Resiko cidera

Dalam kenyataannya, kemampuan dan keinginan kita untuk berlari sering tidak sejalan. Sebagai manusia, kita cukup rentan terhadap cidera, kurangnya motivasi dan gangguan eksternal lainnya. Semua hal tersebut bisa menjadi penghalang dalam program latihan kita. Tetapi hal-hal tersebut dapat kita hindari bila kita sudah bersiap untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Kali ini kita akan membahas masalah cedera.

Saat kita sedang mempersiapkan diri untuk sebuah race atau perlombaan, biasanya kita akan memaksa tubuh untuk melewati batas kemampuannya. Dan biasanya kita suka melupakan bahwa tubuh kita terdiri dari dua sistem penting yang bisa membuat kita bisa berlari lebih cepat atau lebih jauh.

Dua sistem penting itu adalah Cardiovascular System dan Musculoskeletal System. Cardiovascular System dapat dengan mudah dilatih dan sangat cepat merespon semua latihan aerobik. Dan biasanya kita melupakan bahwa Musculoskeletal System (otot, tulang, tendon dan ligamen) juga merespon terhadap aktivitas lari yang kita lakukan. Dan ini biasanya saat dimana cedera muncul, ketika aktifitas kita melebihi kemampuan otot beradaptasi dan pasti sesuatu dibadan akan ada yang mulai sakit.

Ada banyak cara untuk mencegah cedera, tapi disini saya akan coba menuliskan pemikiran dasar yang bisa diterapkan dalam semua bentuk latihan Anda. Bila Anda bisa memasukan hal-hal ini dalam latihan Anda, kemungkinan cidera dapat dikurangi secara drastis dan membantu mencapai tujuan dalam race Anda.

Lari berkilo-kilometer dengan pace atau tempo santai hingga sedang secara rutin memang akan berguna dalam membentuk dan meningkatkan stamina secara umum tetapi ketika Anda menginginkan speed, cara ini tidak akan berlaku. Karena semakin cepat anda berlari semakin besar kerja Musculoskeletal System Anda. Karena itu latihan seperti sprint (lari cepat), dynamic drills, strides dan light fartlek sangat diperlukan. Jadi, otot Anda pun perlu dibentuk untuk menjadi sekuat stamina Anda.

Berlari merupakan olahraga yang hanya mempunyai satu arah gerak; selalu kedepan. Kaki kiri dan kanan selalu bergantian untuk bergerak maju. Dengan gerakan ini kita suka melupakan otot yang kita gunakan untuk bergerak mundur atau sebaliknya seperti: otot tulang kering, otot pinggang bagian dalam dan sebagainya sehingga otot bagian ini menjadi lemah karena tidak sering digunakan. Untuk mengatasinya cukup mudah, latihlah otot-otot bagian tersebut seperti melakukan skipping dan lari mundur per minggunya.

Yang terahir, cairan dan makan yang cukup. 2 hal tersebut bisa menjadi penyebab utama cedera. Otot dan lapisan otot kita bersifat seperti busa. Ketika badan kita cukup cairan dan kalori maka ‘busa’ kita akan lentur dan berfungsi dengan baik. Tetapi ketika kita kurang cairan dan kalori yang diperlukan oleh tubuh, maka ‘busa’ akan cenderung kering dan mudah pecah.

Maka, makan makanan berkarbohidrat, lemak baik dan protein setiap harinya menjadi penting ntuk menunjang aktifitas lari kita. Juga mengkonsumsi cairan yang cukup (dalam hal ini air mineral) dapat membantu tubuh bertahan dalam menjalani program latihan kita.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY