Beragam kain nusantara hingga suguhan vibe serta motif etnik tradisional dari budaya luar negeri sekalipun ternyata tidak pernah kehilangan magnetnya untuk menjadi tren kembali. Dapat dilihat dari kurang lebih 9 orang desainer yang menggunakan budaya sebagai ‘senjata’ andalan dalam koleksi mereka. Maka dari itu, jangan pernah singkirkan stok kain tradisional dan berbagai elemen yang menunjukkan ciri budaya khas yang kental dengan vibe etnik dan eksotisme budaya lokal. Dari negara manapun, tren ini akan terus berulang dan berjaya di panggung mode.
Deden Siswanto pun menampilkan suguhan busana muslim dalam balutan vibe tradisional yang kental. Koleksi ketua APPMI Bandung ini menampilkan busana dengan tema “Royal Fair” dan memilih menggarap kain tenun khas Riau. Menurutnya, kain tenun Riau belum sepopuler kain tenun lainnya dan pemakaiannya masih terbatas pada acara adat dan tradisional saja, maka ia ingin mempopulerkan kembali kain tenun Riau ini. Deden ‘menyulap’ kain tenun Riau menjadi busana muslim dengan gaya internasional seperti lewat siluet trench coat serta jaket panjang dengan ekor serta hoody atau capuchon sebagai kerudung. Koleksinya pun didominasi dalam warna-warna gelap dari warna asli kain tenunan Riau tersebut yang dipadukan dengan material halus seperti linen dan organdi dalam potongan asimetris dan multi-layer yang glamor. Lain lagi dengan desainer Oscar Lawalata yang mengusung tema “I am Indonesian”. Kali ini, 60 busana ready to wear koleksinya memamerkan busana dari material kain tradisional Indonesia. Oscar Lawalata menggunakan kain songket Bali, tenun NTT dan kain tenun Niki-niki. Ia mengaku menghabiskan waktu selama enam bulan untuk pengerjaan 60 busananya tersebut. Kemudian, suguhan koleksi yang bertema “Galore” disuguhkan oleh desainer kawakan Priyo Oktaviano. Dengan inspirasi arahan gaya arsitektural Baroque ala Perancis, Priyo menunjukkan tema yang terinspirasi dari dewi-dewi purba jaman dahulu kala.
Sebagai tips dari saya, berusahalah sedikit lebih modern dengan gaya tradisional dan etnik Anda. Bebaskan diri Anda untuk mengenakan look etnik dengan potongan yang lebih sleek, modern dan urban seperti trench coat, cropped top atau cigarette pants untuk twist yang lebih cosmopolitan. Jika Anda masih ragu, kenakanlah look etnik Anda hanya pada satu apparel busana saja dan sisanya bisa Anda kenakan dengan padanan material biasa sebagai penetralisir.

 

zZZjpg
Deden Siswanto
asadsajpg
Deden Siswanto
jpg
Deden Siswanto
zxjpg
Deden Siswanto
jpdsdg
Oscar Lawalata
jpg
Obin
jdsdspg
Priyo Oktaviano
jpg
Priyo Oktaviano
jpgdsd
Priyo Oktaviano
jsdspg
Priyo Oktaviano
jpg
Populo Batik
jpsdvdg
Edward Hutabarat
jpg
Edward Hutabarat
jpgdfdg
Edward Hutabarat
jpgfghfh
Edward Hutabarat
jpsdsdg
Era Sukamto
jpdsccg
Era Sukamto
jpg
Era Sukamto
jpgcdfd
Era Sukamto
jpdfdfg
Fenny Mustafa
jpg
Fenny Mustafa
jpg
Fomalhaut Zamel
jpgsas
Fomalhaut Zamel
jsaspg
Fomalhaut Zamel
jZzpg
Carmanita
jasapg
Carmanita
jpg
Carmanita
jZxpg
Carmanita

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY