HTC One, atau julukan dari saya, The ONE, smartphone titisan dewa yang terpilih sebagai The ONE, dikeluarkan oleh HTC, produsen smartphone yang cukup berpengalaman dan senior dari Taiwan. Masih ingat XDA O2? Dopod? atau mundur ke Pocket PC, Compaq iPaq? Itu semua yang memproduksi perangkatnya adalah HTC, High Tech Computing, bukan Hubungan Tanpa Ctatus.

Waktu dipanggil ke kantor HTC di bilangan Semanggi, secara instan saya langsung berdiri dan semangat. HTC One belum keluar disini dan sekali lagi saya diberikan kesempatan untuk mencobanya duluan. Bahagia itu sederhana.

HTC One merupakan produk terbaru dari HTC yang tercanggih, terhebat dan paling berkelas. Hal yang sebenarnya sudah bisa kita rasakan ketika memegangnya pertama kali. Casing yang seluruhnya dibuat dari besi (metal). Sekilas bisa dibilang menyerupai Z10, namun lebih tipis. Bisa menyerupai HTC One X+ tapi lebih premium. Yang pertama saya lihat sebelum mengaktifkannya adalah speaker. Speaker terletak di atas dan bawah layar, yang bila di putar orientasinya, menjadi speaker kanan dan kiri. Filosofinya adalah hiburan, yang disini dimaksud adalah video dan musik, untuk dinikmati bersama, dan akan aneh bila mendengar cuma dari satu speaker. Itu kelebihan pertamanya.Β HTC yang juga berpartner dengan Beats -yang hobinya adalah berkolaborasi dengan public figure seperti Dr. Dre, Justin Bieber, Kobe Braynt, dan masih berderet nama lagi- mengadopsi prosesor suara dari beats. Amazing sound!

Kedua, ketika saya menyalakannya, layarnya kurang lebih sama dengan ketajaman layar smartphone Android yang lain. 1920 x 1080, HD. Namun, yang membedakan adalah ukurannya, yang sedikit lebih kecil, 4.7″. Ini mungkin tidak terlihat dari kasat mata, tapi layar kecil justru memadatkan jumlah pixelnya, yang lain 441 ppi, sedangkan HTC One 469 ppi. Lebih tajam sebenarnya.

Setelah menyalakannya, saya dikenalkan dengan Apps yang khusus dibuat untuk HTC, yaitu BlinkFeed. BlinkFeed adalah aplikasi bawaan HTC yang bertugas sebagai pembawa berita untuk 1 penonton, Anda. Pengguna bisa mendapatkan berita yang bisa dipilih diantar Associated Press, detik.com, Tempo.co, KapanLagi, dll. termasuk Twitter, Facebook, LinkedIn dan Flickr. Gampangnya, seperti Flipboard, namun khusus untuk HTC.

Yang ketiga, adalah kamera. Kameranya, 4 UP (UltraPixel). Konon, 1 ultrapixel = lebih dari 3x megapixel. Jadi, boleh dibilang sama dengan 12-13MP. Bukan hanya itu, fitur yang diunggulkan adalah HTC Zoe. HTC Zoe adalah fitur di aplikasi kamera yang dapat merekam foto (bukan video) selama sekitar 3 detik, seperti layaknya setengahnya Vine. Lebih jelasnya, mungkin video yang di halaman pre-order bisa membantu.

Overall, HTC One, is One amazing device. Dari semua fitur tadi, disematkan otak dengan prosesor 1.7 Ghz Quad Core, 2GB RAM, sem-pur-na.

Pre Order di Blibli.com Worth-every-penny, I’ll say.

HTC One

 

Kadek

Kadek

Kadeko - Football for live, listen to Punk Rock and a "Red blood and White bones" person. A day without laughs is wasted for me.
Kadek

8 COMMENTS

    • Relatif sama.
      Kamera di low light lebih bagus HTC One, tapi dengan cahaya cukup, S4 menang.
      Samsung lebih banyak fitur.
      HTC One menggunakan beats sebagai prosesor suara.

      Kembali ke preference, terhadap design fisik, brand & user interface.

      πŸ™‚

  1. Tau octa-core nya gmn ga mas?
    Octa-core bukan jalan bareng delapandelapannya…tp kalo kalem jalan yg 1 set (4cores) dan kalo butuh yg ekstrim pake 1 set yg lainnya…yg 1 set awal ga dipake.

    Spek dibaca dan dipahami baik2

  2. big and little adalah julukan processor di s4, bukan murni 8 core. ketika kerja ringan make yang little ketika kerja berat make yang big. Membahas kelemahan memang tidak akan ad habisnya, semua tergantung dari pembeli sesuai dengan kebutuhan.

LEAVE A REPLY