Bagi pecinta olahraga bola basket NBA, pasti setuju jika kompetisi tidak akan menarik tanpa tim asal Miami, Florida. Yap, pasti kalian sudah menebaknya, tim tersebut adalah Miami Heat yang sudah terbentuk sejak tahun 1988. Dalam perjalanannya di NBA, Heat adalah tim kuat sekaligus langganan Play Off yang tergabung dalam wilayah Timur.

Sejauh ini, tim yang bermarkas di American Airlines Arena telah mencapai puncak tertinggi NBA sebanyak 3 kali. Dimulai tahun 2006, kemudian tahun 2012 dan yang terakhir tahun 2013. Yang masih melekat dipikiran, tentu adalah gelar juara yang mereka raih di tahun 2012 dan 2013. Kala itu, tim yang mengusung logo bola api sebagai gambaran kekuatan tim masih dihuni oleh The Big Three yaitu 3 Chris Bosh, Lebron James dan Dwyane Wade.

dwyane-wade1-1500x1031

Saat itu, tren mengumpulkan tiga pemain top dalam satu tim memang menjadi gaya baru untuk mendatangkan tropi di NBA secara instan. Sebelumnya, hal seperti ini pernah dilakukan Boston Celtic kala mengumpulkan pemain macam Kevin Garnett, Ray Allen dan Paul Pierce di tahun 2008 yang terbukti kemudian berbuah tropi NBA.

Kesuksesan di tahun 2012 dan 2013 memang menjadi rekor tersendiri untuk tim asal Florida. Pada tahun 2012, bahkan Heat mampu mencetak rekor dengan kemenangan 17 kali beruntun sepanjang 1 bulan kalender. Apalagi skuat mereka bertambah mumpuni berkat datangnya Ray Allen dan Rashard Lewis di pertengahan musim. Rekor tersebut pun berlanjut hingga 27 pertandingan hingga 27 Maret 2013.

Miami Heat's LeBron James (C) holds the Bill Russell MVP Trophy as Dwyane Wade (L) holds the Larry O'Brien Trophy while Chris Bosh (2nd R) and Norris Cole celebrate after their team defeated the San Antonio Spurs in Game 7 to win their NBA Finals basketball playoff in Miami, Florida June 20, 2013.  REUTERS/Joe Skipper (UNITED STATES  - Tags: SPORT BASKETBALL)
REUTERS/Joe Skipper

Di akhir musim, tim asuhan Erik Spolestra memastikan satu tiket Final NBA tahun 2013 dengan torehan 66 kemenangan dan hanya 16 kali mengalami kekalahan. Partai puncak pun berlangsung hingga game ketujuh, dan Heat kembali keluar sebagai pemenang dengan menumbangkan San Antonio Spurs. Dalam game tersebut, Lebron James dianugerahi sebagai MVP, hasil ini juga membuatnya terpilih sebagai pemain yang berhasil mencetak back to back MVP Final.

Mungkin tahun tersebut menjadi tahun paling membanggakan jika Anda mendukung Miami Heat. Sampai akhirnya tanggal 11 Juli 2015, Lebron mengumumkan berita kepindahannya kembali ke Cavaliers setelah musim – musim yang indah. Fans Miami banyak yang kecewa, namun keputusan sang bintang untuk pulang ke kampung halamannya telah bulat. Musim 2015 – 2016 akhirnya Miami harus membiasakan tanpa King James, dan mulai menghimpun kekuatan baru dengan kedatangan Luol Deng dari Bulls, Danny Granger dari Pacers dan Goran Dragic dari Suns.

So, apakah Anda siap menyaksikan sepak terjang Miami Heat musim ini? Ayo lengkapi dukungan dengan koleksi jersey dan aksesoris resmi Miami Heat dari nbastore.co.id 

 

 

 

Rio

Digital agency’s worker, amateur internet scholar, professional gamer also very in love to running in a field and swimming. A community person who loves touring with bike or motorcycle.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY