Hari bumi memang baru saja lewat. Tapi, gerakan satu ini nggak pernah berhenti berjuang untuk lebih menyayangi bumi. Yap, siapa yang nggak kenal gerakan Earth Hour? Cukup dengan mematikan lampu selama 60 menit, kita diajak untuk menurunkan emisi karbondioksida untuk mengurangi dampak perubahan iklim!
Secara global, Earth Hour dimulai sejak 2007 lalu di Sydney, Australia yang dimotori oleh World Wide Fund for Nature atau lazim dikenal WWF. Buat di Indonesia sendiri baru dimulai 2009 lalu dan baru dilaksanakan di Ibu Kota tercinta, Jakarta. Kalau sekarang udah berapa kota ya yang ikutan?

“Pada 2013 ini tercatat ada 33 kota yang sudah tergabung. Melibatkan 500 komunitas di seluruh Indonesia dan mematikan 105 ikon dari 21 kota di Indonesia,” kata kordinator WWF Indonesia, Galih Prasongko dalam sebuah wawancara.
Sekarang gerakan Earth Hour Indonesia sendiri lagi berfokus pada kampanye lingkungan dan perubahan gaya hidup, yang melingkupi sampah, transportasi publik, air dan energi, kertas dan tissue.

Yang jelas, kampanye yang terus berlanjut tiap tahunnya ini nggak akan pernah lepas dari mengajak anak-anak muda, sebagai penerus bangsa agar tetap menjaga lingkungan Indonesia yang asri dan indah ini.
Sampai saat ini udah ada dua juta orang yang telah berpartisipasi dalam gerakan Earth Hour. Detailnya, tuh, ada 143 media partner, 124 mitra korporasi, 44 kampus, 77 sekolah, dan 255 komunitas di seluruh Indonesia yang terlibat. Kenapa Earth Hour bisa menghimpun banyak partisipan seperti itu?
8639052203_6d4eca2c1a_b (1)
“Karena ini adalah gerakan lingkungan terbesar dalam sejarah. Yang membedakannya dengan gerakan–gerakan yang ada sebelumnya adalah karena gerakan ini inspiratif, di mana semua orang yang terkadang berpikir untuk membuat sebuah gerakan lingkungan dibutuhkan sebuah ide yang besar, acapkali susah untuk diimplementasikan, tapi dengan Earth Hour semua orang bisa terlibat! Semua kelompok bisa berkolaborasi untuk satu tujuan demi masa depan yang lebih baik,” jelas Galih.

Galih pun mengatakan, dengan menjadikan Earth Hour sebagai gaya hidup, khususnya buat anak muda, nantinya bakal banyak banget dampak positif yang bermanfaat nggak cuma buat Bumi tersenyum, tapi juga buat kehidupan para pelakunya.
“Menjadikan Earth Hour bukan lagi sekedar gerakan segelintir orang, akan tetapi menjadi pola hidup semua orang dengan kesadaran akan lingkungan dan masa depan yang lebih baik, caranya adalah dengan tanpa henti dan lelah untuk terus beraksi dan mengajak serta menyadarkan lebih banyak orang,” harapnya.

Yap, cara menyayangi bumi dengan ikut gerakan Earth Hour memang salah satu opsi tepat untuk menghemat energi. Tapi, Blibli.com juga punya lho cara lain untuk menyayangi bumi. Coba deh, klik disini untuk melihat barang elektronik hemat energi yang punya penawaran menarik, khusus untuk kamu!

Kadek

Kadek

Kadeko - Football for live, listen to Punk Rock and a "Red blood and White bones" person. A day without laughs is wasted for me.
Kadek

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY