Lets-Go-Outside
Photo credit: Svenn Fjeldheim

Sebelumnya saya sudah membagi tips untuk bersepeda di jalan raya. Nah, sekarang giliran yang di trek offroad atau gunung.

Ada beberapa hal penting mendasar yang sebaiknya kita tahu. Mungkin hal-hal ini untuk beberapa orang udah basi, udah tau . . . tapi buat yang belum tahu semoga berguna, terutama yang mau maen offroad.

Berikut ini ada beberapa hal-hal dasar yang saya pelajari selama main MTB:

1. Komit sama jalur yang dipilih, tapi jangan nekat.

Jangan ragu, selalu siap dengan apapun obstacle/rintangan yang ada didepan. Biasanya begitu kita merasa sedikiiiiit aja ragu, kejadian selanjutnya suka ngga’ enak. Mental berpengaruh ke otak. Ngga bermaksud mendoakan yang jelek-jelek, tapi memang prinsipnya harus selalu siap,  aware dengan keadaan di depan. Terutama di Downhill, diperlukan konsentrasi yang cukup tinggi. Tapi, kita juga harus bisa mengukur kemampuan kita sendiri. Jangan nekat ngga pake perhitungan. Kita masih mau main sepeda untuk waktu yang lama kan?

2. Selalu berfikir 2 sepeda kedepan.

Jangan terlalu fokus dengan apa yang ada di depan ban. Lihat jauh trek ke depan juga diperlukan, ini akan memberi Anda bayangan kira-kira selanjutnya harus berbuat apa.

3. Fokus ke trek, bukan temen didepan.

Bila jalan dalam grup, jangan melihat ban belakang sepeda temen. Lihat trek di depannya. Sekali lagi, ini memberi kesempatan untuk kita bereaksi terhadap apapun.

4. Turunin Sadel.

Untuk yang maen XC (crosscountry), jangan lupa nurunin seat-post begitu ketemu turunan yang curam. Posisi badan akan jauh lebih enak untuk mengendalikan sepeda di turunan. Sering saya ngeliat orang main di trek All-Mountain tapi tetep dengan setingan XC (seat-post tinggi). Hal ini bisa berbahaya, karena seat-post/sadel tinggi bisa ‘mendorong’ Anda ngelewatin handlebar sewaktu-waktu pada saat turunan. Kalo seat-post rendah, Anda akan dengan mudah untuk ‘naro’ badan dibelakang. Lagipula, akan lebih gampang mengatur badan pada saat jatuh ke belakang dibanding terbang ngelewatin handlebar.

5. Jangan terlalu keras menggenggam.

Genggam apa niih? . . . Handlebar tentunya. Karena ini akan membuat badan bagian atas dan tangan terlalu tegang, yang hasilnya kita akan cepet cape’.

Jadi musti kayak gimana megangnya? . . . bayangin kita menggandeng tangan pasangan kita. Tidak membuat tangan pasangan sakit tapi masih cukup tenaga untuk mengarahkan kemana akan kita bawa 😀 .

6. Jempol dibawah.

Jangan sekali-kali menaruh jempol tangan kita di atas handlebar. Karena akan dengan mudah kita kehilangan keseimbangan, bila tiba-tiba melewati jalan yang tidak rata.

7. Santai. Jangan tegang.

Ingat untuk sedikit membengkokkan siku dan bikin bahu untuk selalu santai/fleksibel. Di MTB, badan kita (terutama siku dan dengkul) juga berfungsi sebagai peredam, selain fork dan rear-shock kita. Ini akan Anda rasakan manfaatnya saat melewati trek makadam (bebatuan).

Nah, sekarang ambil sepeda Anda, genjot dan nikmati.

Untuk Anda yang masih mencari sepeda dan peralatannya, di Blibli.com terdapat beberapa pilihan yang bisa menjadi bahan pertimbangan Anda sebelum memutuskan untuk membeli. Boleh dicoba link-link menarik ini.


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY