Lari 42KM a.k.a Marathon

42Km bukanlah sebuah jarak yang pendek untuk ditempuh dengan berlari. Biasa dikenal umum dengan sebutan Marathon. Selama 42 kiometer (km) itu fisik dan mental kita akan merasakan perubahan. Saya coba menuliskannya untuk Anda berdasarkan pengalaman sendiri, hanya untuk gambaran saja bila suatu hari nanti Anda memutuskan untuk ikut Marathon:

0 KM / Sebelum Start.
Saat kita sudah berada digaris start, badan kita biasanya sudah merasakan reaksi-reaksi tertentu seperti: rasa excited berlebihan, kegelisahan, dll. Secara ilmiah ini disebabkan oleh pelepasan katekolamin, sejenis adrenalin khusus yang mengakibatkan tekanan darah, denyut jantung, dan pernapasan meningkat secara drastis. Ini juga yang menyebabkan ada dorongan kuat untuk buang air kecil. Kita akan melihat didalam sebuah race, wc umum akan penuh sebelum kita start :D.

1.5 KM.
Di kilometer awal ini biasanya semangat atau lebih tepatnya adrenalin mendorong kita untuk terus berlari lebih cepat…hati-hati! Ketika mulai berlari, konsumsi oksigen kita akan meningkat, oksigen digunakan tubuh sebagai bahan bakar langkah kita. Berlari terlalu cepat pada kilometer ini bisa membuat konsumsi oksigen naik sampai 10 kali lipat dari kondisi normal. Hal ini biasanya menyebabkan kelelahan awal yang akan sulit dipulihkan dan ingat! kita masih punya 40km lebih untuk sampai finish. Disarankan untuk memulai kilometer-kilometer awal dengan kecepatan stabil, tidak perlu terpengaruh dengan kecepatan pelari lain.

8 KM.
Profesor Craig Sharp ilmuwan olahraga dari Brunel University menggambarkannya dengan tepat: Disekitar kilometer ini Endorfin (pereda nyeri alami tubuh) akan mulai bekerja pada saat kita berlari. Moment ini biasa dikenal dengan “runner’s high”, yang artinya anda bisa memaksa penahan rasa sakit segera bekerja sehingga anda bisa tetap dalam performa anda.

16 KM.
Nah…biasanya dikilometer ini dorongan/sensasi dari lari marathon mulai menghilang dan digantikan oleh sedikit kram pada beberapa titik tubuh. Hal ini bisa diatasi dengan peregangan-peregangan ringan.

28 KM.
Semakin jauh berlari semakin banyak juga energi yang kita gunakan. Pada kilometer ini umumnya simpanan glikogen kita mengering, tubuh kita berlari dalam keadaan kosong. Masa “runner’s high” kita akan berahir, tubuh secara otomatis dan aktif akan mulai mencari pasokan energi lewat protein dan lemak. Dan tubuh juga mulai mengalami kerusakan otot yang akan menambah masalah rendahnya simpanan energi sehingga memperlambat lari kita.

35 KM.
Diseputaran kilometer ini, akan timbul rasa tidak nyaman pada persendian. Hal ini terjadi karena selama marathon sekitar 4.096.400 kilogram beban akibat gaya gravitasi akan menekan tubuh kita. Berat tersebut setara dengan berat seekor gajah afrika. Dengan beban seberat itu tentunya persendian akan mulai terasa tidak nyaman.

42 KM.
Finish! Anda akan sangat senang atau sangat, sangat lelah tentunya…kecuali Anda seorang pelari Kenya ☺. Atur nafas Anda dengan sangat perlahan untuk kembali ke kondisi normal. Cepat konsumsi air dalam jumlah yang cukup banyak. Menurut para ahli, seorang pelari marathon akan finish dengan kondisi 2-3 cm lebih pendek akibat langkah lari yang kita lakukan sepanjang 42 km itu memiliki kekuatan 2 sampai 3 kali berat badan kita. Tapi…hal ini hanya sementara, kita akan kembali normal setelah tidur malam dengan baik.

Hal yang harus diingat! Efek dari marathon tidak berhenti di garis finish, sistem kekebalan tubuh kita akan melemah dan kerusakan otot sedang terjadi. Konsumsi cairan dan karbohidrat selama dan setelah berlari dapat mengurangi perubahan dalam fungsi kekebalan tubuh dan mengurangi kemungkinan sakit.

Proses latihan dan persiapan kita sebelum marathon juga mempengaruhi kemampuan tubuh untuk pulih kekondisi ‘normal’ setelah marathon.Tubuh akan kembali ‘normal’ setelah 5-7 hari, sedangkan otot yang rusak bisa memakan waktu hingga 14 hari untuk pulih.

Persiapan disini termasuk dalam pemilihan apparel yang akan dipakai, pilih pakaian yang nyaman untuk berlari, khususnya yang bisa menyerap keringat dan tak menghalangi gerak Anda. Pakailah sepatu lari yang tepat untuk menghindari cedera.

Nah, untuk urusan apparel seperti; sepatu, baju dan celana lari…blibli.com bisa ikut membantu. Coba anda masuk ke link ini.

Akhirnya, fakta-fakta diatas bertujuan bukan untuk menakuti anda, hanya sebagai gambaran apa yang akan dialami oleh tubuh selama dan sesudah 42 km tersebut. Dan semua efek negatif tersebut dapat diminimalkan dengan persiapan dan program latihan yang benar. Disinilah hebatnya tubuh manusia, mempunyai kemampuan beradaptasi tinggi terhadap semua kondisi.


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY