5 Tips Ampuh untuk Melatih Anak Disiplin

Setiap hari, Moms dihadapkan dengan berbagai kekacauan dan keributan kecil di dalam rumah. Mulai dari pagi yang sibuk karena si kakak telat bangun, hingga rumah yang berantakan karena adik tak terbiasa membereskan mainannya. Semua terjadi karena anak-anak belum terlatih disiplin.

Disiplin adalah bentuk tindakan untuk mengikuti dan melakukan sesuatu sesuai nilai dan aturan. Masalahnya, anak-anak tidak langsung bisa disiplin sejak lahir. Keterampilan OTMP (Organization, Time Management, dan Planning) anak merupakan salah satu hal yang bisa menumbuhkan kedisiplinannya.

Untungnya, menurut Orissa Anggita Rinjani, M.Psi, Psi, Expert Partner Sahabat Ibu Pintar, keterampilan OTMP merupakan sesuatu yang bisa dipelajari. Berikut beberapa tips untuk melatih anak disiplin.

Buat Jadwal, Bangun Kebiasaan

Photo by Unsplash

Moms bisa berdiskusi dengan si kecil dan menentukan waktu terbaik untuk belajar di rumah, bermain, tidur siang, mandi, sikat gigi dan kegiatan lainnya. Saat menyusun jadwal, Moms juga perlu menjelaskan nilai positif setiap kegiatan, dan alasan pemilihan waktunya. Misalnya, jam belajar mesti dijadwalkan sebelum bermain agar si kecil tidak terlalu lelah dan bisa berkonsentrasi mengerjakan tugas sekolah.

Setelah jadwal tersusun sempurna, Moms tidak bisa berharap si kecil akan langsung mengikuti aturan sesuai kesepakatan. Moms masih perlu membimbingnya agar terbiasa dengan aturan baru. Kalau perlu, Moms bisa memasang gambar bagan kegiatan pagi mulai dari mandi, menyikat gigi, berpakaian dan sarapan di kamar si kecil agar ia selalu ingat. Ketika semua aktivitas harian telah menjadi rutinitas, maka si kecil akan lebih mudah menjalaninya.

IMOO Z5 SMARTWATCH INI BISA JADI HADIAH ISTIMEWA BUAT SI KECIL.

Beri Konsekuensi Jika Diperlukan

Photo by Unsplash

Latihan disiplin merupakan proses yang panjang. Dalam perjalanan mendidik anak, si kecil akan membuat beberapa kesalahan dan melanggar peraturan. Ketika hal itu terjadi, biarkan ia mengalami konsekuensinya.

Seperti diungkapkan Orissa di artikel ini, misalkan suatu hari anak salah memakai seragam atau lupa membawa tugasnya ke sekolah, Moms tidak perlu selalu menjadi penyelamat dengan mengantarkannya ke sekolah. Sesampainya di rumah, ingatkan kembali apa yang dapat anak lakukan untuk mencegah hal tersebut terulang kembali.

STORAGE BOX DARI JYSK INI BISA DIGUNAKAN UNTUK MENYIMPAN MAINAN ANAK-ANAK.

Hargai Usaha Anak

Photo by Pexels

Sebaliknya, ketika si kecil melakukan kebaikan dan berhasil mematuhi jadwal, Moms mesti memberikan penghargaan. Hadiah untuk anak yang disiplin tidak harus selalu berupa barang. Moms bisa memberikan pujian pada anak. Kata-kata positif akan membuat anak bangga akan diri sendiri, percaya diri, dan bersemangat untuk melakukan kebaikan lainnya.

Selain itu, Moms juga dapat memberikan hadiah sederhana lainnya. Misalnya, stiker bintang yang ditempel di bukunya, camilan favorit anak, dan sebagainya. Sistem pemberian hadiah bersifat jangka pendek, sehingga perlu dikurangi seiring waktu ketika anak sudah berhasil mendisiplinkan diri.

STIKER BERGAMBAR BINTANG TERSENYUM INI BISA JADI PILIHAN REWARD BUAT SI KECIL

Ajarkan Cara Pemecahan Masalah

Photo by Pexels

Jika sistem “hadiah dan hukuman” belum berhasil untuk membuat anak lebih disiplin, Moms dapat mengajarkan cara memecahkan masalah. Pertama, Moms perlu menanyakan kendala yang ia hadapi sehingga tidak bisa mengikuti jadwal yang sudah disepakati. Kemudian, Moms dapat membantunya mencari solusi terbaik.

Sebagai contoh, ketika anak seringkali tidak bisa berangkat sekolah tepat waktu karena persiapan yang terlalu lama. Maka, Moms bisa memintanya menyiapkan buku dan pakaian sejak malam hari, dan memasang alarm lima menit sebelum waktu bangun.

CEK ETL LEARNING INTERACTIVE BOOKS YANG BISA MEMBANTU ANAK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH.

Memberi Contoh

Photo by Unsplash

Orangtua adalah contoh terbaik untuk anak-anak. Jika si kecil melihat ibunya mendahulukan nonton televisi dibandingkan dengan mencuci piring yang sudah menumpuk, maka ia pun akan menjadi anak yang suka menunda pekerjaan. Bahkan, anak-anak yang kritis bisa mempertanyakan perilaku orangtuanya yang tidak disiplin tapi memintanya mematuhi aturan.

Jadi, jika ingin si kecil disiplin, Moms juga perlu mengubah perilaku diri sendiri. Buatlah daftar kelemahan yang ada diri Moms, dan berjuang untuk memperbaikinya.

JAM WEKER DENGAN BELL MELODI INI AKAN MEMBANTU ANAK BANGUN PAGI.

Pelatihan disiplin pada anak bukan tentang memberi aturan dan hukuman. Tetapi, proses pembelajaran harus dilalui dengan saling bicara dan mendengarkan. Dengan demikian, anak akan berusaha menuruti aturan tanpa tekanan.

Ibu yang selalu mau mendengarkan anaknya seperti Moms adalah orangtua terbaik nomor satu di seluruh dunia. Moms seperti Blibli.com yang selalu siap menerima keluh kesah pelanggan dengan layanan 24/7 Customer Care.

Ruth

Happy mommy of twin, living in Jakarta and working for a digital media company. That's why I like to do some research and asking for some opinion to my friends via social media, messenger apps, or even small gathering at a cafe.

I’m living in a daily activity filled with innovative books about parenting and interior that come bundled with extra hot chocolate marshmallow and home-made cake.

1 COMMENT

  1. Ini penting banget buat saya.
    Saya dibesarkan dengan sikap keras ayah saya dalam hal kedisiplinan, alhasil saya juga ingin anak-anak saya disiplin, namun ternyata mendidik anak untuk disiplin itu tidak semua yang saya bayangkan.

    Boleh juga nih tipsnya saya coba.
    Biar bisa mendidik anak jadi disiplin tanpa anak merasa tertekan akan didikan tersebut 🙂

LEAVE A REPLY