Hasil berbeda diterima dua ganda campuran Indonesia melawan Korea di ajang BCA Indonesia Open Super Series 2014 hari ini, Kamis (19/6). Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir memetik kemenangan atas perlawanan sengit dari Shin Baek Cheol/Jang Ye Na sementara Kevin Sanjaya Sukamuljo/Greysia Polii harus mengaku keunggulan pasangan senior-junior dari Korea, Lee Yong Dae/Shin Seung Chan, dua set langsung 18-21, 17-21.

Di game pertama, Tontowi/Liliyana menang dengan cukup mudah. Pada game kedua, pasangan Juara Dunia 2013 ini kembali unggul jauh 17-12, kemenangan sudah di depan mata. Namun Shin/Jang tak mau menyerah begitu saja, walaupun Tontowi/Liliyana didukung ribuan supporter di Istora, Shin/Jang tetap berusaha menekan hingga akhirnya sukses merebut game kedua lewat adu setting.
20140619PBSI_BCA Indonesia Open_Tontowi&Liliyana 620140619PBSI_BCA Indonesia Open_Tontowi&Liliyana 5
Pada game ketiga, perolehan poin berlangsung sangat ketat. Satu poin saja susah dibekukan kedua pasangan. Apalagi di game penentuan, satu poin sangatlah penting. Main di kandang sendiri, Tontowi tampak canggung dan beberapa kali melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Hal ini ternyata disadari oleh sang partner.

“Tadi saya sempat terbawa juga. Tontowi mungkin juga demam panggung, karena dia mau menunjukkan yang terbaik ke publik sendiri. Tapi jadinya malah kepikiran, seharusnya dia bisa lebih cuek. Saya memang harus lebih aktif mengingatkan Tontowi,” ungkap Liliyana.

“Saat itu saya berpikir, masa sih saya kalah dari ganda Korea ini? Kami kan Juara Dunia, Juara All England, masa kalah dari Shin/Jang? Apalagi saat kami jadi tuan rumah. Saya pun langsung mengatakan pada Tontowi ‘Wi, masa sih kita Juara Dunia dan Juara All England tiga kali bisa kalah dari pasangan ini?’,” cerita Liliyana.

Diakui Liliyana, penampilan Tontowi langsung berubah drastis usai ia mengatakan hal itu. Tontowi seolah bangkit dari hipnotis yang membuatnya tampil kurang maksimal. Liliyana pun berkata bahwa bermain di kandang sendiri memang berbeda dengan di luar negeri. Ia pun bercerita bahwa ketika di All England 2014, lebih mudah untuk memberikan arahan pada Tontowi.

Performa Tontowi/Liliyana memang masih belum maksimal hingga babak kedua, padahal keduanya menargetkan untuk bisa naik podium juara. Tontowi/Liliyana pun menyadari hal ini dan bertekad untuk tampil lebih baik di pertandingan-pertandingan selanjutnya.

“Kalau tidak bisa berubah, ya pertandingan kami bakal alot terus. Kami harus bangkit dari feeling main yang belum enak, kalau tidak ya bisa berbahaya, karena makin lama kan lawan-lawannya makin berbahaya,” beber Liliyana.

Tontowi/Liliyana melaju ke babak perempat final usai menang rubber game dengan skor 21-11, 22-24, 21-13. Sayang, pasangan junior-senior Kevin Sanjaya Sukamuljo/Greysia Polii terhenti di babak kedua. Kevin/Greysia sebetulnya sempat menguasai permainan dengan memimpin 11-7 di game pertama. Namun setelah interval game pertama tersebut, Lee/Shin mulai mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 12-12 dan balik unggul hingga 19-16.
20140619PBSI_BCA Indonesia Open_Kevin&Greysia 620140619PBSI_BCA Indonesia Open_Kevin&Greysia 3
Mencoba bangkit di game kedua, Kevin/Greysia tidak tampil seperti biasanya. Pasangan dadakan ini banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri yang tentunya menguntungkan ganda Korea tersebut. Lee yang merupakan pemain berpengalaman, dinilai Kevin lebih pintar mengontrol permainan, ia tahu kapan harus mempercepat atau memperlambat irama permainan.

“Yong Dae lebih pintar dan lebih berpengalaman. Dia sudah tahu arah pengembalian bola kami, sudah ketebak sama dia. Yong Dae bisa mengatur irama permainan dan membuat permainan kami tidak berkembang,” ujar Kevin, pemain asal klub Djarum.

“Sementara kami sendiri merasa kurang enak mainnya, feeling-nya tidak enak. Tiap main kan tidak selalu enak terus. Tapi seharusnya kami bisa keluar dari keadaan seperti ini, tapi lawan memang lebih berpengalaman,” tambahnya.

Ajang BCA Indonesia Open Super Series Premier 2014 merupakan debut Kevin/Greysia. Keduanya sebetulnya fokus di nomor ganda putra dan ganda putri. Merangkak dari kualifikasi, Kevin/Greysia membuat kejutan dengan menaklukkan ganda campuran berpengalaman seperti Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati hingga puncaknya mereka mampu melumpuhkan unggulan pertama, juara bertahan sekaligus peraih medali emas Olimpiade London 2012, Zhang Nan/Zhao Yunlei (Tiongkok).

Ketinggalan keseruan hari ini? Makanya, beli baju pemenang lomba desain badminton yang digelar blibli.com dan pakai bajunya agar tampil maksimal mendukung langsung pebulutangkis Indonesia di BCA Indonesia Open 2014!

Kadek

Kadek

Football for life, listen to Punk Rock and a "Red blood and White bones" person. A day without laughs is wasted for me.
Kadek

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY