Konsentrasi Anak

Sebagai orangtua muda yang baru punya anak kecil, tentu berharap agar anaknya punya masa depan yang baik. Itulah mengapa banyak orangtua yang kemudian mengikutkan anaknya les macam-macam. Les tari, piano, bahasa, atau matematika. Semua itu sering kali dianggap sebagai upaya memberikan bekal terbaik untuk masa depannya. Hasilnya? Tak jarang karena anak merasa dipaksa, ia malah jadi kurang konsentrasi dan justru sering uring-uringan.

Perlu disadari, setiap anak pasti terlahir unik. Pernah nggak kamu memperhatikan teman masa kecilmu? Mungkin ia dulu pintar, tapi kini malah biasa-biasa saja. Sebaliknya, yang dulu dianggap nakal atau bodoh, bisa jadi kini malah punya prestasi luar biasa. Kamu sendiri termasuk yang seperti apa?

Dulu bisa jadi, semua orang mengandalkan yang namanya tes IQ. Semua harus ikut tes IQ anak untuk menguji tingkat kecerdasannya. Kalau nilainya rendah, orangtua buru-buru memasukkan kursus bahasa atau matematika. Sebab memang kedua mata pelajaran itu yang sering kali dianggap sebagai faktor penentu sukses.

Menulis

Beruntung, dengan kemajuan teknologi, ditemukan banyak hal terkait kecerdasan. Kini orangtua makin paham, anak tak melulu hanya harus pintar bahasa atau matematika. Ada anak yang pintar menari, melukis, menyanyi, atau pintar bersosialisasi. Ada yang suka bercerita, menulis, atau jadi pengamat. Semua itu adalah bakat-bakat unik yang menunjukkan beragamnya kepintaran anak.

Itulah mengapa, saat ini selain tes IQ anak, ada juga tes lain seperti misalnya tes sidik jari, tes kepribadian, hingga tes konsentrasi. Masing-masing punya ukuran dan standar penilaian tersendiri.

  • Tes IQ atau intellectual Quotient adalah tes kecerdasan paling dasar. Ini biasanya sering dijadikan hitungan untuk mengetahui kecerdasan matematika dan bahasa anak.
  • Tes sidik jari. Ini mulai populer belakangan ini. Dengan sidik jari tiap orang yang berbeda, ternyata bisa dikenali karakter dan kepribadian seseorang. Dengan begitu, anak bisa diarahkan masa depannya sesuai dengan hasil tes ini.
  • Tes konsentrasi. Konsentrasi perlu untuk memecahkan masalah dan menyelesaikan tugas. Dengan tes ini, anak akan diketahui fokusnya dan bisa diarahkan sesuai dengan tingkat konsentrasinya.

Tentu semua hasil tes itu tak mutlak. Sebab bisa jadi akibat pengaruh lingkungan, anak bertumbuh dengan caranya sendiri.

Brainet Tes Konsentrasi Anak

Oh ya, buat kamu yang merasa anaknya sering melamun, kurang fokus, Blibli menyediakan voucher tes konsentrasi Β nih. Dengan tes ini, kamu bisa mengetahui solusi terkait perkembangan otak anak. Terutama, yang berkaitan dengan level konsentrasinya saat berinteraksi, saat menyerap pelajaran, atau saat berkomunikasi dengan orang lain.

Blibli memberikan harga sangat spesial dengan sistem multipayment. Dengan voucher ini, kamu bisa mendapatkan tes konsentrasi untuk anak dengan teknologi terkini. Teknologinya adalah IVA-CPT, yaitu tes yang digunakan oleh para psikolog di dunia untuk memeriksa fungsi konsentrasi visual dan auditori. Dari hasil tes ini, kamu bisa konsultasi ke tim ahli dari BrainFit tentang berbagai hal untuk mendukung keberhasilan anak.

 

Semoga, dengan mengetahui tingkat konsentrasi anak, kamu bisa memberikan yang terbaik untuk masa depannya ya!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY