Tahura 05

Sebelumnya saya pernah menulis “Trail Run Race 101” dan ahirnya…setelah kurang lebih 7 minggu persiapan, ahirnya diawal tahun 2014 ini saya berkesempatan mengikuti Trail-Run Race yang bertempat di Taman Hutan Raya Djuanda Bandung dan saya berpartisipasi di jarak 17km. Walaupun pada akhirnya jalur dipotong hingga menjadi 15km, karena 2km sisanya mengalami longsor.

Event yang dibuat oleh Indonesian Biking Adventure (http://www.indonesianbiking.com) ini sangat rapi, dari pengambilan race pack hingga acara berahir. Dan jalur race-nya pun sangat menyenangkan (itu yang saya rasakan untuk jarak 15km). Menarik untuk diikuti lagi tahun depan.

Start
Saya hadir dilokasi sekitar jam 6 pagi dan sudah penuh dengan para peserta. Masih cukup waktu untuk pemanasan. Pemanasan yang lebih, dibutuhkan di udara yang sangat dingin dan basah. Beberapa minggu terahir memang cuaca sedang dalam musim hujan dengan curah yang deras. Bahkan satu hari sebelum acara, Bandung diguyur hujan yang cukup lebat seharian. Tetapi itu semua tidak mengurangi rasa antusias mengikuti race ini.

Tahura 04

Race
Untuk kategori 17km start dimulai pada jam 7 pagi. Sekitar 20 menit sebelum start saya sudah berada di barisan depan garis Start. Sengaja saya memilih di depan, karena saya belum pernah masuk ke track ini jadi saya berusaha untuk berada di grup terdepan sebelum memasuki jalur single track. Hal ini dilakukan agar saya dapat menjaga pace saya dengan tenang dijalur sempit, tidak berhimpit-himpitan dengan peserta lain.
Dan strategi ini cukup berhasil di kilometer awal, karena ternyata sebelum memasuki kilometer ke-2, kita langsung dihadapi dengan tanjakan curam sehingga menjadi seleksi alami bagi pelari serius dan pelari rekreasi. Sayapun melewatinya tetap dengan berlari dengan pace santai dan berusaha tetap berada di grup depan yang berisi para atlet dan anggota ABRI.

Selama 7km pertama diisi dengan tanjakan baik itu aspal maupun tanah becek. Bener-bener mengetes hasil latihan selama ini. Walaupun jalur yang dilalui becek dan turun naik, satu hal yang tidak bisa ditolak adalah pemandangannya yang sangat bagus. Sangat membantu dalam memulihkan mental yang cape.

Sulit untuk menggambarkan apa yang dirasakan pada saat itu dan saya menikmatinya. Memasuki kilometer 8 dan seterusnya jalur mulai menurun dan disaat ini kita benar-benar bisa mengejar waktu kita yang hilang selama menanjak tadi (itupun kalau kaki dan napas masih kuat ya :p). All training pay-off.

Begitu memasuki kilometer-kilometer akhir kita bisa mendengar secara sayup-sayup keramaian di garis finish walaupun kita belum bisa melihat lokasinya karena kita berada diantara pepohonan yang lebat. Ini sangat menaikan semangat dan tenaga yang sudah mulai hilang ditambah rasa sakit dari betis kiri yang tertarik. Jadilah selama 2km terakhir berlari dengan menahan rasa sakit yang berakibat pace menjadi pelan.

Tahura 02

Finish.
Pengalaman yang sangat menyenangkan untuk Trail run race pertama dengan track bubur tanah yang menanjak dengan jarak 15km yang ditempuh dalam waktu 2 jam 9 menit.

Sudah pasti ini bukan trail run race terahir saya, akan ada lagi trail run race berikutnya. Bromo Marathon menjadi target berikutnya. Kembali ke program latihan.

Masukan dari saya bagi yang tertarik untuk mencoba trail run race: biasakan dulu berlari di track off-road sesering mungkin, biasakan kaki merasakan pijakan yang tidak rata ketika berlari dan gunakan sepatu lari yang khusus trail.


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY