Banda-Neira-Port
Akhir-akhir ini keadaan iklim indonesia susah ditebak. Seminggu bisa hujan bahkan sampai seperti badai. Seminggu lagi bisa panas terik. Padahal bulan November – Desember ini merupakan curah hujan tertinggi per tahunnya. Tapi ya sudahlah hehe..kenapa saya membicarakan mengenai iklim karena saya ingin menyarankan pada bulan Desember nanti bagaimana kalau kamu mencoba mengunjungi Kepulauan Banda, atau lebih tepatnya di Banda Neira. Bagi para pelancong yang pernah mengunjungi Banda, mereka selalu berkata kepulauan itu adalah surga yang berbisik..

Banyak peninggalan sejarah yang terdapat di Pulau Banda ini. Meninggalkan fisik masa perang dan sejarah kolonial, antara lain rumah pengasingan Dr. Tjipto Mangunkusumo, Soetan Sjahrir, dan Moh Hatta. Selain itu terdapat Benteng Nassau, Benteng Belgica, Pelabuhan Neira dimana ada sebuah gereja tua berusia tiga seperempat abad lebih. Belum lagi kamu akan menemukan museum Bung Sjahrir, beberapa dokumen penting terpampang disana, seperti salinan surat pengangkatan Soetan Sjahrir sampai satu setel jas warna kombinasi abu-abu cokelat yang digunakan saat Bung Hatta menaandatangani Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda.

Kepulauan Banda yang sekarang menjadi harta karun terbaik di Indonesia Timur (selain Raja Ampat tentunya) terletak di Kabupaten Maluku Tengah atau sekitar 1 jam perjalanan dengan kapal feri. Atau kamu bisa melakukan penerbangan dengan pesawat Merpati yang berkapasitas 25 penumpang dari Ambon. Penerbangan itu hanya dilakukan 6-8 kali per bulan, dan harinya hanya Sabtu, Minggu, dan Senin. Tapi ada repotnya, kamu nggak bisa meihat perubahan jadwal yang ada lewat online, kamu harus menghubungi kantor pusat atau langsung datang ke bandara. Ini dikarenakan jadwal penerbangan Ambon- Banda Neira selalu berubah tiap bulan.

Banda-Neira-Fort-Belgica

Selain kamu bisa menikmati wisata sejarah yang ada, kepulauan Banda, atau lebih tepatnya berada di Banda Neira memiliki kawasan-kawasan tujuan tamasya alam yang cantik. Dimulai dengan aroma khas perkebunan pala dan cengkeh, sampai fauna laut yang menajubkan. Pertama, ada Pulau Gunung Api yang terdapat gunung yang setinggi 700 meter (m) bernama Gunung Banda Api.

gunung banda api

Nah seperti yang saya sebutkan tadi, Banda Neira, yang menjadi juara disini. Para divers kelas dunia mengakui laut Banda merupakan salah satu dive spot terbaik di dunia. Tapi disini kamu diharuskan memiliki sertifikat diving yang legal. Karena pengurus setempat tidak mau mengambil risiko besar. Apalagi yang datang kesana adalah penyelam profesional semua. Tapi jangan sedih, bagi kamu yang tak suka diving , banyak sekali spot snorkeling yang tak kalah indahnya. Kenapa dengan indahnya? Karena sampai kedalaman 40m saat menyelam kamu masih bisa melihat kejernihan dengan jelas. Lalu untuk berpindah dari satu spot menyelam ke spot lainnya kamu membutuhkan waktu antara 30 – 90 menit dengan kapal. Kamu akan diajak ke Pulau Banda Besar, Pulau Ai, Pulau Run, Pulau Hatta, Pulau Sjahrir. Banyak yang mengatakan kamu akan menyelam bersama ribuan ikan warna warni yang tak akan peduli keberadaanmu dan terumbu karang yang masih sehat dan berwarna. Psst..teman saya bercerita, impian dia berenang bersama lumba-lumba di laut lepas akhirnya terwujud di Banda Neira ini. Seru bukan?

xblibli_lomography-pop9-black-camera

Mau yang lebih seru lagi disaat liburan? Cobalah kamu berkreasi dengan kamera pop9 dari lomography ini. Bersama kamera lomo kamu bisa menciptakan bentuk foto yang unik, tidak hanya landscape dari kamera profesional saja. Jujur saja, kamera lomo merupakan favorit saya saat liburan. Kamu bisa mengabadikan momen-momen lucu bersama temanmu. Ayo pesan online di Blibli!

1 COMMENT

LEAVE A REPLY