Basic Knowledge_Bicycle Geometri
pic courtesy of dejank.co.za

 

Mungkin tidak banyak yang tahu apa geometri sepeda itu. Banyak juga yang tidak peduli dengan hal yang satu ini, ‘apa sih geometri? Toh gua beli sepeda, tinggal coba kalo enak gua bayar……

Nah, yang membuat sepeda enak itu adalah anda menemukan geometri yang pas buat badan Anda. Tidak bermaksud membuat Anda bingung dengan hal-hal teknis, tapi ini merupakan ilmu dasar dari sepeda Anda.

Ini sangat berguna ketika Anda memilh sepeda untuk pribadi ataupun untuk kenalan. Hal ini juga yang membuat ‘rasa’ setiap sepeda berbeda walaupun memakai komponen yang sama. Pada ahirnya tidak ada yang benar dan salah dalam pemilihan geometri sepeda Anda, yang ada hanya rasa nyaman ketika memakainya.

Berikut ini penjelasan singkat istilah-istilahnya:

– TT: Top Tube
Top Tube length atau panjang Top Tube. Biasanya semakin besar ukuran frame, semakin panjang juga Top Tube nya. Ini akan berpengaruh kepada posisi duduk dan panjang lengan kita.

– HT: Head Tube
Letaknya di bagian paling depan dari frame berbentuk selongsong pipa pendek. Fungsinya sebagai ‘rumah’ untuk dudukan ‘fork’ kita.

– ST: Seat Tube
Terletak persis dibawah ‘sadle’. Biasanya panjang dari Seat Tube ini dijadikan ukuran dari frame sepeda; Extra Small, Small, Medium dan Large. Dan setiap produsen sepeda mempunyai ukuran tersendiri.

– CS: Chain Stay
Berperan besar dalam kelincahan sepeda. Semakin pendek Chain Stay ini, akan semakin lincah bermanuver, bila semakin panjang si sepeda akan semakin stabil. Sepeda untuk ‘dirt jump’ biasanya memiliki CS yang pendek berbeda dengan ‘downhill’ yang memerlukan CS panjang untuk menjaga kestabilan.

– WB: Wheel Base
Jarak antara satu titik pusat ban dengan yang lainnya. Juga berpengaruh dalam kestabilan sepeda. Semakin panjang wheel base nya akan semakin stabil. Konsukuensinya bila WB semakin panjang adalah, semakin berat untuk digenjot. Oleh sebab itu hanya sepeda spesifik ‘Downhill’ yang mempunyai WB yang panjang.

– BBH: Bottom Bracket Height
Salah satu factor juga yang menentukan kestabilan sebuah sepeda, tinggi rendahnya BB kepada permukaan. Semakin rendah titik gravitasinya akan semakin stabil sepeda tersebut.

– SOH: Stand Over Height
SOH yang pendek memberikan ruang yang luas antara selangkangan anada dengan top tube.

– HA: Head Angle
Berpengaruh pada posisi ‘fork’, semakin tegak (70-71 derajat) akan semakin lincah dalam pengendalian, biasanya dapat ditemukan di sepeda crosscountry. Sedangkan pada sepeda Downhill, head angle-nya akan lebih rendah (65-67 derajat) dikarenakan dibutuhkan pengendalian yang stabil dalam kecepatan yang sangat tinggi.

– SA: Seat Angle
Derajat kemiringannya sama dengan head angle.

Semoga ngga makin bingung ya guys 😀


2 COMMENTS

LEAVE A REPLY