Saat ini, Sean Gelael sudah mulai mempersiapkan dirinya untuk menghadapi seri ketiga Kejuaraan FIA Formula 3 Eropa, yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 – 11 Mei 2014, di Pau, sebuah kota yang indah, yang terletak di sebelah barat daya Perancis. Bagi Sean, seri Pau ini akan merupakan pengalaman keduanya berlaga di sirkuit jalan raya, setelah Macau Grand Prix tahun lalu.

Memang, balapan di Pau ini menggunakan titel “Grand Prix” – dan Pau Grand Prix sendiri adalah sebuah titel dari kejuaraan bersejarah, yang pertama kali diikuti dan diperebutkan oleh para jawara balap mobil, pada tahun 1901.
pau
Pada saat itu, lintasannya berada di jalan raya dekat kota, dan baru di tahun 1933, balapan dilakukan di sirkuit jalan raya seperti yang dipakai sekarang. Sampai dengan tahun 1963, Pau Grand Prix adalah pertandingan bagi para juara-juara Formula 1, sebelum akhirnya berubah menjadi kejuaraan untuk kelas junior, dan pada akhirnya sejak tahun 1999, menjadi kejuaraan balap di kelas Formula 3.

Setelah berlaga di lintasan lurus dan lebar di Hockenheim, Pau akan menjadi ujian berat bagi para pebalap muda ini. Lintasan di sirkuit ini akan melewati stasiun kereta api, sekolah, lalu melewati taman yang ada istananya, melewati patung, dan juga melewati bundaran kecil, yang merupakan titik terpenting di lintasan, yang selanjutnya akan mengarah ke jalur lurus yang panjang.

Sayangnya, tahun lalu, Pau tidak termasuk dalam kalender Kejuaraan Formula 3 Eropa, yang artinya adalah, tahun ini akan menjadi pengalaman pertama bagi Sean berlaga di Pau. Hanya sedikit pebalap yang pernah bertanding di Pau, tetapi Tom Blomqvist – rekan satu tim Sean di Tim Jagonya Ayam with Carlin pernah melakukannya. Jadi, baik Sean maupun Antonio Giovinazzi berharap bisa memperoleh masukan-masukan dari Tom.

“Kita harus mempersiapkan diri secara matang dalam menghadapi pertandingan di Pau,” kata Sean. “Lintasan di sini sangat sempit, berbukit-bukit dan berbelok-belok. Sangat menantang, karena mengemudi di sini, sama seperti mengemudi di bagian tengah lintasan Macau”

“Kita selalu berada di dekat tembok, tetapi sebenarnya hal itu tidak perlu terlalu dirisaukan. Tim Carin memiliki banyak sekali video dokumentasi bagi saya untuk belajar, dan saya juga telah menonton video-video tersebut.”
Sean Gelael & Car 1Sean Gelael - Race Engineer 2
“Di Macau, saya mampu memiliki kecepatan yang baik, jadi seharusnya saya juga akan dapat bertarung ketat di sini. Saya tahu bahwa Tim Jagonya Ayam with Carlin memiliki kendaraan yang bagus, dengan mekanikal grip yang baik, yang dapat membuat kami melaju dengan baik di tikungan-tikungan sempit. Jadi saya sudah tidak sabar untuk bertanding di sini” terang Sean
Sean Gelael & Car 3
Kejuaraan Pau Grand Prix memberikan kesempatan bagi Sean dan para pesaingnya untuk dapat mengikuti jejak para pebalap legendaris yang pernah menjadi juara seperti Tazio Nuvolari, Juan Manuel Fangio, Jim Clark, Jackie Stewart dan Lewis Hamilton.

Kadek

Kadek

Football for life, listen to Punk Rock and a "Red blood and White bones" person. A day without laughs is wasted for me.
Kadek

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY