Mengharumkan nama Indonesia sekaligus mempertahankan gelar juara nampaknya bagai tradisi bagi pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi/Liliyana. Kali ini, mereka berhasil mempertahankan gelar juara Singapore Open Super Series yang juga mereka raih tahun lalu.

Di babak final, Tontowi/Liliyana berhasil mengalahkan rekan senegaranya Riky Widianto/Richi Dili Puspita. Gelar ini juga merupakan yang kedua tahun ini bagi Tontowi/Liliyana dimana sebelumnya mereka juara di ajang bergengsi All England Super Series Premier 2014 pada bulan Maret lalu.

Pertandingan all Indonesia final di nomor ganda campuran menjadi partai pembuka pada puncak Singapore Open Super Series 2014. Awal game pertama pertandingan berlangsung dalam tempo lambat. Kedua pasangan terlihat saling menjajaki strateginya masing-masing. Tontowi/Liliyana berhasil membuktikan permainan mereka lebih matang dan menang 21-15 di game pertama.
tontowi cs final ss 4tontowi cs final ss 2
“Bertemu teman sendiri kadang-kadang lebih sulit karena kita selalu ketemu di latihan. Selain itu kita lebih terbebani sebagai unggulan pertama, sedangkan Riky/Richi bermain lepas,” tutur Liliyana mengenai pertandingannya.
Memasuki game kedua pertandingan berlangsung lebih sengit.

Pengembalian kock Riky yang tanggung lalu disambar Liliyana menjadi penanda keunggulan saat jeda dengan 11-8. Kemudian Tontowi/Liliyana terus meninggalkan perolehan angka lawannya sampai kedudukan match poin 20-18. Kesalahan Tontowi mengamati jatuhnya kock saat menerima service dari Riky, membuat kedudukan 20-20.
tontowi cs final ss 3tontowi cs final ss 1
Namun dengan segudang pengalamannya Tontowi/Liliyana berhasil menutup pertandingan 22-20. “Bersyukur kami bisa juara tetapi setelah ini banyak yang harus diperbaiki terutama sering melakukan kesalahan sendiri saat poin kritis,” tambah Liliyana.
tontowi cs final ss 7
Sedangkan bagi Richi Dili Puspita, keberhasilan masuk final ini menjadi motivasi tersendiri baginya. “Ini final pertama kami di level Super Series. Tentunya menjadi motivasi dan batu loncatan bagi kami untuk lebih baik lagi kedepannya. Mengenai pertandingan tadi, kami memang kalah di bola-bola depan. Liliyana sangat bagus bola depannya sehingga menyulitkan kami,” ungkap Richi.

Kadek

Kadek

Football for life, listen to Punk Rock and a "Red blood and White bones" person. A day without laughs is wasted for me.
Kadek

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY