Pemain ganda campuran Indonesia kembali mengukir prestasi membanggakan. Minggu lalu, para penghuni Pelatnas prestasi sukses memastikan gelar juara di turnamen Singapore Open Super Series 2014.
Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir mempertahankan gelar yang mereka raih tahun lalu dengan memenangkan partai final melawan rekan senegara sendiri, Riky Widianto/ Richi Puspita Dili, 21-15, 22-20.

Seminggu berselang, giliran pemain-pemain Pelatnas potensi yang menciptakan All Indonesian Final di ajang New Zealand Grand Prix 2014 di Auckland. Kemenangan Edi Subaktiar/ Melati Daeva Oktavianti di babak semifinal atas ganda Taiwan, Huang Po Jui/ Shuai Pei Ling, 21-7, 21-13, memastikan Indonesia meraih gelar ganda campuran.

“Dari awal kami sudah memegang irama permainan. Di perempat final kami juga bertemu pasangan Taiwan dan sempat main tiga game, jadi kami belajar dari pertandingan tersebut. Kami jadi lebih tahu bagaimana karakter permainan ganda Taiwan, hingga kami merasa lebih siap di semifinal,” ungkap Edi ketika dihubungi di Auckland.

Satu tiket final lainnya telah berhasil diamankan oleh pasangan Alfian Eko Prasetya/ Annisa Saufika. Juara Vietnam International Challenge 2014 ini melaju ke final setelah mengalahkan rekan sepelatnas, Irfan Fadhilah/ Gloria Emanuelle Widjaja, 15-21, 21-13, 21-15.

“Saya sudah berdo’a semoga kami bisa mengulangi sukses senior kami di Singapura, semoga terjadi juga di New Zealand. Ternyata terwujud dan kami senang bisa memastikan juaranya adalah Indonesia,” tutur Edi.
“Ketemu teman sendiri pastinya bukan hanya masalah teknis saja yang perlu diperhatikan tetapi non teknis juga karena setiap hari kami berlatih bersama. Buat saya dan Melati yang penting kami bisa menampilkan permainan terbaik kami,” tambah Edi yang bersama Melati merupakan pasangan Juara Dunia Junior 2012.

Selain di ganda campuran, nomor ganda putra juga berpeluang menyumbangkan gelar juara dengan lolosnya pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Selvanus Geh ke babak final. Kevin/ Selvanus yang juga menjadi kampiun di ajang Vietnam International Challenge 2014, merebut tiket final dengan mengalahkan ganda putra masa depan Jepang, Takuto Inoue/ Yuki Kaneko, 23-21, 21-17.

Sementara itu, Taiwan dan Jepang masing-masing juga memastikan gelar juara di nomor tunggal putra dan tunggal putri di turnamen berhadiah total 50 ribu dollar AS ini.

Berikut adalah susunan pertandingan babak final New Zealand Grand Prix 2014:
Tunggal Putri
Nozomi Okuhara (JPN) vs Kana Ito (JPN)
Tunggal Putra
Hsu Jen Hao (1/TPE) vs Tzu Wei Wang (6/TPE)
Ganda Campuran
Alfian Eko Prasetya/ Annisa Saufika (INA) vs Edi Subaktiar/ Melati Daeva Oktavianti (INA)
Ganda Putri
He Tian Tang/ Renuga Veeran (4/AUS) vs Shizuka Matsuo/ Mami Naito (JPN)
Ganda Putra
Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Selvanus Geh (INA) vs Chen Hung Ling/ Lu Chia Pin (2/TPE)

Kadek

Kadek

Football for life, listen to Punk Rock and a "Red blood and White bones" person. A day without laughs is wasted for me.
Kadek

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY