Jernihnya air laut di Pulau Pari
Jernihnya air laut di Pulau Pari

Seperti saya ungkap sebelumnya pada bulan Agustus ini akan saya beri tema jadikan Indonesia sebagai tujuan utama wisatamu. Kalau saya jabarkan tak akan ada habisnya spot di Indonesia yang dapat kamu jelajahi. Beribu bahkan! Dimulai dari daratan pantai, budaya yang unik, hingga pegunungan yang eksotik. Bermula dari tempat yang kecil, yuk kita kenali indahnya nusantara kita sendiri.

Kebetulan nih wahai para Blibli Friends readers, seusai Lebaran saya mengambil liburan singkat ke kepulauan Seribu. Ya memang saya gemar sekali dengan pantai. Tapi bukan berarti saya tidak akan jelajah pegunungan loh. Tunggu saja saya artikel berikutnya. Pasti bakal menarik perhatianmu untuk berlibur..

Pulau Pari ini merupakan salah satu dari seribu pulau yang indah. Keberadaan pulau Pari ini baru-baru saja diketahui masyarakat Jakarta. Maklum info mengenai pantai indah hanya berkisar di Pulau Tidung, Pramuka, Bidadari, dan Harapan. Namun jangan berharap kamu akan menemukan ikan Pari berkeliaran disekitar pulau, dulu memang ada, tapi akibat sampah dan perburuan liar, ikan Pari jadi singgah di pulau lain. Walaupun begitu, masih banyak keindahan yang akan kamu temukan disini. Tidak ada yang berubah.

Seperti biasa, saya tetap menggunakan metode backpacking bersama tim Taskecil saya. Kamu tahu saya hanya habis Rp350 ribu saja dengan dua hari satu malam. Tentunya harus berjumlah banyak agar murah. Setidaknya kamu pergi minimal 10 orang untuk mencapai budget tersebut.

Dimulai keberangkatan dari Muara Angke, harga bisa berkisar antara Rp20 sampai 80 ribu, tergantung seberapa banyak grup kamu. Atau kalau kamu tidak mau naik kapal beramai-ramai kaya ‘sarden’ kamu bisa berangkat dari dermaga Marina. Tentu sedikit mahal, bisa mencapai 100 sampai 200 ribu karena mereka menggunakan speedboat. Perjalanan kira-kira memakan waktu sampai dua jam. Jangan lupa minum obat anti mabuk seperti Antimo ya buat kamu yang suka mabuk laut.

Sesampainya di pulau Pari, ternyata melebihi dari ekspektasi saya. Perkiraan saya akan seperti pulau Pramuka dan teman-temannya. Ternyata Pari jauh lebih bagus. Lebih bersih dan pasir di pantainya putih! Terlebih air lautnya masih jernih berwarna hijau tosca dan kebiruan. Horeee!

Penduduk lokal di Pulau Pari
Penduduk lokal di Pulau Pari

Di pulau ini sudah banyak penduduk setempat dengan berbahasa melayu. Kamu dapat menginap di rumah penduduk dengan harga 150 sampai 200 per orang dan per malam. Kalau kamu menggunakan paket, makanan sudah tersedia tiga kali sehari. Udah begitu masakan mereka enak semua. Sangat tradisional dan manis.

Setelah makan siang kamu akan diajak untuk snorkeling di sekitar pulau Pari. Sang pemandu akan membawa kita ke tiga spot. Spot pertama yang rada jauh ada di Rama Kama. Menurut saya ini merupakan yang terbaik. Begitu saya menyebur, sudah banyak puluhan ikan dibawahnya. Yang dimana kamu serasa berenang dengan mereka. Bentuknya unik dan berwarna-warni.

Pantai di Pulau Tikus
Pantai di Pulau Tikus

Selesai menikmati jumlah ikan yang tergolong banyak itu, kita bermain di pantai Pulau Tikus. Dimana pulau ini masih sepi dan tidak terlalu besar. Pemandangan panorama yang menajubkan sekaligus menetramkan hati mampu melepas penatmu sejenak. Cobalah untuk berenang sekitarnya, kamu dapat melihat terumbu karang yang masih bagus beserta ikan-ikan nimo (clown fish) kecil yang masih malu-malu bertatap muka.

And its time to get funky! Di Pulau Tikus itu panasnya luar biasa, jadi saya sarankan agar kamu tidak terganggu sengatan sinar matahari, jangan lupa untuk membawa kacamata hitam. Tentu bukan yang palsu ya, sama aja itu namanya merusak mata di kemudian hari. Koleksi Rayban di  Blibli.com bisa menjadi pilihan menarik untuk dipakai.

ray-ban_rayban-2140110796

Setelah Pulau Tikus, tadinya kami mau menuju dimana spot kita bisa melihat kapal pinisi yang sudah lama tenggelam dan snorkeling disana. Namun karena gelombang ombak yang besar, akhirnya kami mencari spot lainnya. Ketika sampai di daerah yang terdekat saya untuk pertama kalinya melihat belut mori yang suka bersembunyi di karang. Sesuai yang ada di TV memang ternyata ukurannya besar sekali. Tapi hati-hati jangan terlalu dekat, belut ini tergolong agresif.

Bersepeda di Pulau Pari
Bersepeda di Pulau Pari

Sesudah menikmati biota laut, saya kembali ke pulau dan menikmati daerah pulau itu dengan bersepeda. Oh iya, budget saya itu sudah termasuk peminjaman sepeda. Senangnya menikmati sore dengan keliling sambil bersepeda. Ujungnya kami bersinggah di pantai Lipi menikmati tenggelamnya matahari. Priceless….

Indahnya sunset di Pantai Lipi
Indahnya sunset di Pantai Lipi

Malamnya kami ternyata disuguhkan barbeque ikan dan cumi di pantai Perawan. Ternyata sudah menjadi tradisi pengunjung pulau Pari untuk menikmati hasil bakaran bersama teman-teman terdekat. Apalagi kamu bisa sambil menikmati voli pantai pada malam itu.

Jadi rekan-rekan dari Blibli Friends, kamu bisa menemukan berbagai alternatif liburan dengan menghemat uang namun banyak mendapatkan momen yang tak terlupakan. Indonesia memang tidak ada habisnya kalau kita mau mencari alternatif itu. Itulah indahnya berwisata di Indonesia..

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY