Pulau Belitung
Berbagai Pulau Kecil yang Mendukung Keindahan Alam Belitung.

Jelajah di Pulau Belitung memberikan kita keindahan yang tak ternilai..

Semakin tahun berjalan liburan ke berbagai pulau wisata terbilang mudah. Terutama Pulau Belitung yang sudah menjadi obrolan para wisatawan nusantara sekian tahun. Beruntungnya bagi saya kali ini berangkat ke Belitung dengan mudahnya. Ada lima penerbangan per hari yang sudah memudahkan para turis yang ada. namun saran saya alangkah lebih baiknya apabila keberangkatan dilakukan pada pagi hari. Karena dengan pengalaman saya, situasi traffic bandara pada pagi hari itu masih sepi. Asal jangan mengambil jam 12.00 keatas. Kamu akan merasakan delay berkepanjangan. Dan kamu bisa menikmati sambil mengendurkan saraf dengan tenang.

Begitu sampai tujuan, teman saya (atau sang tur guide) berpantun mengenai pulau ini, suatu tradisi sambutan yang tak pernah hilang dari keturunan Bangka-Belitung. Sesampainya di hotel saya langsung beranjak pergi bersama teman menuju pantai Tanjung Tinggi. Pantai ini dikenal sebagai lokasi shooting film Laskar Pelangi. Bahkan judul novel tersebut sudah menjadi slogan promosi pariwisata oleh dinas pemerintah daerah setempat. Panorama disini memang tak bisa dibandingkan, ditambah keanehan granit ‘batu belah’. Batu yang terbelah dua, yang satu berdiri tegak sementara lainnya tumbang 45 derajat. Saya pun duduk persis di batu sang anak-anak laskar pelangi sedang mengidolakan panorama laut. Satu kata: breathless!

Eagle Rock
Batu yang tidak dipahat menjadi bentuk seperti burung Elang.

Hari ini memang spesial tur antara pulau ke pulau, lalu saya menuju ke pantai Tanjung Kelayang. Pantai pasir putih yang membentuk setengah lingkaran sepanjang 1,5 km ini mempunyai (terlihat dari bibir pantai) gugusan bebatuan granit yang sekilas nampak seperti burung berenang di atas permukaan air. Dari tanjung ini saya melabuh ke berbagai pulau. Pertama Pantai Pasir yang merupakan pulau pasir putih dan tidak ada apa-apa. Ini menjadi favorit saya karena saya bisa saja melamun seharian disini, asal jangan tengah hari, dijamin kamu akan gosong. Kemudian Pulau Kepayang atau dikenal dengan Pulau Babi (15 menit pakai speedboat). Pulau ini adalah pulau konservasi penyu, terumbu karang, dan eco tourism. Saya tidak bisa beri pendapat untuk pulau ini, Karena menurut saya pulau ini sangat sempurna.

Snorkeling
Snorkeling dekat Mercusuar, priceless!

“Pak, mau lihat pemandangan dari lantai 18 tidak?” spontan saya menjawab setuju. Pemandangan itu terletak di Pulau Lengkuas. Keberadaan mercusuar yang masih berdiri kokoh sejak dibangun pada tahun 1882 ini menjadi spot turis untuk melihat pemandangan dari lantai 18. Jujur, saya tidak pernah setakut itu dan sebahagia itu melihat pesona hamparan laut selat Malaka yang begitu luas dan indah. Terlebih di bagian timur pulau kita bisa diving dan snorkeling. Kemudian saya balik ke pusat kota untuk menghabiskan sore saya untuk membeli oleh-oleh asal Belitung. Dari hasil tenun cual sampai kue ipo-ipo dan ruku-ruku.

Hari terakhir sebenarnya saya ingin santai saja di pantai terdekat. Tetapi saya pikir pulau ini patut di jelajahi lebih jauh. Akhirnya saya diajak ke objek wisata yang benar-benar jarang tersentuh yaitu Batu Kera di Tanjung Kiras bagian selatan Kecamatan Mambolong. Saran saya bila kamu ingin mencari inspirasi menulis pergilah untuk mengasingkan diri disini. Lalu saya pergi ke desa yang masih kuat mistisnya yaitu Desa Mentigi. Di desa ini ada kolam Telaga Bulan, konon kita bisa mendapatkan jodoh cepat apabila berendam disini. Tetapi saya sedikit ragu untuk mencoba. Alhasil saya hanya bisa memandang dan mengambil gambar saja.

Waktunya balik ke Jakarta, tapi sebelum itu saya berbelok ke kota Manggar, kota 1001 kopi. Ya, Belitung memang terkenal dengan aroma kopi di setiap sudutnya. Kopi yang dihidangkan bersal dari Lampung namun cara memasak kopi tersebut sangat kuno, melewati beberapa panci dan saringan untuk membuat kopi tidak terlalu kental. Lucunya, disini mempunyai tradisi berdiskusi. Siapapun bisa bergabung untuk menyumbang diskusi. Jadi jangan heran kalau kamu mendengar canda tawa, ribut, dan perdebatan panjang oleh orang lokal. Kalau saya, saya hanya bisa manggut-manggut karena saya tidak mengerti bahasa mereka.

Bangka-Belitung atau Babel memang seru untuk di eksplor, semua serba cepat, tidak kenal dengan macet yang membuat kita gila, harga semua hampir murah plus penerbangan yang sudah ada menuju Belitung langsung atau kamu bisa cek di blibli.com untuk penerbangan Garuda yang sudah tersedia online. Pemda menargetkan seribu pengunjung di tahun 2013 ini. Mari kita mendukung dengan menjadi salah satu bagian dari seribu tersebut. Enjoy!


16 COMMENTS

  1. Belitung sangat menawan.. tahun 80 sampai 83 saya pernah tinggal di buluhtumbang airport…..untuk menuju ke wisata memang transportasinya agak sulit…tapi sekarang saya denger transport udah mudah didapat …..selamat berwisata ke belitung…..

    • Bener sekali dulu Belitung memang susah, sekarang tinggal naik speed boat atau kapal terbang yang 5 kali sehari. Semoga hal ini terus berjalan dengan baik ya 🙂

  2. Pulau yang luar biasa dengan segala keunikan dan keindahannya,tak disangka berkembang begitu cepat,suatu saat akupun ingin mengunjungi kota kelahiranku Tanjung Pandan.Bravo teruslah jaya Belitung.Explore juga kebudayaan masyarakat Belitung ya….

  3. belitung tdk akan terlupakan walaupun kami asal dr jabar, keluarga tiba di tanjung pandan thn 1969 s/d 74.pantai di belitung sangt indah tdk sainganx n masakkan sayur ikan gangan,mie belitung,laksa,sanpe kerusip,mantaaaaaaaaaaaap, buktikan dtg lsg pst tdk akan kecewa.

  4. Sy sdh booked semua pesawat dan hotel di sekitar tanjung pandan, pertanyaannya bagaimana cara sy pergi ke Tangjung Kelayang, tanjung tinggi dll , apakah di hotel tersedia city tour ke tempat- tempat tsb. Tks

    • Halo Yolanda, untuk guide biasanya mereka akan memberi informasi saja, tetapi tidak menyediakan. Namun kamu bisa langsung datang ke tempat kapal itu dan langsung menanyakan harga keliling pulau termasuk guide dan makan siang. Saya dulu seperti itu ketika berkunjung. Selamat jalan-jalan!

    • Halo Lea, Iya sebaiknya sih jangan ya. Daripada nanti kamu ‘manyun’ disana. Lebih baik setelah januari saja. Kalau mau, ke daerah jawa saja. Sedikit lebih tenang dari laut Sumatera.

    • Wah saya sendiri kurang tahu ya sekarang berapa, tapi saya pas tahun 2012 itu total 2,5 juta rupiah. Termasuk pesawat terbang. Coba aja kamu cek di blogger, biasanya suka ada yang tawarin paketan. Semoga bermanfaat ya..

LEAVE A REPLY