Before you run
photo credit lululemon

Setelah sekian kilometer dan menit yang saya habiskan untuk lari, saya mempelajari beberapa hal dasar yang sebenarnya akan berguna bila mengetahuinya sebelum kita memulai aktifitas lari. Nah, supaya Anda tidak mengulangi kesalahan yang sama dengan saya, simak tulisan saya disini:

1. Butuh Waktu.
Untuk bisa berlari jarak jauh secara konsisten dibutuhkan waktu untuk mencapainya. Ada prosesnya. Semua melalui rutinitas yang terencana, program yang secara disiplin dilakukan. Dan progress dari latihan itu tidak akan sama dari setiap individu. Dibutuhkan kesabaran. Ketika anda biasa berlari sejauh 10km dalam seminggu, lalu tiba-tiba anda memutuskan berlari 40 km minggu berikutnya pasti hanya sakit dan cidera yang didapat. Dan buyarlah semua rencana anda.

2. Jangan Hanya Berlari.
Pada awalnya saya hanya berfikir untuk menambah jarak lari setiap minggunya agar kaki dan nafas jadi lebih kuat. Ternyata salah. Tidak hanya kaki saja yang dilatih, semua bagian tubuh perlu mendapat latihan yang sama. Angkat beban di gym, latihan sprint jarak pendek, dll itu dibutuhkan, tujuannya untuk mengurangi risiko cedera dan meningkatkan koordinasi gerak semua anggota tubuh.

3. Perhatian Terhadap Hal Sepele.
Seperti istirahat/tidur sejenak sehabis lari/workout, stretching/peregangan sebelum dan sesudah workout, makan sehat, tidak begadang, cepat membereskan cidera sekecil apapun yang kita punya. Buat program pribadi. Lari memang membuat badan kita sehat. Tetapi hal-hal kecil yang kita lakukan sebelum dan sesudah berlari, yang membuat kita bisa tetap berlari.

4. Jangan Memaksa.
Bila kondisinyaAnda baru memulai berlari, jangan mengikuti program latihan lari para pelari marathon professional. Dijamin Anda bakal kapok. Buat dan jalani program latihan Anda sendiri. Sudah banyak koq personal program yang bisa anda dapat secara gratis di internet.

5. Selalu Mencari Tahu.
Teknik berlari yang benar itu penting. Cari tahu bagaimana yang benarnya, akses kita ke informasi sudah semakin gampang saat ini, buka internet. Teknik akan berpengaruh kedepannya, mumpung masih diawal tidak terlalu sulit untuk mengubah ke yang benar.

6. Coba Berbagai Medan.
Sesekali keluar dari aspal. Coba di hutan atau gunung. Medan yang tidak rata dan bervariasi dapat membantu meningkatkan koordinasi dan keseimbangan badan. Lagipula lari di medan yang baru itu sangat menyenangkan, ada rasa ‘adventure’ disitu. Bahkan para pelari Kenya selalu bilang, “Aspal ‘membunuh’ kaki”. Kalau di sekitaran Jakarta ini saya biasanya masuk ke hutan Universitas Indonesia (UI) atau masuk ke jalur sepeda JPG/Cihuni.

Tanpa bermaksud menggurui, setidaknya itu hal-hal yang saya rasakan. Dan juga yang saya tahu, di blibli.com tersedia peralatan untuk Anda memulai berlari. Silahkan dicek. Semoga berguna guys.


NO COMMENTS

LEAVE A REPLY