses pencernaan dan peredaran darah menjadi lebih lancar. Selain itu, produk makanan laut yang kaya akan protein seperti ikan dan rumput laut juga bisa membantu merawat kesehatan sel dalam tubuh.

makanan

Terakhir, senyawa anti-oksidan  memiliki kemampuan untuk mencegah proses oksidasi yang menghambat penuaan sel. Buah delima dan blueberry bisa menjadi andalanmu untuk sumber anti-oksidan sehari-hari!

2. Selain makanan, asupan suplemen juga penting!

suplemen

Via emaze.com

Selain makanan, orang tua juga perlu mengonsumsi suplemen dan zat di luar makanan utama yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi kesehatan mereka.

Misalnya, orang tua bisa mengonsumsi susu untuk tulang dan kebutuhan kalsium lainnya, serat kompleks dari gandum-ganduman, dan sari pati ayam untuk kesegaran otak.

Selain suplemen, orang tua sebaiknya segera mengurangi dan menghentikan kebiasaan mengonsumsi zat-zat berbahaya, seperti rokok dan alkohol. Percuma saja sudah susah payah berusaha mengawetkan tubuh kalau badan masih dirusak oleh kebiasaan-kebiasaan tersebut.

3. Nggak pernah terlalu tua untuk berolahragaolahraga

Via Lifebuzz.com

Teman pola makan yang baik tentu adalah olahraga. Namun, bukan hanya sekadar senam poco-poco di taman kota setiap minggu pagi, ya.

Idealnya, orang tua membutuhkan setidaknya 2 setengah jam aktivitas aerobik sedang. Contoh aktivitas yang bisa dilakukan seperti bersepeda, senam sehat, jalan-jalan santai, atau bahkan tai-chi.

Selain itu, orang tua juga perlu melatih otot-otot besar, seperti otot pinggang, dada, perut, tangan, dan kaki. Otot besar yang kencang dan kuat sangat bermanfaat untuk melindungi organ tubuh, lho.

Kamu bisa mengajak orang tua mengangkat barbel ringan, main tenis, bulutangkis, ataupun golf. Kalau ingin yang lebih fun, sedikit dansa cha-cha dan tango juga bagus, loh!


BACA JUGA Tetap Eksis Sampai Kini, 5 Pengobatan Tradisional Ini Bakal Membuatmu Kembali Sehat


4. Bermain dan belajar itu nggak pandang umur

belajarVia thereaderonline.com

Kesehatan di usia tua sebenarnya nggak bisa hanya diukur dari segi raga, namun juga jiwa (pikiran dan perasaan). Artinya, otak (pikiran; kognisi) perlu selalu diasah, dan emosi harus selalu stabil.

Untuk menjaga ketajaman berpikir, orang tua perlu diajak bermain dan belajar. Bermain di sini bukan gaming console atau PC, ya, namun permainan yang lebih tradisional, seperti main kartu, rubik, atau mahjong misalnya.

Bermain permainan strategis sederhana seperti ini akan sangat membantu mempertahankan fungsi kognitif pada orang tua. Bahkan, bisa membantu memperlambat (dan mengobati) kepikunan, lho!

Selain bermain, ada bagusnya kalau orang tua juga belajar informasi baru. Misalnya, belajar menggunakan komputer, gadget, atau barang elektronik baru. Selain tetap up-to-date dengan para anak cucunya, belajar teknologi baru bisa mendorong otak untuk tetap aktif.

Belajar kaligrafi, membaca buku, dan mengisi teka-teki silang juga menjadi opsi bagus. Selain santai dan sederhana, orang tua juga jadi nggak mudah bosan.

5. Semua kurang berarti tanpa keluarga di sisi

keluarga

Keempat poin di atas nggak akan terlalu berfungsi baik jika orang tua kebanyakan menghabiskan waktunya sendiri. Kesepian adalah hal paling berbahaya yang bisa dirasakan oleh orang tua. Mereka yang nggak punya teman ngobrol dan bersosialisasi cenderung mengalami depresi dan gangguan kesehatan.

Menurut penelitian dari Inggris, semakin jauh tempat tinggal dan semakin sulit seorang anak dihubungi, maka semakin tinggi resiko gangguan suasana hati (mood) dan pikiran orang tua.

Orang tua butuh intimasi dan kehidupan sosial. Mereka butuh teman bicara, teman bermain, dan teman berinteraksi. Mereka juga punya keinginan untuk menceritakan hari-hari mereka, mendiskusikan apa yang ditonton di TV, dan penasaran dengan kehidupan keluarganya.

Selain itu, jika jarang ada orang yang berada di samping mereka, maka siapa yang bisa siap menolong ketika terjadi sesuatu yang nggak diinginkan (jatuh, pingsan, atau kehabisan makan-minum)?

6. Aktivitas-aktivitas yang menyenangkan

aktifitas-menyenangkanVia abcnews.com

Yang terakhir adalah ajak orang tua untuk mengikuti aktivitas yang menyenangkan! Misalnya, berkaraoke, travelling, masak bersama, merajut, dan memelihara binatang piaraan.

Beberapa hal tersebut bahkan sudah menjadi terapi khusus untuk membantu menjaga kesehatan jiwa raga orang tua, lho. Rajin menyanyi mampu nggak hanya mampu mencegah kepikunan, namun juga memudahkan tidur, menyembuhkan sakit sendi, dan penyakit urat.

merajut

Via kattyhuertas.com

Jika orang tua sedang bersantai di rumah, coba ajari cara merajut, deh. Aktivitas ini bisa menenangkan pikiran, menurunkan stress, melatih otot tangan dan jari, serta mempertahankan ketajaman mata mereka.

Apalagi, orang tua yang mengikuti kelas merajut bisa bertemu dengan para penghobi rajut/jahit lainnya. Ingat, efek dari aktivitas-aktivitas ini akan membawa hasil lebih maksimal jika ada unsur sosial (ada teman dan proses interaksi).

Sudah banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa tips-tips di atas bermanfaat dan layak dicoba. Semoga orang tua di keluargamu panjang umur, dan selalu stay young setelah mengikuti tips-tips di atas, ya!

Mungkin suatu saat (siapa tahu), kamu bisa menjadi anak atau cucu seorang model papan atas juga!

Nadine

Nadine

Hi, my name is Nadine, a fashion stylist who loves make up too! My routines is reading a bunch of information about fashion, lifestyle, and entertainment.

Before that, I have another habit such jogging, yoga, and sipping a glass full of smoothies every single morning.

I like to hang out with my besties after work, enjoying a cup of green tea while discussing everything.
Nadine

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY