Lupakan sejenak permasalahan infrastruktur dan hukum-politik. Justru salah satu permasalahan yang paling krusial di Indonesia adalah pendidikan. Kita bisa melihat permasalahan tersebut dari tingginya jumlah masyarakat yang tidak tamat SD pada tahun 2015, yaitu sekitar 12,6 persen dari total penduduk 255 juta jiwa. Apalagi yang hanya menyelesaikan wajib belajar 9 tahun (sampai SMP), hanya 21.44 persen.

Situasi genting menuntut adanya pertolongan genting. Untungnya, selain pemerintah dan berbagai lembaga yang bekerja keras menghadapi permasalahan pendidikan, Indonesia juga memiliki beberapa tokoh pendidikan moderen yang turut berjuang.

Mereka adalah pahlawan tanpa jubah. Dengan cara dan keahlian mereka masing-masing, perlahan-lahan mereka mengubah Indonesia. Mereka adalah para pahlawan yang bisa menginspirasi saya, kamu, dan kita semua. Siapa sajakah mereka? Yuk, kenalan!

1. Saur Marlina Manurung

saur-marlina-manurung

Via www.balikini.net

Mungkin banyak yang belum mendengar namanya, tapi Saur Marlina Manurung (akrab dipanggil Butet) memiliki kontribusi yang cukup besar dalam bidang pendidikan di Indonesia. Bahkan, ia bisa diibaratkan seperti Malala Yousafzainya Indonesia.

Kontribusi terbesarnya dapat kita lihat dari dedikasinya untuk mendidik anak-anak di wilayah terpencil, dari timur hingga barat. Salah satu ‘portofolio’ ternamanya adalah pendidikan bertahun-tahun untuk anak-anak Suku Kubu di Hutan Bukit Duabelas.

Apa yang ia ajarkan sungguh lebih dari membaca dan berhitung. Ia mengajarkan bagaimana cara berkomunikasi dengan orang luar, berorganisasi, dan berhadapan dengan organisasi yang merugikan tempat tinggal sekitarnya. Semua dengan cara yang inovatif, menyenangkan, dan menolong.

2. Tri Mumpuni

tri-mumpuni

Via www.winnovating.com

Beliau dikenal sebagai tokoh yang mengembangkan kemandirian pada masyarakat di kawasan terpencil. Berpasangan dengan suaminya Iskandar Budisaroso Kuntoadji, tim duo ini berkelana ke desa-desa terpencil yang gaya hidupnya jauh dari standar hidup perkotaan.

Ibu Puni biasanya mendekatkan diri dengan pemimpin desa setempat untuk melakukan diskusi tentang permasalahan terutama dalam bidang energi yang sedang dialami wilayah setempat.

Jika semua masalah telah terpetakan, maka ia membangun komunitas bersama Ikatan Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan yang mendedikasikan diri mereka untuk membangun pusat pembangkit listrik. Namun, orang-orang desalah yang kemudian mengatur dan mengolah pusatnya sendiri, bukan orang luar.

Berbeda dengan Mbak Butet, Ibu Puni membawa pendidikan dan ilmu yang bersifat teknis seperti membangun dan melakukan maintenance pusat energi di daerah terpencil, sesuatu yang nggak dimiliki warga setempat sebelumnya.

Dalam prosesnya, ia mengajarkan pemberdayaan dan kemandirian, juga ilmu yang selama ini mungkin harus dituntut di metropolitan.

3. Andri Rizki Putra

andri-rizki-putra

 

Mungkin banyak yang belum mengenal Bung Andri Rizki Putra. Pemuda yang akrab dipanggil Rizki ini menggebrak dunia pendidikan dengan mendirikan Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB).

Kiprah Rizki berawal ketika dia merasa kecewa dengan kecurangan yang terjadi di sekolahnya dalam menghadapi Ujian Nasional. Agak impulsif, ia memutuskan untuk ‘protes’ dengan keluar dari sekolahnya.

Saat itulah ia belajar otodidak untuk menghadapi paket C sendirian. Ia mengembangkan pola belajar sendiri yang disebut dengan unschooling — belajar tanpa sekolah dan mengandalkan kemampuan sendiri untuk berpengetahuan.

Setelah lulus dari Fakultas Hukum UI dengan nilai terbaik, ia membangun Yayasan Pemimpin Anak Bangsa, sebuah lembaga yang mengajarkan orang dewasa yang belum pernah mendapatkan pendidikan formal atau putus sekolah untuk menempuh kesetaraan pendidikan.


BACA JUGA Sebagai Warga Negara yang Baik, Ini 5 cara Kamu Bisa Membuat Indonesia menjadi Lebih Baik


4. Semua pejuang Indonesia Mengajar

indonesia-mengajar

Indonesia mengajar merupakan gerakan kesadaran pendidikan yang dibangun atas panggilan permasalahan edukasi di Indonesia.

Gerakan ini terkenal dengan para Pengajar Muda, para relawan berpendidikan yang terlatih dan berdedikasi untuk membuat Indonesia menjadi lebih pintar. Mereka adalah orang-orang yang bersedia meninggalkan hidup di perkotaan untuk tinggal, hidup, dan belajar bersama masyarakat setempat selama satu tahun!

Mungkin banyak dari pembaca yang sudah mengetahui cerita mereka. Tidak heran pula mereka bisa disebut sebagai salah satu pahlawan pendidikan moderen di Indonesia. Ada berapa orang sih yang memiliki gairah dan niat sampai segitunya?

5. Guru favoritmu

guru-favorite

Sebetulnya, posisi terakhir ini bisa diisi oleh banyak tokoh. Namun, jika kita pikirkan kembali, ada banyak sekali pahlawan tanpa tanda jasa di luar sana yang nggak diliput media atau diberi penghargaan oleh lembaga-lembaga manapun.

Mereka adalah guru-guru favorit kita. Guru-guru yang masih kita ingat sampai detik ini, di antara banyaknya guru yang pernah mengajarkan kita.

Mereka juga bukan tanpa pencapaian seperti orang-orang di atas. Buktinya? Kamu. Fakta bahwa kamu masih ingat akan siapa dia, membuktikan bahwa ia memiliki pengaruh dalam hidupmu sekarang.

Tanpa beliau, mungkin kamu nggak akan seperti kamu yang sekarang. Beliaulah yang membentuk karakter dan kepribadianmu semasa awal. Dalam tingkat yang lebih personal, sesungguhnya merekalah pahlawan pendidikan yang sebenarnya.

Buat kamu yang juga peduli dengan permasalahan pendidikan di Indonesia (dan terinspirasi dari tokoh-tokoh di atas), namun nggak memiliki waktu atau tenaga untuk mengajar seperti mereka, jangan khawatir!

dia-mengajar

Kali ini, Blibli.com bekerjasama dengan Indonesia mengajar untuk meluncurkan kaos  #DiaInspirasiku untuk mengkampanyekan semua figur-figur yang menginspirasi generasi muda Indonesia. Banyak desain image print yang sederhana, lucu, namun inspiratif yang bisa kamu dapatkan dari pemenang kompetisi desain yang juga pernah diluncurkan di Blibli.com.

Kemudian kamu bisa bertanya, #DiaInspirasiku, siapa Inspirasimu?

Raya

Raya

Crafts and cultures enthusiast who lives in Kota Gede, DIY.

I love to travelling around Indonesia, because this country is more adventurous, unique, and interesting than any other.

When i stay in the city, I usually going to spa, jogging in the city park, and of course, gathering with my friends 🙂
Raya

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY