Dengan lebih dari 30 provinsi serta ratusan suku bangsa, Indonesia tentu menyimpan kekayaan ragam budaya yang menarik, salah satunya dalam bidang kuliner. Ada banyak sekali pilihan kuliner khas yang hanya bisa kamu temukan di sepanjang Sabang hingga Merauke.

Untuk nasi saja, Indonesia memiliki banyak teknik pengolahan yang bervariasi. Beberapa olahan nasi khas nusantara berikut dijamin mampu memanjakan penikmat kuliner nusantara.

1. Nasi Uduk Betawi

nasi-uduk
Via Nasiudukbetawi

Nasi khas betawi ini dimasak dengan diaron terlebih dahulu dengan santan dan berbagai rempah, seperti daun salam, daun jeruk, laos, lengkuas, dan serai. Wajar saja nasi uduk memiliki aroma yang menggoda, apalagi sehabis ditanak dan asapnya masih mengepul.

Nasi uduk dipercaya sudah ada sejak abad ke-14 dan dikonsumsi masyarakat Melayu. Namun, menjadi terkenal di kalangan warga Betawi ketika orang-orang Melayu hijrah ke pulau Jawa.

Ada yang bilang nasi uduk berasal dari bahasa Sunda ‘uduk’ yang artinya bersatu atau bercampur. Biasanya nasi uduk disajikan dengan berbagai lauk seperti telur dadar, tahu dan tempe, serta daging ayam. Di daerah lain seperti di Sumatera, nasi ini dikenal dengan nama nasi gemuk loh!

 2. Nasi Megono – Pekalongan

nasi-megono
Via Cookpad

Panganan sederhana khas Pekalongan ini identik dengan makanan khas pedesaan Indonesia. Sayur megono yang menjadi bahan utama kuliner ini adalah campuran dari nangka muda yang dicincang sampai halus dan diberi parutan kelapa muda dan berbagai rempah-rempah.

Selain sayur megono, pangan ini disajikan bersama berbagai lauk, seperti opor ayam, ayam goreng, tempe goreng tepung, pepes tahu teri, pepes jamur, dan ikan pindang. Meski dikenal sebagai makanan orang-orang pedesaan, jangan pandang sebelah mata kenikmatan kuliner satu ini, loh!

 3. Nasi Kebuli

nasi-kebuli
Via Resep Umi

Budaya Arab Timur Tengah dan India Muslim memberikan pengaruh besar dalam cita rasa kuliner khas warga keturunan Arab satu ini

Dimasak bersama kaldu daging kambing, susu kambing, atau terkadang diganti menjadi santan kelapa, serta berbagai rempah dan minyak samin membuat nasi ini memiliki rasa yang gurih. Setelah ditanak, Nasi kebuli disajikan dengan daging kambing goreng dan dilengkapi dengan taburan kurma atau kismis.

Nasi yang kerap disajikan dalam perayaan keagamaan Islam seperti Idul Fitri, Idul Adha, dan Maulid ini menggunakan minyak samin yang memberikan warna khusus dan menjadi ciri khas dari kuliner warga keturunan Arab Timur Tengah satu ini.

 4. Nasi Jagung

nasi-jagung
Via Firdaus 45

Dikenal juga dengan istilah nasek empog, kuliner satu ini menggunakan jagung sebagai bahan utama. Nasi jagung terkenal di pulau Jawa, khususnya di Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura serta Nusa Tenggara.

Nasi ini terbuat dari jagung yang sudah tua atau biasa disebut jagung pipil yang ditumbuk sehingga menjadi beras jagung yang halus. Beras jagung ini kemudian ditanak hingga menjadi nasi jagung. Menanak beras jagung membutuhkan air yang lebih banyak daripada beras padi karena sifat jagung yang menyerap air.

Seperti nasi putih, nasi jagung disantap bersama berbagai macam lauk-pauk khas Indonesia, seperti ayam kalasan dan kerupuk!

5. Nasi Minyak

nasi-minyakVia NatureAdventure

Berbeda dengan nasi kebuli, nasi minyak di Palembang biasanya disantap dengan kuah kari dan ditemani oleh lauk khas Sumatera Selatan seperti malbi dan sambal nanas yang pasti makin menggoda selera makan!

Dahulu, kuliner satu ini dianggap panganan mewah bagi masyarakat Palembang karena hanya boleh disantap oleh Sultan dan pada saat-saat tertentu saja lho! Seperti sehabis sholat Jumat dan pesta perayaan kesultanan. Jadi serasa seperti sultan deh kalo bisa makan nasi satu ini!

6. Nasi Bakar

nasi-bakar
Via Maksindo

Nasi bakar disajikan secara sederhana dengan cara dibakar di dalam balutan daun pisang bersama santan dan juga bumbu lainnya. Terkadang nasi bakar juga dibakar bersama lauk seperti teri medan, cumi, udang, ataupun daging ayam.

Nasi bakar ini serupa dengan kuliner khas Manado yang disebut nasi jaha atau nasi jahe. Bedanya, nasi jaha menggunakan beras ketan yang dibumbui jahe dan diendapkan ke dalam santan kelapa. Dalam proses pembakarannya, nasi jaha tidak hanya dibungkus dengan daun pisang tetapi juga dimasukkan ke dalam bambu.

Selain itu, di Nusa Tenggara Timur juga terdapat panganan nasi yang disebut kolo yang juga dibakar menggunakan bambu. Kolo sendiri merupakan sajian khas pesta adat dan syukuran panen di daerah Nusa Tenggara. Unik sekali ya!

 7. Nasi Subutnasi-subut

Via Makeslifetastier

Nasi satu ini tampil unik dan cantik sekali dengan warna keunguan. Warna ungu dari nasi ini dihasilkan oleh ubi ungu yang menjadi bahan utamanya. Selain ubi ungu, masih ada butiran jagung yang dicampur ke dalam nasi khas Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara ini.

Bahan-bahan ini menjadikan nasi subut aman bagi penderita diabetes karena kandungan gulanya yang rendah. Jadi, untuk kamu yang memiliki masalah dengan kandungan gula darah atau hendak berdiet, kamu bisa mengganti nasi putih dengan nasi subut.


BACA JUGA 7 Makanan Organik yang Sehat, Tapi Aneh Banget!


8. Nasi Tutug Oncom

nais-tutug-oncom

Via Sebandung

Nasi tutug oncom adalah masakan khas Sunda yang berasal dari Tasik. Namun kuliner ini baru populer pada awal tahun 2000 karena rasanya yang unik dan lezat.

Oncom sendiri merupakan bahan makanan yang sudah tidak asing bagi masyarakat Jawa Barat. Oncom diolah melalui proses penggorengan dan dilumat serta di campur dengan berbagai bumbu. Pengolahan seperti ini akan menghasilkan oncom yang terlihat seperti butiran-butiran kasar. Butiran oncom inilah yang kemudian diaduk bersama nasi.

Nasi tutug oncom memiliki tekstur yang unik karena terdapat tekstur oncom yang lebih kasar daripada butiran nasi. Biasanya nasi tutug oncom disantap dengan berbagai lauk yang digoreng ataupun dibakar seperti pepes atau tempe goreng.

9. Nasi Kuningnasi-kuning

Via The Yummy Journey

Tak lengkap rasanya jika kita tidak membahas nasi kuning. Kuliner satu ini sudah terkenal di seluruh penjuru nusantara dan bahkan setiap daerah memiliki kekhasan masing-masing dalam penyajian nasi kuning.

Warna kuning yang khas pada nasi kuning dihasilkan secara alami oleh kunyit. Dan warna ini memiliki arti khusus. Warna kuning ini dianggap sebagai simbol dari gunung emas yang bermakna kekayaan, kemakmuran, dan keluhuran moral. Hal ini membuat nasi kuning kerap disajikan ketika berbagai acara dan upacara khusus dalam bentuk tumpengan.

Tumpeng sendiri adalah penyajian nasi secara tradisional khas Indonesia berbentuk kerucut seperti gunung. Disajikan diatas tampah bundar dari anyaman bambu beralas daun pisang dengan berbagai lauk pauk seperti ayam goreng, rendang, urap, dan lain-lain di sekelilingnya membuat tumpeng nasi kuning semakin menggugah selera makan!

Bagaimana? Kamu pasti dibuat ngiler oleh kayanya ragam kuliner nasi di nusantara. Jangan hanya menikmatinya di restoran atau warung-warung saja, coba buat sendiri di rumah, ya!

Selain ikut melestarikan resep kuliner khas nusantara, tentu masakanmu akan jauh lebih sehat dengan bahan makanan alami. Apalagi bila kamu menggunakan beras organik yang terbebas dari berbagai zat kimia berbahaya. Nggak hanya lezat di lidah, tapi juga sehat di perut!

Ruth

Ruth

Happy mommy of twin 3yo, living in Jakarta and working for digital media company.

That's why I like to doing some research and asking for some opinion to my friends via social media, messenger apps, or even small gathering at cafe.

I’m living in a daily activity filled with innovative books about parenting and interior that come bundled with extra hot chocolate marshmallow and home-made cake.
Ruth

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY