Bagai para pecinta seni drama dan peran, Sha Ine Febriyanti tentunya bukanlah nama yang asing di Indonesia. Memulai kariernya dengan menjadi model dan bintang sinetron, Ine kemudian menyusuri dunia seni peran Indonesia sebagai aktris serta sutradara dan penulis.

Namanya dikenal lantaran membintangi beberapa film seperti Beth dan Laksamana Keumalahayati. Nggak sampai disitu, sebagai sutradara, dia pun menyutradarai dan menulis skenario film ‘Tuhan Pada Jam 10 Malam’, ‘Selamat Siang Risa’, dan beberapa judul film dokumenter lainnya.

So, bagi para penggemar karya Sha Ine, pasti menyesal telah melewatkan pertunjukan satu ini! Lantaran, dirinya baru saja ‘unjuk gigi’ lewat dramatique reading dengan tampil di Auditorium Galeri Indonesia Kaya pada Minggu, (13/4). Yap, kali ini Sha Ine Febriyanti sukses menghidupkan kembali karakter Cut Nyak Dien lewat sebuah “Dramatique Reading: Cut Nyak Dien”!

Dengan durasi 40 menit, Sha Ine Febriyanti menghidupkan kembali karakter Cut Nyak Dien yang dikenal dan dikenang luas atas semua jasa-jasanya dalam melawan penjajah Belanda. Untuk segala perjuangannya dalam Perang Aceh, pemerintah menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional Indonesia.

Dibuka dengan Kisah Cut Nyak Dien saat diasingkan di Sumedang, Sha Ine Febriyanti membawa pengunjung Galeri Indonesia Kaya melihat Perang Aceh dari sudut pandang seorang Cut Nyak Dien. Ugh, dijamin merinding kalau menontonnya!

“Cut Nyak Dien merupakan pahlawan nasional yang jasanya sangat besar bagi bangsa ini, namun banyak yang tidak mengetahui pergolakan seorang perempuan Aceh ini ketika dia berada di tengah peperangan, ketika suaminya mati dibunuh penjajah dan hal-hal yang mendorong dia untuk mengobarkan semangat perlawanan terhadap penjajah,” ucap Sha Ine mengomentari peran yang dilakoninya kali ini.
CUT NYAK DIEN - SHA INE FEBRIYANTI (3)
“Sebagai seorang perempuan, karakter Cut Nyak Dien ini begitu kuat dan mendorong saya untuk menampilkan dalam monolog yang tidak hanya menghibur, namun juga memberikan pelajaran sejarah perjuangan bangsa ini kepada generasi muda,” pungkasnya.

Yap, karakter Cut Nyak Dien yang dipentaskan kali ini memang bukan hanya melihat dari kepiawaiannya sebagai pahlawan perang yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tetapi, Sha ine juga ingin menunjukkan karakter Cut Nyak Dien sebagai wanita yang kuat dengan sifat-sifat keperempuanannya pada aksinya kali ini.

“Sha Ine Febriyanti adalah salah satu anak muda yang bertalenta dan konsisten bergelut dalam dunia seni peran Indonesia. Tak hanya sebagai aktris, namun juga sebagai sutradara dan penulis yang membuat kiprahnya di dunia teater dan layar lebar diakui masyarakat. Karena itu, Galeri Indonesia Kaya menggandeng Sha Ine Febriyanti untuk menampilkan pertunjukan monolog yang akan memberikan perspektif baru mengenai seni peran kepada para pengunjung Galeri Indonesia Kaya,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.
CUT NYAK DIEN - SHA INE FEBRIYANTI (4)
Bagaimana, kelewatan aksi Sha Ine? Makanya, pantau terus Blibli.com ! Siapa tau bakal ada info tentang pertunjukan di Galeri Indonesia Kaya selanjutnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY