Kenapa Latihan Sprint Penting

Pada artikel tips kali ini, saya akan mencoba membahas soal ‘sprint’ atau lari cepat jarak pendek. Ada argumen diantara teman-teman saya yang sama-sama pelari jarak jauh. Bagi kita yang berlari jarak jauh, untuk apa kita berlatih ‘sprint’? karena yang kita butuhkan adalah endurance atau stamina untuk dapat berlari kilometer demi kilometer. Jadi latihan ‘sprint’ tidak diperlukan, latihan endurance lah yang dibutuhkan.

Beberapa berpendapat tidak perlu sedangkan yang lain mengatakan sebaliknya. Saya lebih suka membuktikannya dibanding berdebat teori tanpa pernah mencobanya secara pribadi. Karena saya berpikir bila kita ingin menempuh jarak dengan lebih cepat, tidak lain yang harus dilakukan adalah dengan ‘sprint’.

Ketika melakukan ‘sprint’, kita menggerakkan otot dalam kapasitas maksimalnya dan sering kita merasa ‘seharusnya’ saya bisa berlari lebih cepat dari ini tapi beberapa faktor menjadi penghalangnya, seperti: kita tidak bisa menggerakan kaki lebih cepat sesuai dengan keinginan, badan bagian atas yang sudah capek tidak mau kompromi ketika diajak bergerak lebih cepat atau nafas Anda yang sudah “Senin-Kamis” karena paru-paru kita tidak mampu menarik oksigen lebih banyak lagi. Itulah mengapa kita butuh untuk melakukan latihan ‘sprint’.

‘Sprint’ bagi pelari jarak jauh sama rasanya dengan latihan angkat beban berat di gym karena intensitas gerakan yang dilakukan oleh tubuh. Ketika kita berlatih angkat beban di gym, kita akan merasakan sakit di otot-otot kita itu disebabkan karena adanya ‘perobekan’ otot didalam dan otot akan tumbuh kembali atau membaik dengan lebih kuat sehingga kita dapat mengangkat beban yang lebih berat dan begitu seterusnya. Begitu juga dengan ‘sprint’ dalam berlari, karena kita terus menerus melatih otot yang sangat spesifik kita perlukan untuk berlari lebih cepat.

Untuk melatih ‘sprint’ ini kita dapat menggabungkan atau memasukannya didalam program yang telah Anda punya atau sedang lakukan. Sebelum melakukan ‘sprint’, selalu lakukan pemanasan dan jogging dalam jangka waktu yang cukup lama, ketika sudah merasakan bahwa badan sudah cukup berkeringat dan hangat, baru kita mulai prosesnya. Bagi Anda yang belum pernah melakukannya, ada kemungkinan besar Anda akan mengalami cedera. Dikarenakan ‘sprint’ ini selalu dalam jarak pendek maka lakukanlah dalam repetisi seperti kita melakukan angkat beban di gym.

Kita bisa melakukannya dengan 1 set yang terdiri dari 4×100 meter (m) dengan recovery jogging 100m diantara repetisi tersebut. Trek lari adalah lokasi yang paling ideal untuk melakukannya. Tetapi kita juga bisa melakukannya di jalan raya, tentunya kita harus memilih jalan yang benar-benar sepi dari kendaraan bermotor.

Dan sebagai alternatif kita bisa menambahkan jarak didalam setiap repetisinya. Dari 100m menjadi 200m,  kemudian meningkat menjadi 400m dan seterusnya. Berapapun jaraknya selalu usahakan pace-nya selalu sama dengan pace 100m Anda. Dan Anda bisa merasakan perbedaannya nanti didalam long-run Anda.


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY