Kapunkap! Liburan 3 Hari di Bangkok


Kota Bangkok
Kota Bangkok

Pada bulan Mei lalu saya bersama teman saya melakukan perjalanan ke Bangkok, ibukota Thailand. Negara yang pernah digunakan untuk shooting film Hollywood Hangover Part II dikenal sebagai surganya para pemburu belanja. Khususnya di Bangkok atau orang lokal menyebutnya Krung Thep. Karena itu, salah satu yang bikin saya penasaran saat datang ke negeri gajah putih adalah melihat seberapa besar animo belanja para turis mancanegara ataupun pengunjung lokal terhadap penawaran-penawaran yang ada. Selain itu saya memang ingin menikmati kegiatan-kegiatan turis yang ada di sekitar Bangkok.

Oke disini sambil bercerita saya akan menjabarkan itinerary perjalanan, do’s & dont’s, dan hasil akhir dari perjalanan ini. Bulan Mei di Bangkok itu seperti menghadapi dua matahari yang super terik. Panasnya luar biasa. Bahkan menurut saya lebih panas daripada Jakarta. Jadi jangan lupa, demi kesehatan lebih baik ketika berpergian keluar pakai sunblock dengan SPF tinggi. Untuk berpergian ke Bangkok saya sarankan buat rencana perjalanan atau itinenary dengan seksama. Kenapa? Karena banyak sekali spot wisata yang menarik. Awalnya saya bingung hendak kemana. Akhirnya saya mencari saran dari website tripadvisor dan beberapa blog. Dalam 3 hari saya mendapatkan tujuan yang efektif dan berdekatan.

Mie Pad Thai yang lezat!
Mie Pad Thai yang lezat!

Yuk mari kita mulai!
Saya mengambil 4 hari 3 malam. Dimulai dari hari Minggu, demi menghindari macet yang sama terkenalnya dengan Jakarta. Saya mengambil keberangkatan pagi, mengingat perjalanan mencapai 3 jam menuju Bangkok. Sesampainya saya langsung check-in ke hotel. Sebisanya kamu pesan hotel yang dekat dengan MRT menuju airport agar mudah dan tak perlu tergesa-gesa. Sesudah sampai cobalah makan siang emperan, disana terkenal dengan mie pad thai mereka. Murah meriah. Selesai makan saya langsung menuju Chatuchak Market.

Sampai di pasar itu layaknya Pasar Senen tapi lebih rapi dan bersih. Saya bisa katakan, kamu wajib mendatangi pasar ini. Segalanya ada, mulai dari baju, sepatu, sampai kesenian. Hampir semuanya asli. Dan jangan ketipu dengan nominal ratusan baht. Saya kemarin beli tas eastpack asli yang langka dengan harga 300 baht, kalau dihitung rupiah itu sekitar 100 ribuan saja. Sayangnya pasar ini hanya buka pada Sabtu dan Minggu. Jadi persiapkan hari yang bisa kamu sempat kesana.

Bagian seni dari pasar Chatucak
Bagian seni dari pasar Chatucak

Hari kedua saya habiskan untuk hunting berbelanja baju. Dari mall sampai plaza saya putari. Coba kamu naik MRT ke kawasan Siam Square. Disana ada mall Siam Paragon. Dari brand high-end sampai lokal punya. Dan semua terhitung murah dibanding disini. Plus foodcourt yang nyaman dan unik serta kafe-kafe yang ingin sekali kamu masuki semua. Kalau di Siam kamu tak bisa menawar, tapi kalau di MBK (Mall of Bangkok) kamu bisa menawar dengan harga terendah. Saya bisa mendapat baju seharga 100 baht per potong. Atau sekira Rp35 ribu saja. Kualitasnya pun juga oke punya hehe…

Untuk bepergian selama di Bangkok saya sarankan untuk terus naik MRT. Karena selain cepat dan harga tetap, kamu bisa berpergian dengan nyaman. Jangan naik taksi atau tuktuk karena kamu bisa dikenakan 150 baht lebih.

editB3
Temple of reclining buddha

Lalu pada hari ketiga layaknya turis saya keliling spot-spot turis disana. Pertama saya langsung meluncur ke Grand Palace. Nah kali ini saya menggunakan taksi, mengingat tidak ada MRT kesana. Di Grand Palace ini kamu bisa dikenakan biaya masuk 100 baht karena ini adalah milik kerajaan Bangkok. Lalu setelahnya saya pindah ke Wat Pho atau Temple of Reclining Buddha. Disini lebih murah, habis 30 baht saja. Didalamnya ada patung Buddha berukuran besar sepanjang 150 kaki. Saya sarankan ikuti peraturan yang ada demi kamu tidak kena tegur, karena mereka benar-benar disiplin.

Perjalanan saya lanjutkan ke Wat Arun atau Temple of Dawn. Dari kawasan Wat Pho kamu harus menyebrang dengan perahu dan langsung ke lokasi kuil itu. Saya perlu ingatkan lagi, disini panasnya membuat kamu dehidrasi jadi kamu perlu bawa botol air putih yang besar agar terhindar dari pingsan. Disini kamu bisa menaiki kuil itu sampai level 2. Dan kamu bisa menikmati kota Bangkok yang tentram. Priceless!

Tapi kamu harus terus waspada, saya hampir kena scam! Disana pasti ada yang nawarin kamu tur berharga mahal dengan alasan negara menutup tempat-tempat turis. Modus dengan bisa memasuki kamu dari pintu belakang. Jadi jangan ditanggapi dan berdoalah agar tak kena hipnotis hehe…
Sore hari masih disekitaran kuil-kuil itu saya dan teman saya menuju Khao San Road, dimana kawasan ini penuh turis-turis eropa (mungkin hampir semuanya adalah turis), banyak sekali kafe dan bar murah tapi tidak bronx (sebutan untuk kawasan preman). Fyi, kawasan ini juga pernah digunakan untuk lokasi shooting film The Beach yang diperankan oleh Leornado Dicaprio. Cool!

Hari terakhir sebelum saya pulang, saya gunakan waktu untuk nonton bioskop yang masih menggunakan sistem klasik. Tempatnya pun masih tergolong klasik. Rasanya seperti balik ke tahuun 70-an.

Oke, itulah perjalanan saya. Dibawah ini saya mau berikan beberapa barang dari Blibli yang berguna ketika kamu berada di Bangkok:
1. iPod Nano 7th Generation 16GB
Bilamana kamu traveling sendiri, musik adalah teman terbaik. Selain kamu tidak akan merisaukan yang terjadi di sekitar. Musik akan menenangkan hatimu. Jadi pilihan jatuh kepada Ipod Nano generasi ke 7 ini. selain ringkas dibawa, kamu bisa menyetor seribu lagu lebih. Enjoy!

blibli_ipod-nano-7th-generation-16-gb-green-leaf_green-leaf

2. Topi Barbarockfashion Barett
Satu hal yang saya lupa tapi fatal adalah tidak membawa topi. Karena matahari disana sejengkal dengan kepala, saya sarankan bawa topi apa saja untuk menghindari kepalamu akan pusing. Coba koleksi dari Babarockfashion Barett ini. Sudah melindungi, bergaya pula.

xbarbarock-fashion_barbarockfashion-baretta-topi-cream_cream_full01.jpg.pagespeed.ic.FfAbl_zNax


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY