Seperti yang sering diketahui bahwa mendengarkan musik klasik sangatlah dianjurkan bagi ibu hamil karena akan berpengaruh terhadap perkembangan bayinya. Tapi, hal itu nggak lantas musik klasik seperti karya Mozart dan Beethoven hanya diperuntukkan bagi ibu hamil dan anak bayi saja, dong!

Karena, musik klasik memang seharusnya dapat dinikmati bagi semua kalangan. Bahkan penelitian mengatakan jika, mendengarkan musik klasik dapat berdampak positif bagi kesehatan. Nggak percaya? Simak deh, ulasan berikut seperti yang dikutip dari www.andriewongso.com:
Penelitian telah membuktikan mendengarkan musik Mozart & Beethoven dapat:
1. Menstimulasi otak kanan, meningkatkan kreatifitas berpikir
2. Mengurangi stres dan tekanan
3. Memelihara pikiran, tubuh dan jiwa Anda
4. Menstabilkan detak jantung, tekanan darah dan temperatur tubuh

Selain itu ada beberapa manfaat plus yang bisa kita dapat ketika mendengarkan musik klasik dan instrumen. Dari berbagai sumber yang ditemukan, diantaranya:
Siegel,1999 mengatakan bahwa musik klasik menghasilkan gelombang Alfa yg menenangkan yang dapat merangsang sistem limbik jaringan neuron otak.
Campbell 2001 dalam bukunya efek Mozart mengatakan musik romantik (Schubert, Schuman, Chopin, dan Tchaikovsky) dapat digunakan untuk meningkatkan kasih sayang dan simpati.Selain itu musik Barok (Bach, Handel dan Vivaldi) dapat menciptakan suasana yang merangsang pikiran dalam belajar.Musik klasik (Haydn dan Mozart) mampu memperbaiki konsentrasi ingatan dan persepsi spasial.

Musik klasik dapat menenangkan bayi yang lahir prematur.Sewaktu mendengarkan musik klasik, dapat diamati ekspresi wajahnya yang tidak lagi terlihat menderita serta detak jantungnya berjalan normal.
Periset Universitas Stanford – A.S. dan Universitas McGill di Kanada di dalam majalah “Shen Jing Yuan” mengeluarkan artikel yang menyebutkan bahwa musik bisa mempengaruhi dan merubah level keharuan dan antipati seseorang,bahkan bisa mempengaruhi level orang-orang dalam memfokuskan energi.

Sebuah penelitian di universitas di Inggris menunjukkan musik bisa mempengaruhi kegemaran orang akan makanan, jikalau di ruang makan diputarkan musik klasik, pelanggan bisa membeli lebih banyak, jikalau diputarkan musik pop atau tanpa musik, maka konsumsi pelanggan jelas menjadi berkurang.

Percobaan dari 2 orang profesor Universitas California membuktikan, mendengarkan selama 10 menit alunan musik karya Mozart, bisa berefek menumbuhkan IQ. Mereka menunjukkan, musik klasik bisa meningkatkan Spiritual Quotient.
Otak manusia terdiri dari dua bagian, otak kiri dan otak kanan. Otak kiri bekerja untuk fungsi logika, sequence, analisa, sedangkan otak kanan bekerja untuk tugas visual, ruang (geometric), creativity , mood, emotion, dll. Musik yang bagus akan menghasilkan ‘mood’ dan emosi yang bagus. Karena dia dapat dianalisa secara matematis, dan logic, maka manusia dapat mengembangkan musik itu lebih baik: creativity! Agar manusia mendapatkan ‘harmony’, maka kedua belah otak harus difungsikan.

Bagaimana, tertarik dapat manfaat terhadap kesehatan karena mendengarkan musik klasik? Simak nih, penawaran menarik dari blibli.com agar kalian bisa mendengarkan alunan musik klasik yang berkualitas sepanjang bulan Mei nanti! Yaitu, The Resonanz May Music Festival yang bakal berlangsung dari 3-25 Mei mendatang. Kenapa The Resonanz May Music Festival?
Karena, beberapa konser berskala besar memang telah digelar secara rutin oleh The Resonanz bersama dengan pihak-pihak yang mendukung kemajuan dan pengembangan musik khususnya musik klasik di Indonesia.

Nah, The Resonanz Music Studio (The Resonanz atau TRMS) yang merupakan sekolah musik Jakarta yang didirikan sejak Desember 2007 oleh Ir. Avip Priatna Mag. Art memang punya harmoni yang cakap untuk menghadirkan musik klasik berkualitas untuk kalian.
Buktinya, selain bergerak dalam bidang pendidikan musik, The Resonanz juga merupakan penyokong dari Jakarta Concert Orchestra dan Batavia Madrigal Singers.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY