Mendengar kabar bahwa tiga tunggal putri Indonesia berhasil melaju ke babak ketiga BWF World Junior Championships 2014, Alor Star, Malaysia, menarik saya untuk menelisik perkembangan bulutangkis putri di Indonesia.

Pasalnya, prestasi tunggal putri senior Indonesia memang tidak sebaik dulu lagi. Padahal jika disimak, geliat bulutangkis putri di Indonesia cukup menggelora. Terbukti dari munculnya aura pemain bintang sejak pebulutangkis tersebut berstatus junior alias masih muda.

Bahkan menurut Pelatih tunggal putri yang sedang berlaga di Alor Star, Bambang Supriyanto, pemain muda hanya tinggal butuh konsentrasi di dalam dan luar lapangan agar terbawa saat menginjak status sebagai senior nanti.

Well, menengok jalannya kompetisi di Indonesia, pengembangan bulutangkis khususnya untuk putri bisa dilihat pada penyelenggaraan Liga Mahasiswa alias LIMA yang baru saja menemukan pemenangnya untuk Liga Mahasiswa (LIMA) Badminton 2014 West Java Conference (WJC).
IMG_6398IMG_6306
Pada laga final yang diselenggarakan di Sport Hall UPI, Jalan Setiabudi Kota Bandung, Sabtu (12/4) kemarin, skill mumpuni disertai stamina yang dahsyat memang telah terlihat pada pebulutangkis putri di LIMA.

Dibuka dengan laga Intan Ayuningtyas (UPI) kontra Dilisuci Desuari (Unikom), Dilisuci yang berhasil merebut set awal justru balik tertekan di dua set berikutnya. Beberapa kali bola pengembalian dari Dilisuci gagal menambah poin.

Sebaliknya, Intan yang mendapat dukungan dari penonton tampil lebih baik dibanding set pertama. Usai kalah 18-21 di set pertama, Intan merebut dua set berikutnya dengan skor 22-20 dan 21-18.

Yap, jika boleh menanggapi pertandingan yang berjalan, bisa dibilang, konsentrasi memang merupakan hal yang terlupakan pada bulutangkis putri kelas junior. Hal itupun diakui oleh Dilisuci yang mengaku keteteran fisik karena melemahnya konsentrasi saat pertandingan.

“Di set kedua saya kurang ngotot dan beberapa kali mati di bola-bola depan net. Poin pun tertinggal terlalu jauh meski sempat menyamakan 20-20. Ini juga pertandingan saya pertama kali di nomor single sejak 2008 sehingga dari fisik pun beberapa kali keteteran,” ujar Dilisuci mengomentari kekalahannya kali ini.

Namun, perlu diakui jika geliat olahraga bulutangkis khususnya putri di Indonesia memang tengah menunjukkan perkembangan. Kalau nggak percaya, tengok saja permainan tim putri Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang berhasil keluar sebagai juara pertama Liga Mahasiswa (LIMA) Badminton 2014 West Java Conference (WJC).
photo 4
Dengan catatan, regional Jawa Barat akan mengirimkan UPI, Unikom, dan Unpad di kelompok putri pada babak Grand Final LIMA Badminton di Jakarta. Sedangkan kelompok putra diwakili UPI, Unikom, dan STKIP Pasundan.

Bagaimana, tertarik membuktikan perkembangan bulutangkis putri di Indonesia? Simak langsung sepak terjang mereka di babak Grand Final LIMA Badminton di Jakarta yang bakal berlangsung di akhir bulan Mei.

Kadek

Kadek

Football for life, listen to Punk Rock and a "Red blood and White bones" person. A day without laughs is wasted for me.
Kadek

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY