Disadur dari tulisan Timur Paramayudha dan Murtianto dari Bolalob.com

World-Cup-2014-France1-Squad img_proxy_url

Dua tim Eropa dengan reputasi besar akan berhadapan dalam pertandingan perempat final Piala Dunia 2014, yakni Jerman lawan Prancis. Ini adalah pertandingan penentuan, untuk mencari siapa yang layak hinggap di semifinal Piala Dunia. Stadion Maracana menjadi venue pertandingan akbar dua tim besar dari Eropa.

Ini bisa saja menjadi pertandingan yang sulit untuk kedua wakil Eropa itu. Masalahnya, cuaca membuat para pemain tidak 100 persen fit bagi tim yang bermukin di Eropa. Bahkan saat semifinal nanti, dapat dipastikan akan lebih panas dari cuaca di Brasil.

Terbukti, tujuh anggota skuat tim Jerman telah terserang gejala flu dan sakit tenggorokan menjelang laga perempat final di Rio de Janeiro nanti malam. “Saya berharap mereka semua akan baik-baik saja,” kata pelatih Jerman Joachim Loew kepada radio ARD dengan menyebut sebagian besar dari mereka terkena dampak “sakit tenggorokan”.

Loew menyebut sakit itu dipicu oleh AC, stres perjalanan, dan perbedaan iklim ketika timnya bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di Brasil untuk pertandingan. Meskipun pelatih berusia 54 tahun itu tidak menyebutkan nama-nama pemain yang terserang flu, tapi dua anggota skuat diketahui telah terdampak. Pertandingan antar Jerman lawan Prancis ini menjadi semakin seru karena sejarah yang telah mereka lalui.

Di tahun 1982 saat Piala Dunia diadakan di Spanyol, kedua tim ini bertemu dalam laga semifinal yang memperebutkan tempat ke ‘surga’ alias final. Jerman memang menang adu pinalti setelah sebelumnya bermain imbang 3-3, tapi itu bukan cerita balas dendam yang klasik.

Yang lebih klasik adalah terjangan Harald “Tony” Schumacher, si kiper Jerman kepada penyerang Prancis, Patrick Battiston. Mungkin itu adalah terjangan kiper yang paling brutal pada masanya. Battiston pingsan dan sang kiper pun tanpa merasa bersalah yang bertolak pinggang. Kini, media mulai kembali menganggakat isu tersebut sebagai pertandingan ‘balas dendam’ Prancis.

Prediksi pun terus bermunculan dengan menaikan nama Paul Pogba dari Prancis. Pemain muda asal Juventus ini menunjukan permainannya yang impresif. Ini memang jadi ajang Piala Dunia pertama baginya, namun penampilannya dianggap sebagai pemain ‘senior’ dan bukan sebagai ‘rookie’.

Pogba menjadi pengendali yang handal di lini tengah Prancis dan menjadi pemain yang membuka kemenangan atas Nigeria lewat gol tunggalnya.Selain Pogba, nama Laurent Koscielny juga bisa menjadi ‘kartu’ dalam pertandingan ini.

Jika Jerman tetap kesulitan dengan pemilihan pemain, maka Prancis sudah cocok dengan Koscielny yang menggantikan Mamadou Sakho. Deschamps juga punya banyak alternatif menyerang dibanding Jerman. Di Der Panzer, pilihan striker murni hanya ada kepada Miroslav Klose.

Sedangkan striker eksplosif lainnya seperti Lukas Podolski sedang dalam kondisi yang tidak fit secara 100 persen. Ini jelas berbeda dengan Prancis yang memiliki banyak amunisi selain Olivier Giroud. Jika pemain Arsenal itu harus diganti, maka nama penyerang licin lainnya seperti Antoine Griezmann adalah jaminan mutu.

Bagaimana menurut anda? Silahkan isi boks komentar dibawah! Dan jangan lupa pakai barang terbaru Piala Dunia 2014 dengan belanja di program Sambaforia di Blibli.com untuk dapatkan tiket nonton bareng final Piala Dunia 2014 di Kampung Kemang!

 

Kadek

Kadek

Football for life, listen to Punk Rock and a "Red blood and White bones" person. A day without laughs is wasted for me.
Kadek

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY