Goodnite, Sleep Tight

Bagi Anda yang sehari-harinya sudah penuh dengan kesibukan dan rutinitas lari, ada satu hal yang tidak bisa ditinggalkan: tidur.

Dalam artikel-artikel sebelumnya saya banyak menulis tentang motivasi berlari, cara memilih sepatu lari, dll. Dan sekarang untuk mengimbangi semua kegiatan tersebut kita juga membutuhkan istirahat atau tidur. Dan ternyata tidur bisa menjadi masalah tersendiri bagi beberapa orang.

Tidur yang berkualitas akan mengembalikan kinerja otot yang sudah menurun setelah berkegiatan dan juga membuat Anda segar secara mental. Maksud berkualitas disini dari segi waktu dan prosesnya.

Saya suka mendengar cerita dari teman-teman yang suka lari (dengan schedule rutin tiap minggunya), kalau mereka mengalami susah tidur dimalam hari. Saya akan coba membagi beberapa cerita mereka dan cara mengatasinya.

Menambah Belum Tentu Baik.
Beberapa teman menambah jarak lari mereka lebih jauh dari biasanya dengan alasan agar capek dan bisa tidur lebih cepat. Tapi yang didapat hanya kelelahan dan makin tidak bisa tidur, ini disebabkan hormon adrenaline dan endorphine yang dihasilkan ketika kita berlari yang mengakibatkan badan kita dalam kondisi ‘terjaga’. Oleh karena itu, hindari berlari 2 jam sebelum waktu tidur. Dan juga kalau Anda berlari di sore hari disarankan jangan mengkonsumsi minuman ber-kafein dan energy drink yang berkadar gula tinggi, minuman-minuman ini akan membuat Anda ‘terjaga’ pada malam harinya. Air Kelapa bisa menjadi pilihan yang lebih masuk akal.

Bikin Rutinitas Baru.
Lakukan 7,5 jam tidur/hari dan dilakukan secara rutin. Untuk sebagian besar orang Jakarta sepertinya hal ini tidak mungkin terjadi dengan kerjaan yang selalu menumpuk. Dengan sedikit niat dan usaha pasti bisa koq ☺. Saya tidak mengatakan gampang, tapi bisa. Dari 7,5 jam itu, di 2 jam pertama tubuh akan mengeluarkan hormon yang membantu memproses perkembangan otot dan pembakaran lemak. Dan coba hindari makan 1 jam sebelum Anda tidur untuk mempermudah proses Anda tidur.

Wondering Around.
Beberapa orang sebelum memejamkan mata , suka memikirkan hal-hal tertentu apalagi bila esok harinya ada event penting, seperti: Race (lomba lari). Malam sebelum lomba biasanya akan menjadi malam yang tegang (bahkan pelari profesional pun merasakannya). Ada cara yang dianjurkan ahli ‘sleep disorder’: ambil beberapa menit untuk benar-benar memikirkan hal-hal yang ada dipikiran kita, lalu kembali ke saat ‘sekarang’ dengan cara, fokus dengan keadaan sekelilng kita. Dengan kita benar-benar memahami masalah yang sedang kita pikirkan akan membantu pelan-pelan untuk melepaskannya sehingga kita akan cepat tertidur. Dan menurut penelitian juga, tangan dan kaki yang hangat dapat meningkatkan kualitas tidur.

Tips dibawah ini mungkin bisa membantu:
120 menit sebelum tidur: Jangan berlari
90 menit sebelum tidur: Matikan TV, notebook, BB maupun smartphone Anda
75 menit sebelum tidur: Mandi air hangat
60 menit sebelum tidur: Berhenti makan
30 menit sebelum tidur: Masuk selimut dan baca buku
0 menit: Matiiin lampu dan ilang

Good nite, sleep tight.


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY