Pulau Peucang, Teluk Kiluan.
Pemandangan di Pulau Peucang

Halo Bliblifriends!

Saya kembali ingin bercerita mengenai perjalanan saya ke Teluk Kiluan, Lampung. Kalau boleh jujur saya sama sekali belum pernah mendengar nama daerah tersebut. Kalau bukan teman saya yang heboh bercerita bisa melihat lumba-lumba liar di laut selain Bali mungkin saya tidak akan pernah bertanya Kiluan itu apa bagusnya. Sekali lagi saya menemukan sisi indahnya Indonesia di kepulauan Sumatera.

Bagi kamu yang kurang familiar dengan Kiluan memang tak bisa disalahkan. Ketika saya berada disana, penduduk sekitar yang mengelola gelombang turis mengatakan belum banyak orang mengetahui apa itu kelebihan dari Teluk Kiluan. Namun info terakhir semenjak kepergian saya Desember 2012 lalu, tingkat wisatawan sudah menaik dari tahun sebelumnya. Dan benar, semua datang ingin melihat lumba-lumba botol hitam di laut lepas..

Seperti biasa saya pergi ber-backpacking bersama tim saya yaitu TasKecil. Sebuah komunitas traveling khusus di bagian Indonesia ini yang saya turut bangun untuk mengajak masyarakat Indonesia lebih mencintai liburan di negaranya sendiri. Salah satu tujuan kami yaitu Teluk Kiluan, Lampung Selatan.

Kamu tahu saya hanya menghabiskan Rp700 ribu saja untuk 3 hari 2 malam. Pretty cheap kan untuk suatu perjalanan menyebrang pulau dan mendapatkan momen yang priceless. Ya tentu, semua ini saya lakukan dengan backpacking. Total perjalanan saya hampir mendekati 15 jam. Pertama dari Stasiun bus Kampung Rambutan ke Tanjung Perak untuk naik feri, dan sesampainya saya pindah 2 kali dengan mobil sewaan untuk mengantarkan saya ke tengah kota dan berlanjut ke daerah Kiluan yang memakan enam jam sendiri.

Lampung Selatan
Pemandangan menuju ke Teluk Kiluan

Medan perjalanan ke Kiluan pun saya tidak bisa pungkiri agak menantang. Jalan yang rusak dan terkadang menjulang tinggi membuat jantung kadang ingin copot haha..anyway perjalanan itu ujungnya akan membawa berkah tempat yang sangat indah.

Sesampainya, saya disambut dengan gapura yang berbentuk patung lumba-lumba. Desa Kiluan ini terbilang sederhana. Dulu penduduk sekitar hanya menyediakan stay in di rumah mereka tapi sekarang sudah dibuatkan beberapa pondok diatas pantai. Namun kesederhanaan ini yang membuat saya selalu terbuai dengan keindahan alamnya. Bangun pagi memandang laut dan pegunungan selalu menjadi favorit saya.

Keesokan harinya tepat jam 6.00 Β saya berangkat menuju laut lepas, kata nelayannya apabila ingin melihat lumba-lumba tersebut memang harus pagi sekali atau sore jam 3 keatas. Sampai pada agak tengah laut, kami dengan sembilan perahu kecil berputar-putar untuk melihat kesempatan lumba-lumbu itu muncul. Dan setelah setengah jam kami mencari, akhirnya segerombolan mamalia itu muncuk ke permukaan. Tanpa terganggu mereka cuek memperlihatkan keindahan bentuknya. Satu di pikiran saya: priceless!!

Pantai Pasir Putih
Pintu masuk menuju Pantai Pasir Putih

Hari kedua saya gunakan untuk jelajah daerah sekitar penginapan kami. Dengan menempuh perjalanan tiga kilometer, kebelakang bukit kami mengunjungi Pantai Pasir Putih yang tenang dan bersih. Tidak ketinggalan menikmati matahari terbenam dengan hikmat. Kembali ke penginapan kami disuguhkan ikan asap yang besar, khas penduduk Kiluan. Psst..itu sudah termasuk budget makan loh.

Hari ketiga kami pergi ke Pulau Peucang. Pulau yang terpisah dari teluk tersebut tidak jauh hanya berkisar 10 menit untuk pergi kesana. Terbilang pulau ini adalah one of the best snorkeling spot. And its true! Saya menyaksikan keindahan biota laut yang belum terkena bom dari nelayan sekitar. Ya katanya sekitar pulau ini memang dilindungi. Senangnya lagi saya berenang bersama penyu-penyu yang sama sekali tidak takut kami berada disana.

Teluk Kiluan
Pagi hari menuju area Lumba-lumba.

 

Tapi ada yang lebih menantang, di bagian belakang pulau ada snorkeling spot yang lebih bagus lagi namun banyak hiu. Saya nggak berani untuk mengambil risiko dikarenakan tim penyelamat yang minim dan jauh lokasinya hehe…anyway, kamu juga bisa menginap di pulau tersebut dengan kamping. Dan tak perlu repot membawa alat snorkel, karena disana sudah disiapkan lengkap beserta pelampung dan fin-nya. Semua hanya dengan 35k.

Belum puas hari terakhir kami mencari spot lain. Yaitu ke daerah belakang perkampungan terdapat pantai yang tak kalah cantik katanya. Awalnya ditutup untuk umum karena perbaikan. Kami dengan santai menerobos itu, ya memang benar jalannya sedang diperbaiki dan kami kesusahan untuk jalan menembus itu. Tapi semua berbuah hasil yang memuaskan. Saya menemukan laguna kecil diantara bukit tinggi itu yang menghadap laut. Serasa milik sendiri laguna tersebut. Alhasil kami berenang sampai puas bersama biota laut yang cantik-cantik.

Teluk Kiluan
Laguna ‘pribadi’ di Teluk Kiluan

Nah ada beberapa hal yang musti kamu perhatikan ketika kamu pergi menuju laguna yang tersembunyi ini, demi menghindari kecelakaan serius, seperti:

1. Jaga kondisi tubuh benar-benar sehat, medan perjalanan yang terjal membutuhkan tenaga ekstra untuk berpegangan

2. Jangan lupa untuk memakai SANDAL GUNUNG! sandal ini berguna untuk tidak licin dan kokoh di medan apapun.

3. Ingat! sunblock yang mengandung Sun Protection Factor (SPF) paling tinggi, kemarin saya kulitnya sedikit terbakar karena menganggap enteng tidak memakai sunblock. Panas sekali disana!

4. Hindari memakai baju yang merepotkan. Terutama wanita, pakailah tank top dan celana pendek. Sangat tidak berguna kamu memakai long shirt dan celana jeans panjang. Ingat, ini ke pantai bukan jalan darat.

5. Bawalah alat snorkel sendiri, karena dibawah laguna tersebut kamu akan menemukan pemandangan indah biota laut yang tak boleh terlewatkan.

O iya sebelumnya perjalanan saya ke teluk Kiluan ini memotret memakai EOS 1100 D yang dimana tersedia di Blibli loh..hasilnya pun saya sangat puas..hayo siapa yang ingin jadi fotografer travel bersama saya?

canon-eos-1100-d-kit-18-55-black_black

 

Jadi kesimpulan saya, Indonesia itu memiliki ragam tempat yang tidak kalah dengan wisata di dunia lainnya. Mari kita eksplorasi dulu negara tercinta kita ini dan temukan Indonesia merupakan karya wisata yang tak terkalahkan..


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY