“Kita dapat menjadi manusia sepenuhnya, tanpa berhenti menjadi perempuan sepenuhnya” (R. A Kartini)

Diawali dengan pepatah dari R.A Kartini diatas, dalam rangka memperingati Hari Kartini, Galeri Indonesia Kaya mempersembahkan pertunjukan monolog yang mengisahkan biografi para perempuan. Pertunjukan yang dihelat pada 20 April 2014, pukul 15.00 WIB, bertajuk Aku Adalah Perempuan (Monolog Para Perempuan) dan berlangsung di Auditorium Galeri Indonesia Kaya.

Pertunjukan yang diproduseri oleh Happy Salma ini melibatkan delapan perempuan dari latar belakang yang berbeda-beda, seperti pilot, art dealer, manajer, penyanyi, aktris, seorang ibu, office girl, dan atlet taekwondo.
Para perempuan ini tampil dengan dunianya masing-masing dalam satu panggung dengan kisah yang berlainan. Biografi tubuh, pikiran, dan perenungannya sebagai perempuan di ruang domestik dengan berbagai konflik menjadi benang merah dan inti dari pertunjukan ini.
AKU PEREMPUAN - MONOLOG 8 PEREMPUAN (1)AKU PEREMPUAN - MONOLOG 8 PEREMPUAN (3)
“Pertunjukan monolog ini membawa penonton pada berbagai permasalahan perempuan yang tetap aktual hingga kini, seperti ketertindasan, perlawanan, dan pergulatannya menjadi Aku yang dibentuk dan dipengaruhi oleh realitas sosial-budayanya. Penonton juga akan diajak meresapi kegelisahan kaum perempuan sebagai sebuah kontemplasi ke dalam diri, bahwa seseorang tidaklah lahir sebagai perempuan tapi terpilih sebagai perempuan,” ujar Happy Salma.
Selama 1,5 jam, para perempuan ini membawa penonton untuk melihat beragam konflik dari sudut pandang mereka, dengan diiringi Kerontjong Poetrie. Melalui monolog, para perempuan ini pun sukses mengemukakan apa dan bagaimana sesungguhnya menjadi perempuan, bagaimana ia memaknai karir di ruang publik, bagaimana ia memaknai tubuhnya sebagai seorang ibu, dan bagaimana ia memaknai kehadiran lelaki yang menjadi pasangannya.

Para perempuan yang terlibat dalam monolog ini dipilih langsung oleh Happy Salma dan Wawan Sofwan sebagai sutradara. Jais Darga (art dealer), Tience Sumartini (pilot), Renitasari Adrian (program direktur), Ina Febriana Sari (atlet taekwondo), Ati Sriati (penyanyi), Eka Siwi (office girl), Bunda Iffet (manajer) dan Happy Salma (seniman), menjadi pilihan untuk tampil di panggung auditorium Galeri Indonesia Kaya membawakan naskah yang ditulis Ahda Imran.

Uniknya, pertunjukan ini dibuka oleh penampilan Renitasari Adrian yang berprofesi sebagai Program Director. “Ini pertama kalinya saya tampil di atas panggung dan menarasikan kisah saya sendiri di hadapan banyak orang. Meskipun durasi yang diberikan tidak terlalu panjang namun menjadi suatu tantangan tersendiri bagi saya. Saya salut dengan para seniman yang bisa menghapalkan naskah berlembar-lembar dan tampil dengan durasi panjang,” ujar Renitasari.

“Happy Salma merupakan seniman yang mendedikasikan dirinya dalam dunia seni dan budaya Indonesia dan selalu tampil dengan beragam ide kreatif. Kali ini dengan semangat Kartini, Happy menampilkan pertunjukan dimana perempuan sebagai subjek dengan segala haknya untuk menjadi seseorang, eksistensi perempuan di tengah situasi yang seringkali didominasi kaum lelaki. Pertunjukan kali ini sangat unik karena menampilkan para perempuan dengan beragam profesi, mulai dari perempuan yang berkarir megah hingga office girl yang sekaligus pula mesti berperan sebagai ibu dan seorang istri,” ungkap Renitasari Adrian selaku Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.
AKU PEREMPUAN - MONOLOG 8 PEREMPUAN (2)
Well, Happy Salma yang merupakan seorang penulis dan aktris memang punya taste baik dalam segala jenis karya seni. Dirinya telah menerbitkan dua buku kumpulan cerpen yaitu Pulang (2006) yang masuk dalam nominasi Literary Khatulistiwa Award, Telaga Fatamorgana (2008) dan novel kolaborasi Hanya Salju dan Pisau Batu (2010).
Debut pertamanya dalam pentas teater dimulai saat mementaskan “Nyai Ontosoroh” sebagai Nyai Ontosoroh (2007), kemudian monolog Ronggeng Dukuh Paruk (2009) di Amsterdam, Bern Swiss dan Taman Ismail Marzuki adaptasi dari novel berjudul sama karya Ahmad Tohari, Jabang Tetuko (2011), Java War “Diponegoro” (2011), Monolog Inggit dan Roro Mendut (2011). Bahkan, Monolog Inggit telah dipentaskan beberapa kali dari 2011 sampai 2013.

Happy juga banyak mendapatkan apresiasi dan penghargaan pada seni peran diantaranya: Pemeran Pembantu Terbaik FFB (Rinduku Cintamu 2008), Pemeran Pembantu Wanita Terbaik FFI (7 Hati 7 Cinta 7 Wanita 2010), Pemeran Pembantu Terbaik IMA (7 Hati 7 Cinta 7 Wanita 2011).
Pada 2013, Happy merambah dunia sutradara dengan menyutradari RECTOVERSO bersama 4 sutradara lainnya. Pada 2013 ini Happy pun menyutradarai sekaligus memproduseri film pendek “Kamis Ke 300”. Happy Salma juga memproduseri sebuah pementasan “Wayang Orang Rock EKALAYA” yang dipentaskan pada 2014.


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY