Saya pernah membaca di sebuah artikel tentang lari, ada kebiasaan-kebiasaan kita yang bisa menghabiskan energi ketika kita berlari tanpa kita sadari. Memang cara berlari setiap individu berbeda tetapi hal-hal ini merupakan hal umum dalam setiap posisi lari. Yang memang pada prakteknya, hal-hal ini benar adanya.

Akan saya coba untuk berbagi dengan Anda disini:

Kepala

Ketika berlari cepat, kita cenderung untuk merundukkan kepala atau menarik kepala mereka ke belakang. Sikap ini akan bekerja pada jarak pendek. Tetapi pada lari jarak jauh, posisi ini akan menarik banyak energi kita dari seluruh badan. Hal tersebut akan menyedot stamina kita dengan drastis. Ada cara untuk memperbaikinya, dengan menaruh pandangan kita sejajar dengan garis imajiner horizontal dengan hanya sekali-kali melihat kebawah untuk mengecek posisi kaki.

Muka atau Wajah

Pasti akan bertanya, apa hubungannya muka dengan lari? Berlari dengan wajah tegang atau ngotot akan mengambil energi kita dengan besar, bisa Anda coba sendiri. Mungkin untuk ‘sprint’ jarak pendek hal ini dimaklumi, tidak dengan jarak panjang. Kalau Anda pernah melihat para pelari elit jarak jauh dari start hingga finish Anda akan melihat tidak adanya perubahan wajah pada mereka atau istilahnya ‘muka batu’, tanpa ekspresi. Santai saja, jaga agar rahang Anda tetap rileks, Anda dapat merasakannya ketika Anda merasakan rahang Anda sedikit memantul-mantul ketika berlari.

Tangan

Fungsi tangan ketika berlari adalah untuk keseimbangan. Hanya itu. Banyak orang yang saya lihat terlalu banyak menggerakkan tangannya yang mengakibatkan posisi pundak menjadi tinggi dan membuat tegang otot bagian atas. Tangan seharusnya rileks saja, posisi tidak terlalu jauh dari pinggang. Dan sekali-kali cek posisi pundak dengan satu buangan nafas yang besar untuk membuatnya tetap rileks.

Pelvis

Jaga agar bagian panggul tetap menjadi pusat pergerakan, dengan demikian posisi badan atas tetap tegap dalam berlari. Bila bagian panggul terlalu maju, maka Anda akan banyak membuang tenaga.

Foot Strike

Pengertiannya yang mudah adalah bagian telapak kaki yang kita gunakan untuk mendapatkan tolakan ketika berlari. Cara berlari setiap individu pasti berbeda, ada yang memakai telapak kaki depan, tengah ataupun bagian belakang atau tumit. Foot strike ini akan bervariasi juga tergantung dari trek, sepatu, kecepatan dan lainnya. Jadi tetap konsentrasi dengan foot strike yang nyaman bagi kita. Karena dengan memaksakan foot strike tertentu yang kita tidak biasa akan membuang banyak energi dan belum lagi kemungkinan cedera. Foot strike sudah menjadi bawaan kita sejak lahir bukan hasil bentukan.

Pada ahirnya, santai, run tall dan nikmati lari Anda. Dan untuk membantu menikmati lari Anda, apa yang Anda pakai bisa menjadi faktor tersendiri. Bisa Anda cek blibli.com dengan koleksi peralatan larinya yang datang dari berbagai brand olahraga terkenal.


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY